Suara.com - Kapolda Jatim, Irjen Nico Afinta kini tengah menjadi sorotan publik luas. Sebelumnya, nama Nico Afinta yang menjabat sebagai Kapolda Jawa Timur ini disebut-sebut ikut terlibat di dalam pusaran kasus dugaan pembunuhan berencana yang didalangi oleh Ferdy Sambo dan judi online konsorsium 303 Kaisar Sambo.
Belum kering soal nama Nico Afinta yang disebut ikut memperkuat skenario buatan Ferdy Sambo, kini dirinya ada di pusaran jasad-jasad suporter yang meninggal dalam tragedi mematikan di Stadion Kanjuruhan pada Sabtu (1/10/2022).
Dua kali publik tanah air berduka, dan dua kali pula nama Kapolda Jatim Nico Afinta ikut disebut-sebut ada di dalam pusarannya. Lantas, seperti apa peran Kapolda Jatim di pusaran tragedi Kanjuruhan dan kaisar Sambo? Mari simak ulasannya di bawah ini.
Keterlibatan Kapolda Jatim di Kasus Ferdy Sambo
Di kasus Ferdy Sambo, nama Nico Afinta beredar ikut andil dalam memperkuat skenario awal Ferdy Sambo mengenai baku tembak Bharada E dan Brigadir J. Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1992 ini disebut-sebut ikut terlibat setelah ada dugaan ikut dalam pertemuan Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran, dan Kapolda Sumatera Utara, Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak.
Diduga, para perwira tinggi itu berbagi tugas dengan cara menyebarkan informasi tembak-menembak, hingga pelecehan seksual di Duren Tiga. Namun, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo langsung pasang badan dengan meluruskan mengenai kabar miring soal jajarannya itu.
Kapolri mengatakan bahwa Kapolda Jawa Timur tidak terlibat dalam skenario pembunuhan yang dilakukan oleh Ferdy Sambo.
"Dugaan keterlibatan tiga kapolda (salah satunya Nico Afinta) di kasus FS, Propam dan tim Irsus sudah memeriksa. Sampai saat ini kesimpulannya tidak ada keterkaitan dengan skenario kasus FS," ujar Listyo Sigit dalam konferensi pers beberapa waktu lalu.
Selain itu, nama Irjen Nico Afinta juga tercatat dalam bagan 'Kaisar Sambo Konsorsium 303' alias konsorsium judi online dengan jaringan yang disebut ada di sejumlah provinsi, termasuk di Jawa Timur.
Baca Juga: Ridwan Kamil Sentil Jam Tayang Liga di Tragedi Kanjuruhan: Jangan selalu Kejar Rating TV
Pada bagan 'Kaisar Sambo dan Konsorsium 303' itu, nama Kapolda Jatim berada di bawah Ferdy Sambo. Irjen Nico disebut terlibat dalam 'konsorsium' itu sejak menjadi reserse. Dirinya disebut menerima aliran dana dari dua sumber, yaitu dari Wakil Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Jerry Raymond Siagian yang merupakan bawahan Nico Afinta ketika masih menjabat Direktur Reserse Kriminal Umum di Polda Metro Jaya sejak 2017.
Selain dari Jerry, Nico Afinta juga disebut menerima dana dari Kombes Taufik Herdiansyah Zeinardi yang menjabat sebagai Kabid Propam Polda Jatim, di mana Kombes Taufik dalam bagan itu disebut berperan sebagai 'Kasir Wilayah Jatim'.
Tragedi Kanjuruhan
Lagi-lagi, Polri harus bekerja keras lantaran nama Kapolda Jatim ini kembali terseret kasus besar, yaitu tragedi mematikan Stadion Kanjuruhan. Di kasus mematikan di Kanjuruhan itu, Kapolda Jatim dianggap sebagai satu di antara sosok yang harus ikut bertanggung jawab. Nico Afinta diduga lalai dalam memberikan arahan kepada anak buahnya pada saat terjadi tragedi berdarah di Stadion Kanjuruhan.
Melihat adanya tindakan aparat menembakkan gas air mata, hal itu menjadi bukti kesalahan atas minimnya pengawasan. Mengingat secara tegas FIFA telah melarang keras penggunaan senjata gas air mata di dalam sebuah pertandingan sepakbola.
Peneliti Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Bambang Rukminto, mendesak Kapolri supaya mencopot dua tokoh penting di tubuh Kepolisian Daerah Jawa Timur sebagai konsekuensi lantaran diduga salah dalam melakukan penanganan, yaitu Kapolres Malang, AKBP Ferli Hidayat, dan Irjen Nico Afinta.
Tag
Berita Terkait
-
Mahfud MD Sebut Pemerintah akan Teliti Kemungkinan Pelanggaran Hukum di Tragedi Kanjuruhan
-
Ridwan Kamil Sentil Jam Tayang Liga di Tragedi Kanjuruhan: Jangan selalu Kejar Rating TV
-
Tragedi Kanjuruhan: Jumlah Korban Terbaru, Instruksi Jokowi, dan Pernyataan Kontroversial Iwan Bule
-
Buntut Tragedi Kanjuruhan Valentino Jebret Mundur dari Komentator Liga 1
-
Para Pejabat yang Setor Muka Lewat Poster Duka Cita, Tragedi Kanjuruhan Jadi Momen Jualan Politik?
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
Terkini
-
Kedubes Rusia Sampaikan Duka atas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
-
Solidaritas Sumut dan Sumbar Hibahkan Rp287 Miliar untuk Pemulihan Aceh
-
Selesaikan Masalah Perkotaan, Wamendagri Bima Dorong Aglomerasi Berbasis Sektoral
-
Dari Kritik ke Tawa: Kehadiran Rocky Gerung di Istana jadi Strategi Prabowo Akhiri Era Oposisi?
-
Cekcok Saat Main Bola, Dua Pemuda Cengkareng Nekat Siram Air Keras Hingga Masuk Sel
-
Peneliti Soroti Kebijakan Menhan Soal Militer Asing di Langit RI, Minta DPR Perketat Pengawasan
-
Jelang May Day KSPSI Bocorkan Permenaker Outsourcing, Bakal Lebih Ketat?
-
Selamat Ginting Nilai Prabowo Masih Konsolidasi Hadapi Pengaruh Jokowi
-
Kemenhan Bahas Akses Langit RI, Connie Bakrie: Harga Diri Bangsa Lebih Mahal dari Bantuan Keamanan
-
Sadis dan Terencana: 7 Fakta Pengeroyokan Pelajar di Bantul, Motif Geng hingga Ancaman Hukuman Mati