- YLBHI mendesak negara mengusut tuntas penyerangan air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus di Jakarta.
- Negara dituntut bertanggung jawab penuh atas biaya pengobatan korban karena dianggap gagal melindungi pembela HAM.
- Korban saat ini dirawat di RSCM dengan luka bakar 24 persen; KontraS menyatakan teror tidak menghentikan perjuangan mereka.
Suara.com - Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhammad Isnur mendesak negara mengusut tuntas pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus.
Ia juga meminta negara bertanggung jawab penuh atas biaya pengobatan korban karena dinilai gagal memberikan perlindungan terhadap pembela hak asasi manusia.
Isnur mengatakan Andrie merupakan pembela HAM yang telah lama berada di garis depan dalam memperjuangkan berbagai kasus pelanggaran hak asasi manusia.
Selama lebih dari satu dekade, Andrie aktif bersama KontraS menyuarakan berbagai isu sensitif, mulai dari dugaan kekerasan aparat hingga persoalan meluasnya peran militer dalam ruang sipil.
Menurut Isnur, posisi Andrie sebagai pembela HAM membuatnya kerap menangani kasus-kasus besar yang berkaitan dengan pelanggaran hak asasi manusia di Indonesia.
Karena itu, serangan terhadap Andrie dinilai bukan sekadar kekerasan terhadap individu, melainkan juga ancaman terhadap gerakan masyarakat sipil secara luas.
“Serangan terhadap Andri adalah serangan terhadap kita semua. Serangan terhadap masyarakat sipil,” kata Isnur dalam konferensi pers di kantor YLBHI, Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Ia menegaskan negara memiliki kewajiban melindungi para pembela HAM sebagaimana diatur dalam berbagai standar internasional.
Karena itu, negara harus memastikan pengusutan kasus dilakukan secara serius hingga menemukan pelaku maupun aktor intelektual di balik serangan tersebut.
Baca Juga: Perjuangan HAM Tak Berhenti Usai Penyerangan Andrie Yunus, KontraS: We keep moving forward, Tatakae!
Isnur menilai pengungkapan kasus seharusnya tidak menemui kendala teknis jika aparat penegak hukum benar-benar menggunakan seluruh kemampuan penyelidikan yang dimiliki.
“Ini bukan soal kemampuan, tapi soal kemauan,” katanya.
Karena itu, YLBHI mendesak kepolisian menggunakan seluruh kemampuan penyelidikan secara ilmiah untuk mengungkap pelaku dan pihak yang berada di balik serangan tersebut.
Selain mendorong pengungkapan kasus, YLBHI juga menuntut negara bertanggung jawab terhadap pemulihan kesehatan korban.
Isnur menilai tanggung jawab tersebut muncul karena negara dinilai gagal memberikan perlindungan terhadap pembela HAM yang tengah menjalankan kerja advokasi.
“Negara harus menjaga dan bertanggung jawab atas petugas kemanusiaan yang sedang berjuang,” tegasnya.
Berita Terkait
-
Perjuangan HAM Tak Berhenti Usai Penyerangan Andrie Yunus, KontraS: We keep moving forward, Tatakae!
-
Ajak Warga Ikut Bongkar Pelaku Teror Air Keras Aktivis KontraS, Polri: Identitas Kami Lindungi
-
Feri Amsari: Negara Harus Ungkap Pelaku Serangan Andrie Yunus atau Dianggap Bagian dari Kejahatan
-
Wakil Ketua Komisi XIII DPR Kutuk Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus, Desak Aparat Usut Tuntas
-
Komisi XIII DPR: Percuma Ada Polisi Jika Tak Mampu Ungkap Motif Penyerang Andrie Yunus
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terkini
-
Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama
-
Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian
-
'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran
-
Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI
-
Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'
-
Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?
-
Mendagri Tito Dorong DKPP Tingkatkan Integritas Penyelenggara Pemilu
-
KPK Selidiki Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Bea Cukai, Pendiri IAW Diperiksa
-
Mengapa Pertamax Naik? Teddy Indra Wijaya Ungkap 3 Alasannya
-
Triana ke Mahasiswa: Jangan Lupakan Reformasi Agraria, Tanpa Itu Indonesia Tak Akan Berubah