Suara.com - Tensi politik nasional semakin meninggi jelang Pilpres 2024 yang baru digelar dua tahun ke depan. beragam manuver sudah dilakukan partai politik sebagai cara memanaskan mesin politik masing-masing.
Sejumlah tokoh yang digadang-gadang bakal menjadi capres juga mulai sering blusukan untuk menarik simpati rakyat.
Misalnya Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, Puan Maharani, Agus Harimurti Yudhoyono, bahkan Panglima TNI Andika Perkasa.
Dalam analisis politik global, dari para kandidat tersebut, Anies Baswedan dan Andika Perkasa disebut menjadi sosok yang difavoritkan oleh Amerika Serikat.
Hal ini dinyatakan sendiri oleh politisi senior Partai Nasdem Zulfan Lindan.
"Posisi Indonesia dalam kepentingan global kan stategis baik di Pasifik maupun Laut China Selatan," ungkap Zulfan dalam perbincangan yang tayang di Kanal YouTube Total Politik.
"Kalau seandainya calon presidennya adalah Anies dan Andika secara langsung ataupun tidak langsung akan menguntungkan Amerika Serikat," imbuhnya.
Lebih lanjut Zulfan menyebutkan bahwa kedekatan Andika dengan Amerika Serikat sudah terlihat sejak Panglima TNI itu menjabat KSAD.
"Kita lihat bahwa dua kali Andika ini melalukan latihan bersama dengan Marinir AS, padahal enggak ada angin enggak ada hujan, ini pasti ada apa," kata Zulfan.
"Kemudian Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta enggak pernah kunjungan ke Rusia, China, berarti Amerika Serikat melihat ini the second golden boy," imbuhnya.
Berbeda dengan Anies Baswedan, Prabowo Subianto memang sering kali datang ke Amerika Serikat, namun juga 'main' ke Rusia maupun China.
"China atau Rusia pasti akan memilih alternatif lain, yang sama sekali enggak pro-Amerika Serikat. Bisa Ganjar, bisa Puan bisa juga Prabowo," kata dia.
Anies Baswedan sendiri menyatakan dirinya memang bersedia maju ke Pilpres jika ada partai yang mau mengusungnya.
Sementara Andika Prakasa belum mengeluarkan pernyataan apa pun seusai dimasukkan dalam kandidat di Pilpres 2024 oleh berbagai survei.
Tag
Berita Terkait
-
Tinggi Badan Minimal Calon Taruna TNI Direvisi, Menhan Prabowo: Saya Dukung Penyesuaian
-
Backsound Musik agar FYP, Ini 25 Lagu Viral TikTok September 2022
-
Rusia Akan Caplok 4 Wilayah Ukraina usai Referendum yang Disebut "Palsu" oleh Barat
-
Soal Safari Politik Puan Maharani ke AHY, Demokrat: Kami Sangat Terbuka
-
Kapal Perang Amerika Serikat USS Charleston Sandar di Bali, Ada Apa?
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Respon Iran Atas Tawaran Damai AS Masih Misteri, Tenggat Waktu Marco Rubio Habis
-
Rudal Iran yang Dipakai Serang Kapal Amerika Ternyata Bertuliskan Pesan Ini
-
Soroti Tragedi Dukono, Ahli Kebencanaan: Gunung Bukan Tempat Cari Konten, Zona Bahaya Itu Garis Maut
-
AS Terbangkan Pesawat Charter Jemput Belasan Penumpang Kapal Pesiar Hantavirus
-
Perang Masih Panas, Donald Trump Urus Hantavirus: Semua Aman, AS Punya Orang Hebat
-
Bocah Perempuan Tewas Ditembak, TNI Buru OPM Pimpinan Guspi Waker di Tembagapura
-
AS Siapkan Karantina Militer di Nebraska Antisipasi Penularan Hantavirus Mematikan dari Kapal Pesiar
-
Putin Isyaratkan Akhir Perang Ukraina, Rusia Buka Dialog Keamanan Eropa
-
Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19
-
Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak