Suara.com - Tragedi Kanjuruhan berdarah kini telah menjadi isu prioritas pemerintah. Kini, pemerintah telah mengerahkan berbagai upaya untuk mengupas tuntas tragedi yang terjadi usai laga sepak bola BRI Liga 1 antara Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022).
Duka yang dirasakan keluarga dan kerabat korban pun masih sangat terasa hingga menimbulkan trauma yang teramat sangat mendalam. Banyak korban yang merupakan anak-anak dan perempuan dalam tragedi tersebut, bahkan banyak pula anak-anak yang harus menjadi yatim piatu dalam sehari karena tragedi itu.
Adapun upaya pemerintah tersebut dalam bentuk santunan hingga dibentuknya sebuah tim gabungan independen pencari fakta (TGIPF) demi mengungkap tragedi tersebut hingga menemukan titik terang. Berikut deretan langkah pemerintah mengusut Tragedi Kanjuruhan.
Jadi bencana sosial, Kemensos beri santunan ke korban
Tragedi Kanjuruhan berdarah kini telah ditetapkan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) sebagai bencana sosial usai menewaskan ratusan korban jiwa. Selain itu, Mensos Tri Rismaharini akan memberikan santunan ke korban tragedi senilai Rp 15 juta.
"Ini termasuk bencana sosial, Kementerian Sosial juga menangani konflik-konflik seperti di Papua, dan beberapa tempat, kami juga menangani," ujar Mensos Risma melalui keterangannya pada Senin (3/10/2022).
"Kalau korbannya dalam satu keluarga ada dua, kami juga berikan dua. Kalau ada tiga, ya, kita berikan tiga, standarnya begitu. Kita berikan ini, kemudian, kita berikan sembako," lanjut politisi yang akrab disapa Risma itu.
Kemensos juga akan memberikan Layanan Dukungan Psikososial bagi keluarga korban meninggal via UPT Kemensos di seantero negeri. Layanan Dukungan Psikososial bagi keluarga korban meninggal.
Jokowi akan serahkan Rp 50 juta langsung ke keluarga korban
Baca Juga: Karangan Bunga Berjejer di Stadion Kanjuruhan, dari Suporter hingga Pejabat
Senada dengan Risma, Presiden Joko Widodo atau Jokowi juga akan memberikan santunan ke ahli waris korban Tragedi Kanjuruhan berbentuk uang tunai sejumlah Rp 50 juta.
Langkah sang Presiden tersebut diumumkan melalui Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD dan akan berlaku efektif Kamis (6/10/2022) mendatang.
"Untuk santunan korban insyaallah dalam waktu dua hari ke depan presiden akan mampir, akan menyerahkan sendiri bansos itu sebagai bentuk simpati dan empati serta perhatian pemerintah kepada korban pertandingan sepak bola di Kanjuruhan itu," tutur Mahfud di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (4/10/2022).
Jokowi bentuk TGIPF, diberi waktu satu bulan
Perihal pengusutan tuntas Tragedi Kanjuruhan, Jokowi juga telah membentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF). Adapun Jokowi hanya memberikan waktu satu bulan kepada tim tersebut untuk menyelesaikan tugasnya.
"Tim pencari fakta diminta bekerja kalau bisa tidak sampai satu bulan sudah bisa menyimpulkan. Karena masalah besarnya sebenarnya sudah diketahui, tinggal masalah-masalah detailnya yang itu bisa dikerjakan mungkin tidak sampai satu bulan," lanjut Mahfud.
Tag
Berita Terkait
-
Karangan Bunga Berjejer di Stadion Kanjuruhan, dari Suporter hingga Pejabat
-
Akun Polri Pamer Video 'Kesigapan' Evakuasi Korban Kanjuruhan, Banjir Amukan Warganet
-
Pele Sebut Tragedi Kanjuruhan Salah Satu Bencana Terbesar dalam Sepak Bola
-
Emak-emak Bakar Syal Arema FC: Takut Kehilangan Nyawa Anaknya karena Sepak Bola
-
Aremania Dituding Sebabkan Tragedi Kanjuruhan, Eks Jubir Gus Dur: Jahat Sekali, Sudah Difitnah Dibunuh Pula
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Teddy ke Dino Patti Djalal: Jangan Kaburkan Fakta Hasil Lawatan Prabowo
-
Teddy: Lawatan Luar Negeri Prabowo untuk Bangun Kedekatan dengan Pemimpin Dunia
-
Kebakaran Melanda Permukiman Padat di Kemayoran, 33 Mobil Damkar Dikerahkan
-
Dihadiri Wamen Ekraf, Borobudur Peace & Prosperity Festival Gaungkan Persatuan Lintas Budaya
-
DPRD DKI Minta Ragunan Evaluasi Total Sistem Keamanan Usai Anak Jatuh ke Kandang Gajah
-
Bukan Sekadar Seremonial, Seskab Teddy Beberkan 7 Prestasi Diplomasi Prabowo: Investasi Rp 2.430 T
-
Tim Jibom Temukan 'Granat Maut' di Lokasi Ledakan Biak, Olah TKP Terpaksa Ditunda
-
Seskab Teddy: Lawatan Luar Negeri Bukan Gagah-gagahan, Prabowo Tanggung Kelebihan Biaya
-
Jalan Lenteng Agung Ditutup hingga Selasa Pagi