Suara.com - Kecintaan umat muslim kepada Rasulullah SAW adalah ibadah. Namun bagaimana hukum Maulid Nabi yang dirayakan setiap tahun?
Pasalnya, Nabi Muhammad sendiri tidak secara gamblang menganjurkan untuk memperingati hari kelahirannya. Berikut penjelasan hukum merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Memang, tidaklah sempurna keimanan seseorang hingga dia menjadikan Rasulullah SAW sebagai orang yang lebih dicintainya daripada dirinya sendiri, anaknya, orang tuanya, dan bahkan seluruh umat manusia. Demikian pula pengagungan Rasulullah SAW termasuk perkara ibadah.
Begitu pula membangkitkan perasaan cinta kepada Nabi Muhammad SAW juga termasuk bagian dari agama karena di dalamnya terkandung kecenderungan kepada syariatnya.
Namun, untuk membahas hukum perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW perlu ada dasar pendapat dari ulama. Seperti berikut ini.
Hukum Merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW
Dilansir dari laman muslim.or.id, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin memberikan penjelasan singkat mengenai hukum perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirayakan setiap tahun.
Pertama, malam kelahiran Rasulullah SAW tidak diketahui secara pasti kapan, bahkan sebagian ulama masa kini menyimpulkan hasil penelitian mereka bahwa sesungguhnya malam kelahiran Rasulullah SAW adalah pada tanggal 9 Robi’ul Awwal dan bukan malam 12 Robi’ul Awwal. Oleh sebab itu, menjadikan perayaan pada malam 12 Robi’ul Awwal tidak ada dasarnya dari sisi latar belakang historis.
Kemudian yang kedua, dari sisi tinjauan syariat maka merayakan Maulid Nabi pun tidak ada dasarnya. Sebab, apabila hal itu memang termasuk bagian syariat Allah SWT, maka tentunya Nabi SAW melakukannya atau beliau sampaikan kepada umatnya. Dan jika beliau pernah melakukannya atau menyampaikannya maka mestinya ajaran itu terus terjaga, sebab Allah SWT berfirman yang artinya, “Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al Quran dan Kami lah yang menjaganya", (QS Al-Hijr: 9).
Baca Juga: 25 Link Twibbon Maulid Nabi Muhammad SAW 2022 Terbaru, Desain Simple Tapi Keren
Sehingga, tatkala ternyata sedikit dari kemungkinan tersebut tidak ada yang terbukti, maka dapat dimengerti bahwa hal itu memang bukan bagian dari ajaran agama Allah SWT. Sebab, kita tidaklah diperbolehkan untuk beribadah kepada Allah SWT dan mendekatkan diri kepada-Nya dengan cara-cara seperti itu.
Hukum memperingati atau merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah boleh dan tidak termasuk bid’ah dhalalah (mengada-ada yang buruk) tetapi bid’ah hasanah (sesuatu yang baik). Pasalnya, tidak ada dalil-dalil yang mengharamkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Tradisi memperingati atau merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW di Indonesia memang sudah dilakukan sejak dulu. Peringatan Maulid Nabi SAW yang digelar setiap 12 Robi'ul Awwal dilakukan dengan beragam cara di antaranya pengajian, pembacaan sholawat, pembacaan Al-Quran, dan santunan serta sedekah kepada anak yatim maupun orang tidak mampu.
Kembali ke masalah hukum Maulid Nabi SAW, dilansir dari laman mui.or.id, pada dasarnya adalah boleh dan masuk dalam bid'ah hasanah. Bid’ah hasanah merupakan sesuatu yang tidak dilakukan oleh Nabi maupun para sahabatnya, namun perbuatan tersebut memiliki nilai kebaikan dan tidak bertentangan dengan Al-Quran dan Al-Hadits. Sedangkan bid’ah dhalalah merupakan suaty perbuatan baru dalam agama yang bertentangan dengan Al-Quran dan Hadits.
Kontributor : Rishna Maulina Pratama
Berita Terkait
-
25 Link Twibbon Maulid Nabi Muhammad SAW 2022 Terbaru, Desain Simple Tapi Keren
-
Apakah 8 Oktober 2022 Tanggal Merah? Libur Maulid Nabi Tahun Ini Tidak Digeser
-
Amalan Malam Maulid Nabi yang Perlu Dilakukan Umat Muslim, Tak Hanya Sholawat
-
Ingin Download Sholawat Nabi MP3? Begini Cara Unduh dan Putar saat Maulid Nabi 2022
-
20 Kata-kata Ucapan Maulid Nabi 2022 Islami, Bagikan ke Medsosmu!
Terpopuler
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Promo THR Alfamart Maret 2026: Sirup Marjan dan Biskuit Lebaran Diskon Gila-gilaan, Mulai 6 Ribuan
- 5 Mobil Bekas untuk Jangka Panjang: Awet, Irit, Pajak Ringan, dan Ramah Kantong
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
Terkini
-
Video Penyerangan Petasan ke Toko Tramadol Viral, Polisi Gerebek Kios dan Sita Ratusan Pil
-
Dari Tenda ke Kelas Darurat, 6 RKD Kini Hadir untuk Pulihkan Pembelajaran di Pidie Jaya Aceh
-
Indonesia Masuk 2 Besar Negara Kasus Campak Tertinggi di Dunia, Ternyata Ini Penyebabnya!
-
Kala Balai Kota Jakarta Jadi Tempat Berburu Sembako Murah Tanpa Dompet dan Wadah Berbagi
-
Mahfud MD Paparkan Solusi Atasi Kekosongan Kepala Daerah, Pemilu Sela hingga Perpanjangan Jabatan?
-
Rem Blong Picu Kecelakaan Beruntun 7 Kendaraan di Tol JORR, Dua Orang Luka
-
Update Perang Pakistan vs Afghanistan: BBM Langka, 160 Ribu Warga Terancam Kelaparan
-
Baru Bebas, Amnesty International Kecam Penangkapan Ulang Komar Terkait Tuduhan Penghasutan
-
Kapal Tangker Bermuatan Avtur Alami Kendala di Perairan Pantai Glagah, Distribusi Dipastikan Aman
-
Tampang Insinyur India Diduga Agen Mossad, Bocorkan Lokasi Strategis Negara Sekutu AS