Suara.com - Iran resmi menjadi anggota penuh Organisasi Kerja Sama Shanghai atau Shanghai Cooperation Organisation (SCO) dan bergabung dengan negara-negara seperti China, Rusia, dan India.
Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amirabdollahian, mengumumkan paada Kamis (15/9) bahwa negara Timur Tengah tersebut telah menandatangani memorandum of understanding (MOU) untuk bergabung menjadi anggota penuh SCO.
“Dengan menandatangani dokumen keanggotaan penuh SCO, sekarang Iran memasuki tahap baru berbagai kerja sama ekonomi, komersial, transit, dan energi,” ujar Amirabdollahian di media sosialnya, seperti dilaporkan oleh Al Jazeera.
Pengumuman tersebut dibuat di tengah konferensi tingkat tinggi (KTT) SCO yang tengah berlangsung di ibu kota Uzbekistan, Samarkand. Pemimpin delapan negara anggota yang terdiri dari China, India, Kazakhstan, Kirgistan, Pakistan, Rusia, Tajikistan, dan Uzbekistan hadir dalam pertemuan organisasi yang digagas oleh Moskow dan Beijing ini.
Afghanistan, Belarusia, Iran, dan Mongolia merupakan negara pengamat sedangkan Armenia, Azerbaijan, Kamboja, Nepal, Sri Lanka, dan Turki merupakan mitra dialog SCO.
Tahun lalu, SCO menyetujui permohonan Iran untuk menjadi anggota penuh, dan Al Jazeera melaporkan status baru ini akan mulai berlaku pada April 2023.
SCO sendiri disebut-sebut sebagai organisasi yang dibentuk untuk menjadi alternatif atau bahkan tandingan bagi kelompok-kelompok multilateral di dunia barat.
Dalam KTT ini, Presiden China, Xi Jinping, dan Presiden Rusia, Vladimir Putin, dijadwalkan menghadiri pertemuan di mana mereka akan membahas Ukraina serta isu internasional dan regional lainnya.
Bagi Xi, kunjungan ini menjadi perjalanan luar negeri pertamanya selama lebih dari dua tahun.
Sementara itu, Putin juga dikabarkan akan bertemu dengan pemimpin India, Pakistan, Turki, dan Iran.
Berita Terkait
-
Rusia Gunakan Drone Iran di Ukraina, Tapi Ditembak Jatuh
-
Bandar Udara di China Berhenti Beroperasi Akibat Topan Muifa
-
Diterjang Topan Muifa, Sejumlah Bandara di China Terpaksa Ditutup Sementara
-
Ukraina akan Memenangkan Perang dengan Rusia?
-
Topan Muifa Hentikan Operasional Bandara di China Timur, Sekolah Ditutup Dua Hari
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan
-
Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL
-
Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak
-
Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum
-
Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat
-
Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon
-
Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!
-
Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah
-
Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan
-
Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi