Suara.com - Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha tengah menjadi sasaran bullying warganet. Ini setelah ia mengunggah cuitan bahwa tak ingin bicara politik di tengah masa berduka pasca tragedi Kanjuruhan.
“Hilangnya ratusan nyawa di #kanjuruhan membuat kami @psi_id menyingkirkan bahasa politik sementara, deklarasi capres di tengah kedukaan tentu menyisakan rasa nir empati. PSI konsisten menolak pemimpin pengusung politik identitas,” cuit Giring.
Kritikan Giring itu sendiri menyentil Partai NasDem yang mendeklarasikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai capres 2024, sehari setelah tragedi Kanjuruhan.
Tak disangka, sikapnya justru menjadi kontradiktif. Beberapa jam setelah menyatakan tidak ingin berbicara politik, PSI justru mendeklarasikan Ganjar Pranowo dan Yenny Wahid sebagai capres-cawapres mereka.
Diketahui, sosok Giring selama ini memang vokal mengkritik pemerintahan. Namun, pemerintahan yang dikritiknya bukan pemerintah pusat, melainkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang dipimpin Anies Baswedan.
Kritikan bertubi-tubi Giring ke Anies sendiri juga sempat mendapatkan sentilan dari Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. Riza sempat menantang Giring untuk menunjukkan prestasinya pada Januari silam.
Lantas apa prestasi Giring Ganesha?
Giring Ganesha diketahui memulai kariernya sebagai musisi, sebelum terjun ke dunia politik. Ia dikenal dengan suara merdunya selama menjadi vokalis Nidji.
Tak cuma itu, Giring juga memiliki banyak prestasi bersama Nidji, dengan dukungan banyak penggemar. Namun, ia kini telah meninggalkan dunia musisi itu untuk fokus menjadi politikus.
Berikut ini prestasi Giring Ganesha selain menjadi penyanyi:
Duta Sahabat Anak Indonesia
Prestasi Giring Ganesha adalah ia dipilih menjadi Duta Sahabat Anak Indonesia bersama Nafa Urbach dan Amel Carla.
Pengusaha Perusahaan Media
Prestasi lainnya yakni, ia merupakan seorang pengusaha. Usahanya bergerak di bidang media yang menyasar pembaca generasi Z dengan rentang usia dari 15 tahun hingga 25 tahun.
Tag
Berita Terkait
-
Bintang Emon Sentil Aparat Berbintang Tanggung Jawab Atas Tragedi Kanjuruhan: Polisi Baik Malah Jadi Korban
-
Presiden Jokowi Pastikan Korban Tragedi Kanjuruhan di Rumah Sakit Dapat Perawatan dan Pelayanan Terbaik
-
Sebut Tragedi Kanjuruhan karena Gas Air Mata Polisi, Fadli Zon: kenapa Gak Pakai Water Cannon?
-
Nuraninya Ramai Disorot, Ucapan Duka DPRD Jatim atas Tragedi Kanjuruhan Banjir Kritik Pedas
-
Alami Trauma, Penyintas Anak dan Perempuan Tragedi Kanjuruhan Perlu Penanganan Serius
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Indonesia Terpilih jadi Presiden Dewan HAM PBB, Amnesty International Indonesia: Kebanggaan Semu!
-
KPK Bongkar Alasan Jerat Eks Menag Yaqut: 'Permainan' Kuota Haji Tambahan Jadi Pemicu
-
Sinyal Keras KPK, Eks Menag Yaqut Secepatnya Ditahan di Kasus Korupsi Haji
-
Tanggapi Soal Pilkada Langsung dan Tidak Langsung, Menko Yusril: Keduanya Konstitusional