3. Dokumen Cara Cambridge Analytica Menangkan Donald Trump
Di tahun 2018, media asal Inggris bernama The Guardian berhasil mendapatkan bocoran dokumen internal mengenai cetak biru perusahaan konsultan politik Cambridge Analytica yang menyebut telah memenangkan Presiden Donald Trump dalam pemilu presiden tahun 2016.
Dokumen tersebut menyebutkan bahwa Cambridge Analytica menangkan Donald Trump dengan menggunakan media sosial dan digital seperti Google, Snapchat, Twitter, YouTube, hingga Facebook.
Cambridge Analytica pun kemudian dikaitkan dengan berita pencurian jutaan data pribadi para pengguna Facebook.
4. WikiLeaks Bocorkan Kabel Diplomatik Amerika Serikat
Tahun 2010, Media WikiLeaks berhasil merilis dokumen, yaitu sebanyak 250.000 lebih kabel diplomatik Departemen Luar Negeri Amerika Serikat dari kedutaan besarnya di dunia.
Dokumen tersebut mengungkap berbagai macam fakta, diantaranya yaitu fakta bahwa Amerika Serikat memata-matai Sekretaris Jenderal PBB pada saat itu, Ban Ki-moon, dan perwakilan Dewan Keamanan PBB lainnya.
Dalam kabel diplomatik tersebut, digambarkan bahwa Kanselir Jerman, Angela Merkel sebagai orang yang tidak memiliki kreatifitas, sementara itu, Presiden Prancis, Nicolas Sarkozy digambarkan sebagai orang yang rentan dan otoriter.
Tidak hanya itu, Presiden Barack Obama dinasihati bahwa dukungan Sarkozy untuk perang di Afghanistan bisa diamankan dengan menggunakan “Sanjungan”.
Baca Juga: BIN dan Polri Telah Kantongi Identitas Asli Bjorka, Mahfud MD: Tapi Belum Bisa Diumumkan
Akibat dari kebocoran yang mengungkap berbagai fakta tersebut, Partai Konservatif Inggris merasa malu dengan kebocoran kabel tersebut.
5. Kebocoran Dokumen yang Membuktikan Kebohongan Amerika Serikat di Afghanistan
Seperti diketahui, sudah 18 tahun lamanya Amerika Serikat berperang di Afghanistan. Berdasarkan informasi yang beredar, sebagai bagian dari proyek pemerintah untuk mengetahui apa yang salah, sebuah lembaga federal melakukan wawancara dengan lebih dari 400 orang yang memiliki keterlibatan langsung dalam perang tersebut.
Dalam wawancara tersebut, dilibatkan para tokoh-tokoh besar seperti duta besar, para jenderal, hingga para individu yang menyampaikan kesaksiannya mengenai kesalahan yang membuat perang di Afghanistan tersebut justru berlangsung semakin lama.
Media harian The Washington Post kemudian berhasil mendapatkan dan merilis lebih dari 2.000 halaman wawancara tersebut yang bertajuk “Lessons Learned”.
Dalam wawancara tersebut, terungkap bahwa tidak ada kesepakatan mengenai apa yang menjadi tujuan perang, terlebih tentang bagaimana cara untuk mengakhiri perang tersebut.
Berita Terkait
-
BIN dan Polri Telah Kantongi Identitas Asli Bjorka, Mahfud MD: Tapi Belum Bisa Diumumkan
-
Selain Bongkar Identitas Bjorka, Ahli yang Diundang Deddy Corbuzier juga Bocorkan Hal tak Terduga
-
Jadi Korban Peretasan Bjorka, Cak Imin Sebut Indonesia Darurat Teknologi Informasi
-
Kebocoran Data 102 Juta Warga RI dari Kemensos, Pakar : Kemungkinan Besar Valid
-
Forum Keamanan Siber Akan Mengungkap Siapa Peretas Bjorka: Tinggal Menunggu Waktu Tapi...
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Digeruduk Yakuza Mangenes, Pengasuh Ponpes Pekalongan Ditangkap usai Diduga Cabuli 25 Santri
-
Iduladha 1447 H, Kemensos Salurkan 295 Ekor Hewan Kurban ke Berbagai Wilayah Indonesia
-
Bukan Cuma Pagar Canggih, Gang Haji Jeni Kini Punya 'Smart Geprek' Pengubah Sampah Jadi Cuan
-
Gedung Putih Bangun Arena Baku Pukul untuk Rayakan HUT ke-250 AS dan Ulang Tahun Trump
-
Alarm Bahaya! Ratusan Siswa di 26 Provinsi Terpapar Radikalisme Lewat Medsos dan Game Online
-
Ketua MUI Soal Sapi Kurban Prabowo Pakai APBN: Sah Secara Syar'i
-
DPR Murka! Skandal Riset Palsu WNI di Denmark Hancurkan Marwah Akademisi RI
-
Sapi Kurban Pak Suardi 'Ngambek' Saat Mau Dipotong, Damkar DKI Sampai Turun Tangan
-
Tipu-Tipu 'Paranormal Sakti' di Duren Sawit, Motor Korban Raib Usai Ritual Paku
-
Vila dan Homestay Wajib Punya NIB Mulai 1 Agustus, yang Ilegal Bakal Dicoret dari Aplikasi