Suara.com - Anggota DPR RI Fadli Zon sebut kebocoran data siber pemerintah yang dikaitkan dengan hacker Bjorka memalukan.
Hal ini dinyatakan sendiri oleh Fadli Zon dalam talkshow Catatan Demokrasi yang tayang di Youtube pada Selasa (13/9/2022).
Fadli Zon mengungkapkan bahwa fenomena kemunculan Bjorka yang mengumbar data-data pemerintah hingga para pejabat adalah track record yang memalukan bagi istana.
"Kejadian Bjorka ini menurut saya sangat memalukan, masa Bjorka versus istana ini sangat memalukan embarrassing," ujar Fadli Zon.
"Secara internasional juga menunjukkan kayak kita ini banana republic, republibic banana negara antah berantah seperti tanah tak bertuan mudah dimasuki orang tidak ada proteksinya," tambahnya.
Lebih lanjut, Fadli Zon menyebutkan bahwa sistem IT di Indonesia masih amatiran sehingga berkali-kali mengalami kebobolan data.
Dia juga menyebutkan berbagai lembaga harusnya bertanggungjawab mengenai persoalan tersebut.
"Seperti kominfo, kemudian BSSN ini institusi-institusi yang berada di garda depan, kemudian tentu ada kepoisian dan lain-lain kan ada institusi terkait kemanan siber, jadi perlu ada koordinasi," ungkap anggota Komisi I DPR RI Fraksi Gerindra tersebut.
Ancaman Baru Bjorka ke Pemerintah
Hacker Bjorka mulanya muncul setelah berhasil menjebol 1,3 miliar data pribadi dari pengguna ponsel di Indonesia. Tak tanggung-tanggung, ia pun menjual 2 juta data sampel dengan harga mencapai $50.000.
Lebih lanjut, Bjorka juga membocorkan data pribadi para pejabat seperti Menkomarves Luhut Pandjaitan, Menkominfo Johnny G.Plate, dan Menko Polhukam Mahfud MD dan lain sebagainya.
Dia juga mengancam beberapa hal yang membuat pemerintah semakin masif untuk mencegah peretasan data sensitif lainnya, antara lain:
1. Ancam akan bocorkan data Pertamina
Bukan hanya data Kominfo, Bjorka pun mengancam akan membocorkan data Pertamina. Hal ini pun dikaitkan warganet dengan kenaikan harga BBM yang signifikan.
"Aku masih tidak memiliki akun Twitter saat ini. Aku masih bersiap untuk membocorkan Pertamina," kata Bjorka dalam channel Telegram, dikutip pada Senin (12/9/2022).
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
Terkini
-
Ikrar Nusa Bakti Sindir Militer: Merasa Dirinya Bukan Dibentuk Oleh Negara
-
MBG Serap Hampir Rp1 Triliun per Hari, BGN Sebut Dana Langsung Mengalir ke Masyarakat
-
Harga Rokok Lebih Murah dari Sebungkus Nasi, CISDI: Bisa Gagalkan Program Makan Bergizi Gratis
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Laut Merah Milik Siapa? Iran Ancam Mau Menutupnya
-
WALHI Kritik Menhan Sjafrie Sjamsoeddin di Satgas PKH: Waspada Ekspansi Militer di Ruang Sipil
-
Melihat Kapal Macet Mau ke Selat Hormuz Berdasarkan Data Pelacakan Maritim
-
Israel Hari Ini: Ancaman Roket Hizbullah hingga Serangan Lebah dan Cuaca Ekstrem
-
Predator Berkedok Jas Almamater: Mengapa Kampus Elite Gagal Melindungi Korban Kekerasan Seksual?
-
Lahan Sengketa di Tanah Abang, Ahli Waris Pakai Verponding Lawan Kementerian PKP