Tak cukup hanya merespons pernyataan SBY dengan imbauan mengenai politik kebenaran, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kritiyanto balik melanjcarkan serangan ke Partai Demokrat dengan menyebut Pemilu 2009 penuh dengan kecurangan.
Pemilu 2009 adalah pemilu kedua di era pemerintahan SBY, dimana pada saat itu SBY kembali maju sebagai calon presiden bersama Boediono.
Menurut Hasto, pada Pemilu 2009 lalu, kenaikan suara Partai Demokrat yang mencapai 30 persen patut dipertanyakan.
Ia mengatakan, kenaikan suara Partai Demokrat yang cukup drastis tersebut merupakan hasil dari sebuah manipulasi, dimana tak lama sebelum pemilu digelar, SBY sengaja mengeluarkan kebijakan yang populis. Diantaranya menurunkan harga BBM, pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan pembagian beras miskin atau raskin.
Hasto juga menduga SBY menggunakan dana Bank Century untuk memenangkan pemilu 2009, dimana saat itu Bank Century sedang terlilit kasus. Tak hanya sampai disana, Hasto juga mengatakan adanya penggunaan instrument negara yakni penyusupan agen ke dalam KOmisi Pemilihan Umum (KPU) hingga pengerahan aparatur negara dalam pemilu.
Hasto juga menuding adanya manipulasi Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada pemilu 2009 lalu. Ia mengatakan, pada era pemerintahan SBY tersebut DPT dimanipulasi dengan begitu massif, sehingga membuat SBY dengan mudah memperoleh kemenangan dalam Pemilu 2009.
“Zaman Pak Harto saja nggak pernah lakukan manipulasi DPT. Ini dapat dimanipulasi secara masif,” kata dia.
Dan untuk menghilangkan jejak, lanjut Hasto, dokumen Pemilu 2009 telah dihancurkan.
Demokrat tanggapi tudingan soal pemilu 2009 curang
Tak mau hanya diam, Partai Demokrat membalas tudingan PDI Perjuangan mengenai kecurangan dalam Pemilu 2009.
Juru bicara Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra memastikan bahwa tidak ada DPT yang bermasalah atau yang dimanipulasi pada Pemilu 2009.
Menurut dia, kenaikan suara Partai Demokrat yang signifikan pada Pemilu 2009 adalah berkat haril kerja keras pemerintahan SBY pada saat itu, yang hasilnya dirasakan oleh rakyat.
Menurut dia, ketika SBY menjadi presiden, jumah rakyat miskin dan pengangguran semakin sedikit. Sementara itu gaji PNS termasuk para guru, TNI dan Polri meningkat hampir setiap tahunnya.
Pendapatan perkapita meningkat drastis, keuangan negara stabil dan utang negara sangat minim. Selain itu, tambah Herzaky, iklim demokrasi pada era kepemimpinan SBY sangatlah kondusif. Saat itu, kata Herzaky, siapapun bisa dengan bebas melakukan kritik tanpa harus khawatir diintimidasi.
Terkait dengan KPU, Herzaky menyinggung adanya skandal pada 2019 lalu dimana tertangkapnya salah satu komisioner KPU karena kasus suap.
Dan kasus itu turut menyeret salah satu kader PDI Perjuangan yakni Harun Masiku, yang hingga kini masih menjadi buronan.
Hasto sentil kebijakan kenaikan harga BBM di pemerintahan SBY
Aksi saling sindir dan adu argument antara PDI Perjuangan dengan Partai Demokrat belum berhenti. Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto kemudian juga menyinggung mengenai kebijakan kenaikan harha BBM di era SBY. Menurut dia, kenaikan harga BBM di era SBY memiliki konteks yang berbeda dengan kenaikan harga BBM di era SBY.
Hasto mengatakan, kondisi fiscal saat pemerintahan SBY sangat bagus karena mewarisi pemerintahan sebelumnya, yakni Megawati Soekarnoputri.
Ia juga menyinggung kebijakan menurunkan harga BBM yang dilakukan SBY saat itu. Menurut Hasto, turunnya harga BBM saat itu dipolitisasi dan diklaim sebagai hasil kerja pribadi SBY, padahal saat itu ada pengaruh internasional.
“Keputusan SBY mengumumkan sendiri penurunan harga BBM itu dipolitisasi sebagai hasil kerja pribadi, bukan sebagai pengaruh internasional. Ini untuk elektoral,” kata Hasto dalam konferensi daring, pada Minggu (18/9/2022).
Penyataan Hasto itu kemudian ditanggapi kembali oleh Juru Bicara Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra.
Menurut dia, kenaikan harga BBM di era SBY disebabkan meroketnya harga minyak dunia yang mencapai 150 USD per barrel.
Namun setelah itu SBY juga berlaku adil dengan menurunkan harga BBM ketika harga minyak dunia turun,
Menurut Herzaky, hal itulah yang tida pernah dilakukan pemerintahan Jokowi.
Kontributor : Damayanti Kahyangan
Berita Terkait
-
Bahaya Asap! Ganjar Pranowo Tegur Pembakar Jerami di Tol Bawen-Ungaran
-
Berawal Celetukan Johan Budi, Trimedya Panjaitan Benarkan Adanya Tim Dewan Kolonel untuk Wangikan Puan Pencapresan 2024
-
Singgung Jagoan PDIP Dua Kali Kalah dari SBY, Demokrat: Kami Harap Aria Bima Makin Tua Makin Bijak
-
Balas Aria Bima PDIP, Demokrat: Playing Victim Itu yang Suka Menangis saat BBM Naik Era SBY
-
'Kita Bersama Wong Cilik' Puan Maharani Yakin PDIP Bisa Hattrick di Pemilu 2024, Warganet: Iyain Aja
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
Terkini
-
Catat Tanggalnya! Ada Diskon dan Voucher Belanja Melimpah dari BRI di Outlet Ini
-
Mendikdasmen: Hard Skills Saja Tak Cukup, Ini Keterampilan Utama yang Wajib Dikuasai Gen Z!
-
Review Dream To You: Romansa Hangat Cinta Pertama, Luka dan Impian
-
Kota Makin Padat, Banjir Mengintai: Akademisi Soroti Teknologi Pengendalian Air di PIK2
-
Gen Z Fasih Bahasa Inggris, tapi Makin Asing dengan Bahasa Ibu, Mengapa?
-
3,28 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Tol Banyumanik, Negara Berpotensi Rugi Rp3,17 Miliar
-
Menjelang Snoopy Run 2026, Saatnya Menjelajah Dunia Peanuts Selama 54 Hari di Sini!
-
The Last House: Pesan Moral Mendalam tentang Hubungan Manusia dan Alam
-
80 Persen Beras Fortifikasi Tak Sesuai Klaim, Ada yang Dijual Rp42 Ribu/Kg
-
Belanja Mewah di SEIBU Dapat Voucher Gratis? Cek Promo BRI Ini!