Suara.com - Hacker Bjorka sempat menyebut Johnny G Plate akan dicopot oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dari jabatannya sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo). Menanggapi hal tersebut, Johnny langsung membantahnya.
Awalnya, Johnny merespons pertanyaan awak media soal adanya isu perombakan kabinet atau reshuffle termasuk dirinya yang akan mendapatkan giliran. Johnny lantas menjawab dengan memberikan pertanyaan terkait sumber isu tersebut.
"Kata siapa?" kata Johnny di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/9/2022).
Kemudian awak media menyebut, kalau isu itu berawal dari Bjorka. Johnny langsung membantahnya usai mendengar ucapan itu.
"Ngarang saja kamu ini," ucapnya.
Hacker Bjorka
Hacker Bjorka tak hanya memberikan tanggapan keras soal klaim pemerintah yang telah mengetahui identitas dan melacak keberadaan dirinya. Peretas itu rupanya juga melemparkan gosip politik.
Bjorka menyebut, Presiden Jokowi dalam waktu dekat akan mencopot Johnny G Plate dari jabatannya sebagai Menkominfo.
"I received information from a friend who works at the palace that mr president will soon replace the minister of communications and information technology, Johnny G Plate. (Saya menerima informasi dari seorang teman yang bekerja di istana bahwa Presiden akan segera mengganti Menkominfo Johnny G. Plate, terjemahan)" papar Bjorka di situs Breached.to pada Kamis (15/9).
Baca Juga: Data Pemerintah Diretas Bjorka, Pengamat Minta Presiden Jokowi Ganti Menkominfo
Bjorka menyebut kalau kabar tersebut adalah kabar baik dan meminta agar siapapun yang menggantikan Johnny harus mengerti teknologi dan bukan dari parpol ataupun kalangan militer.
"Excellent, mr president. Make sure the replacement is a tech-savvy person, not an idiot from the party, politician, or armed forces, because all of that will be for nothing (Bagus, Pak Presiden. Pastikan penggantinya adalah orang yang mengerti teknologi, dan bukan dari partai, politisi, atau tentara, karena semuanya akan jadi tidak berarti," tambahnya.
Belakangan ini begitu banyak warganet yang mempertanyakan, apakah sosok Johnny G. Plate adalah orang yang pas untuk jadi seorang Menkominfo?
Alih-alih mengecam aksi peretasan dan doxing yang dilakukan Bjorka terhadap Johnny, warganet malah mendukungnya.
Dukungan warganet ini salah satunya disebabkan kekecewaan warganet pada respons pemerintah terhadap berbagai kasus kebocoran data yang terjadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
Terkini
-
Prabowo Kumpulkan Eks Menlu: Apa Saja Poin Krusial Arah Politik Luar Negeri di Istana?
-
Partai Demokrat Desak Angka Ambang Batas Parlemen Dikecilkan, Herman Khaeron Ungkap Alasannya!
-
Temui Putra Mahkota Abu Dhabi, Megawati Kenalkan Pancasila sebagai Falsafah Pemersatu Bangsa
-
Saat Indonesia Jadi Pasar Rokok Terbesar ASEAN, Siapa Lindungi Generasi Muda?
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Mensesneg Bocorkan Jadwal Pelantikan Hakim MK Baru Adies Kadir
-
PM Australia Anthony Albanese ke Jakarta Besok, Cek 8 Ruas Jalan yang Kena Rekayasa Lalin
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Tanpa Pemberitahuan, Puluhan Pasien Cuci Darah Jadi Korban Ditolak RS
-
Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah