Suara.com - Kasus pembunuhan Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J masih belum terang benderang.
Kendati sudah berlangsung dua tahun lebih, kasus ini masih abu-abu dengan rekonstruksi dan pernyataan para pelaku/saksi yang masih kian berkembang.
Terbaru salah satu kuasa hukum keluarga Brigadir J, Martin Lukas Simanjuntak menyebutkan bahwa Ferdy Sambo kemungkinan menembak kepala belakang Brigadir J.
Meskipun sebelumnya mantan Kadiv Propam tersebut menyangkal bahwa dia turut melakukan tembakan dengan tangannya sendiri, namun dalam rekonstruksi tampak adegan menembak oleh Ferdy Sambo.
"Pertama-tama harus kita flashback dulu bahwa Ferdy Sambo bisa menjadi tersangka itu karena ada keterangan Bharada Eliezer (Bharada E) dengan bukti-bukti lain," ungkap Martin Lukas.
Menurutnya dari kelima tersangka, Kuat Ma'ruf dan Bripka Ricky Rizal (Bripka RR) sama sekali tak melepaskan tembakan.
Sebelum kejadian, Bharada E dan Bripka RR diminta Ferdy Sambo untuk menembak, namun akhirnya Bharada E di mana paling junior yang akhirnya mengeksekusi Brigadir J.
Saat berlangsung, Martin menyebut bahwa menurut kesaksian Bharada E, Ferdy Sambo berteriak 'tembak-tembak' berkali-kali.
"Ketika Eliezer diminta tembak oleh Ferdy Sambo, itu teriakan itu diulang ulang tembak temabak sehingga Eliezer nembak berkali-kali," ujar Martin Lukas.
Baca Juga: Pengacara Brigadir J Tumbang dan Minta Maaf Usai Gambarkan Akhir dari Kasus Ferdy Sambo
"Tentunya orang yang menggerakkan Bharada E itu bertanggung jawab," tambahnya.
Lebih lanjut dia menyebutkan bahwa dari Hasil rekonstruksi Ferdy Sambo juga melepaskan tembakan pada Brigadir J.
"Dia [Ferdy Sambo] nembak bagian kepala," ungkap Martin Lukas.
Menurutnya jika diingat dari pernyataan dokter forensik, dua tembakan yang menewaskan Birgadir J adalah tembakan di bagian dada karena membuatnya kehilangan bagian darah.
Sementara yang kedua adalah tembakan di bagian kepala belakang di mana diduga dilepaskan oleh Ferdy Sambo sendri.
"Yang menembak kepala belakang adalah Ferdy Sambo, jadi dia adalah penentu kematian Brigadir J," imbuhnya lagi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan