Suara.com - Beredar kabar bahwa kedua anak tersangka Ferdy Sambo mencoba kabur karena diklaim ikut campur tangan pembunuhan Brigadir J.
Kabar tersebut tersebar melalui video dari unggahan aku bernama Keluarga Cemara di jejaring media sosial Facebook pada 17 September 2022.
Begini narasi yang dituliskan dalam caption unggahan video tersebut.
"Dijemput paksa kedua anak Ferdy Sambo berusaha kabur ternyata campur tangan eksekusi Brigadir J?"
Lalu benarkah kliam tersebut?
Penjelasan
Berdasarkan penelusuran, narasi yang mengklaim dua anak Ferdy Sambo dijemput dan mencoba kabur karena memiliki peran dalam kasus kematian Brigadir J adalah keliru atau salah.
Faktanya, hingga saat ini tidak ada berita dari media yang kredibel soal anak Ferdy Sambo yang diklaim oleh narasi tersebut.
Narator dalam video tersebut pun nyatanya berasal dari artikel CEK FAKTA. Namun, pengutipan tersebut pun hanya sepotong dan tidak utuh, sehingga seperti sengaja mengubah narasi kesimpulan.
Adapula narator tak menyebut narasi utuh artikel cek fakta dari PortalNganjuk.com yang seharusnya disimpulkan bahwa kedua anak Ferdy Sambo tidak ditangkap dan tak ada bukti mereka terlibat dalam pembunuhan Brigadir J.
Dalam video pun hanya berisi kolase foto Ferdy Sambo, Putri Candrawathi hingga tersangka lain saat rekonstruksi pembunuhan Brigadir J.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan di atas, maka informasi yang diunggah oleh akun Keluarga Cemara mengenai dua anak Ferdy Sambo kabur karena diklaim ikut campur tangan eksekusi Brigadir J adalah tidak benar.
Berita Terkait
-
Mahfud MD Puji Berkas Perkara Sambo Lengkap Tanpa Bolak-balik Kejagung-Polri: Bolak Sekali Langsung Jadi
-
Beda Kubu, Kamaruddin Simajuntak Dukung Febri Diansyah Jadi Pengacara Putri Candrawathi
-
Duh, Putri Candrawathi Enggak Siap Ditahan, Kondisinya Masih Butuh Perawatan
-
Ada Kemungkinan Putri Candrawathi Ditahan Usai Dilimpahkan Penyidik Bareskrim Polri
-
Terseret Skenario Ferdy Sambo, Eks Kasat Reskrim Polres Jaksel AKPB Ridwan Soplanit Jalani Sidang Etik Hari Ini
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Digugat 21 Guru Besar, MKMK Siap Putuskan Dugaan Pelanggaran Etik Hakim MK Adies Kadir Pekan Ini
-
Geger Kabar Ratusan Pekerja Mie Sedaap Kena PHK, Menaker: Kita Monitor
-
Nasib Adies Kadir di MK di Ujung Tanduk? MKMK Segera Putuskan Laporan Dugaan Pelanggaran Etik
-
Fakta Mengejutkan di Balik Tren Padel Jakarta: 185 Lapangan Tak Punya Izin Dasar
-
Kapan Pastinya THR ASN 2026 Cair? Ini Bocoran dari Menkeu Purbaya
-
Menkeu Ungkap Defisit BPJS Capai Puluhan Triliun, Siap-siap Iuran Naik?
-
Bayang-Bayang Perang: 12 Jet Tempur Amerika Mendarat saat Iran-AS Bersiap Berunding di Jenewa
-
Debt Collector Penusuk Advokat Ditangkap di Semarang, Polisi Selidiki Motif
-
Said Didu Sebut Presiden Prabowo Berada di Titik "To Kill or To Be Killed"
-
Ngeri! Relawan Kemanusiaan Asal Jogja di Aceh Kena Teror, Dikirimi Bangkai Anjing Tanpa Kepala