Suara.com - Presiden Joko Widodo dinilai berhasil mempromosikan misi perdamaian dunia.
Peneliti Maarif Institute David Krisna Alka mengatakan hal itu terkait dengan keberhasilan Jokowi mendapatkan penghargaan Global Citizen Award dari lembaga pemikiran Amerika Serikat, Atlantic Council, atas kepemimpinannya di panggung dunia.
"Kalau melihat sejarahnya, siapa saja yang pernah mendapatkan penghargaan ini, dapat saya sebut Jokowi telah meneguhkan kepemimpinannya sebagai pemimpin yang diakui kapasitasnya di kancah internasional," kata David di Jakarta, hari ini.
David mengatakan penghargaan yang diterima Jokowi sebagai bentuk apresiasi dunia atas misi kemanusiaan yang dilakukan Presiden di Ukraina dan Rusia beberapa waktu lalu.
"Presiden Jokowi tampil meretas jalan perdamaian dengan mengunjungi kedua negara tersebut, padahal saat itu dua negara tengah bertikai," kata dia.
Disebutkan oleh peneliti Associate The Indonesian Institute itu bahwa apa yang dilaksanakan Jokowi selaras dengan amanat konstitusi, khususnya terkait dengan misi perdamaian. Di atas kertas Jokowi sudah membuktikan bahwa dirinya bukanlah jago kandang.
"Jadi, Presiden Jokowi tidak hanya jago kandang, tetapi juga jago di kancah internasional. Penghargaan yang diterima ini adalah bukti yang sahih," katanya.
Ia mengatakan bahwa Maarif Institute menunggu kiprah kepemimpinan Jokowi di kancah internasional. Bukan hanya di Ukraina dan Rusia, melainkan juga di negara lain seperti potensi perang yang kian membesar antara Taiwan dan Cina.
"Catatannya adalah, kita juga menunggu peran Presiden Jokowi tidak hanya di Ukraina, tetapi juga di belahan negara lainnya, termasuk di Taiwan," kata David.
Baca Juga: Resesi Global Semakin Suram Dampak Perang Rusia-Ukraina, Ketahanan Pangan Harus Prioritas
Ia juga berharap Presiden Jokowi makin menguatkan peran sebagai tokoh internasional yang menguatkan kemanusiaan sebagai kekuatan utama, termasuk terkait dengan persoalan keagamaan dengan mengampanyekan Islam moderat dan Islam jalan tengah yang selama ini dilaksanakan Maarif Institute.
Sementara itu, tokoh aktivis '98 Wahab Talaohu mengatakan bahwa Presiden Jokowi sebagai pemimpin negara sebesar Indonesia sangat lihai dan mampu memainkan politik internasional bebas aktif. Tetap aktif dalam membangun kerja sama dan kolaborasi dengan negara-negara raksasa ekonomi dunia.
Menurut Talaohu, bukti konkret Jokowi memiliki kemampuan adalah upaya dirinya mendamaikan perang antara Rusia dan Ukraina. Dalam misi itu, Presiden Jokowi langsung datang bertemu dua pemimpin negara tersebut dan disambut baik dan sangat dihormati oleh Rusia dan Ukraina.
"Resolusi menuju jalan perdamaian pun mulai dirintis, hal itu tercermin dari hasil dialog Jokowi dengan Putin dan Zelensky," ujarnya.
Dikatakan pula oleh Talaohu bahwa puncak dari kiprah kepiawaian Jokowi adalah pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT G20) yang telah bergulir sejak 1 Desember 2021 hingga pada puncak acara G20 Summit di Bali pada tanggal 14—15 November 2022.
Ia menyebutkan terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah karena para pemimpin G20 menaruh kepercayaan penuh pada Presiden Jokowi yang mampu menjadi teman dan kawan bagi siapa saja. [Antara]
Berita Terkait
-
Jokowi Bakal Sapa Kupang, Jalan Santai hingga Karnaval Budaya Siap Digelar
-
Ekonom UGM Endus Pola Penggusuran 'Orang Jokowi' di Balik Mundurnya Gubernur BI
-
Praperadilan Ditolak, Roy Suryo Tetap Jadi Tersangka Kasus Ijazah Jokowi
-
Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Jaksa Minta Hakim Abaikan Keberatan Dokter Tifa, Ini Alasannya
-
Video Cristiano Ronaldo: Selama Ini Dihina Saya diam Tapi Hari Ini Saya Akan Lawan!
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123