Suara.com - Wakil Ketua Umum (Waketum) PKB Jazilul Fawaid berbicara mengenai peluang menang sejumlah partai beraliran Islam seperti PPP, PKS, PAN dan PKB dalam kontestasi Pemilu 2024. Dalam paparannya, Jazilul menilai peluang menang partai-partai Islam kecil lantaran kekurangan modal.
"Saya melihat termasuk PAN, PKB, PKS, PPP itu saya pikir sama. Itu sama-sama PKB artinya partai kurang modal atau partai kurang biaya," kata Jazilul saat diskusi ICMI Talk bertajuk 'Peta Politik Umat Islam Pada Pemilu 2024: Tantangan, Peluang dan Harapan' yang disiarkan secara virtual, Kamis (29/9/2022).
Baginya, kecilnya kepemilikan modal PAN, PKS, PPP dan PKB merupakan hambatan politik bagi umat Islam. Ditambah, kata Jazilul, umat Islam selama ini tidak disokong oleh pengusaha-pengusaha besar untuk beradu dalam Pemilu.
"Basis modal yang dimiliki oleh umat Islam itu kecil kita tidak memiliki banyak katakanlah para ekonom, para pengusaha besar di lingkungan umat Islam artinya kegagalan politik umat Islam," jelas Jazilul.
"Jadi sudah tidak punya modal, tidak punya pikiran, ini sulit untuk berkembang," imbuhnya.
Maka dari itu, Jazilul menyebut hal itu merupakan suatu tantangan bagi para partai beraliran Islam untuk dapat berjuang dengan partai beraliran non Islam. Dia meminta partai Islam bisa kembali pada visi sejatinya dan tidak tergantung pada kekuatan kapital.
"Ke depan ini karena berhadapan dgn ideologi pragmatisme yang akan melihat partai politik seperti pasar, seperti dunia pasar malam. Politik umat Islam harus menemukan arah ideologi kembali yang menjadi basis penguatannya jadi visinya bukan pada kekuatan kapital," ungkapnya.
Berita Terkait
-
Amini Omongan Luhut, Waketum PKB Sebut Presiden Cuma Bisa dari Orang Jawa dan Islam
-
Bela Anies seusai Dilaporkan ke Bawaslu, PKS: Gubernur Lain Bagi-bagi Kaos sama Sembako Gak Dilaporin?
-
PPP soal Rencana Kenaikan Cukai Rokok ke Pemerintah: Jangan Cuma karena Kejar Pendapatan, Nasib Petani Diabaikan
-
Anies Dilaporkan ke Bawaslu Gegara Relawan Sebar Tabloid ke Masjid, PKS: Lebay!
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Jakarta Menuju 5 Abad: Kota Global Bukan Cuma Soal Megahnya Pencakar Langit
-
Impunitas Menguat! Vonis Ringan TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus Adalah 'Mock Trial' yang Zalim
-
Herman Khaeron Apresiasi KWP Berbagi, Dorong Peningkatan Kegiatan Sosial di DPR RI
-
Kejagung Buka Peluang Tambah Tersangka Korupsi MBG, Nama-Nama Baru Masih Didalami
-
Sempat Dikeluhkan karena Galian Berbahaya, Proyek PAM Jaya di Condet Kini Mulai Alirkan Air Bersih
-
Menanti Nyanyian Sony Sonjaya, Siapa Saja Petinggi di Balik Skandal Korupsi MBG?
-
Tabrak Lari Tewaskan Tokoh Pramuka Tangerang, Polisi Kantongi Identitas Kendaraan
-
Kejagung Sasar Kantor dan Rumah Tersangka Korupsi MBG, Dokumen hingga Barang Bukti Elektronik Disita
-
Bansos Sarung dan Mukena Dikorupsi, Eks Legislator NTB Cuma Dituntut 2 Tahun Bui
-
Moratorium MBG Bikin Investor Menjerit, Jupnas Gizi: Ini Rapor Merah