Suara.com - Salah satu cara mencari rezeki yaitu dengan berdagang. Dalam berdagang, Rasulullah SAW selalu mengajarkan pada umatnya agar tak pernah lelah berusaha apalagi berputus asa. Selain itu, cobalah amalkan juga doa agar dagangan laris yang juga sering diamalkan oleh Rasulullah SAW.
Seperti yang diketahui, Allah SWT sudah mengatur rezeki setiap orang. Meski demikian, bukan berarti kamu tidak melalukan apapun dan menunggu rezeki menghampirimu.
Berdagang adalah salah satu cara mencari rezeki yang bisa dilakukan siapa saja dan dengan modal semampunya. Namun, yang penting sebagai umat Muslim tentunya harus berdagang dengan cara yang halal yang diridhai oleh Allah SWT.
Dalam berdagang, bukan hanya butuh kerja keras dan tubuh yang tak kenal lelah atau putus asa, tapi juga butuh doa yang kuat agar Allah SWT membantu membuat dagangan kamu laris sehingga rezeki mengalir deras.
Lantas, adakah bacaan doa dagangan laris sesuai ajaran Islam dan Rasulullah SAW yang bisa diamalkan? Berikut ini bacaan doanya yang dirangkum dari berbagai sumber.
1. Doa agar Dagangan Laris Versi 1
Allahumma innii as aluka an tarzuqanii rizqan halaalan waasi'an thayyiban min ghairi ta'bin wa laa masyaqqatin wa laa dhairin wa laa nashabin innaka 'alaa kulli syaiin qadiir.
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu agar melimpahkan rezeki kepadaku berupa rezeki yang halal, luas, dan tanpa susah payah, tanpa memberatkan, tanpa membahayakan, dan tanpa rasa lelah dalam memperolehnya. Sesungguhnya Engkau berkuasa atas segala sesuatu."
2. Doa agar Dagangan Laris Versi 2
Baca Juga: Makin Sukses di Tahun 2021, Ini Tujuh Amalan Doa Dagangan Laris
Al hamdu lillaahilladzi rozaqonii haadza min khoiri khaulin minnii wa laa quwwatin, alloohumma baarik fihi.
Artinya: Segala Puji Bagi Allah yang Telah memberi rizqi kepadaku dengan tidak ada daya dan kekuatan bagiku, Ya Allah, semoga Engkau senantiasa memberi berkah pada rezeki ku.
3. Doa agar Dagangan Laris Versi 3
Allohumma innii as-asluka tarzuqoni rizqon halaalan waasi’an thoyyiban min ghairi ta’abin wala masyaqqatin walaa dloirin walaa nashabin innaka a-laa kulli syai-iin qodiir.
Artinya: “Ya Allah aku minta pada Engkau akan pemberian rezeki yang halal, luas, baik tidak tanpa repot, dan juga tanpa kemelaratan dan tanpa keberatan sesungguhnya Engkau kuasa atas segala sesuatu.”
4. Doa agar Dagangan Laris Versi 4
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Menlu Ungkap Isu Utama yang Dibahas Prabowo dan Pemimpin ASEAN di KTT ke-48
-
Polri Lakukan Mutasi Besar-besaran, 108 Pati dan Pamen Alami Rotasi Jabatan
-
Hantavirus Ternyata Sudah Muncul di Indonesia, 23 Kasus Terdeteksi dalam Dua Tahun Terakhir
-
NHM Peduli Perkuat Infrastruktur Air Bersih di Desa Tiowor, Kao Teluk
-
Ketua Ombudsman RI Terancam Dipecat Tidak Hormat, Majelis Etik Buka Suara soal Kasus Hery Susanto
-
Perkuat Komitmen Stabilitas, Prabowo Ajak ASEAN Utamakan Dialog Hadapi Persoalan Kawasan
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental