- Perang terbuka Pakistan dan Afghanistan meletus akhir Februari 2026 setelah serangan udara Pakistan ke Kabul dan Kandahar.
- Konflik dipicu sengketa Garis Durand, menyebabkan distribusi bantuan pangan oleh WFP ke 160.000 warga terhenti.
- Krisis energi Pakistan memburuk akibat gangguan pasokan minyak dari Selat Hormuz, memicu langkah penghematan darurat.
Suara.com - Hubungan antara Pakistan dan Afghanistan kini benar-benar pecah setelah ketegangan di perbatasan meledak menjadi perang terbuka pada akhir Februari 2026.
Perang ini bermula ketika Pakistan melancarkan serangan udara besar-besaran ke ibu kota Afghanistan, Kabul, serta wilayah Kandahar pada Jumat pagi, 27 Februari 2026.
Langkah drastis ini diambil Pakistan sebagai aksi balasan atas serangan pasukan Afghanistan terhadap tentara perbatasan mereka sebelumnya.
Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, secara tegas mendeklarasikan status perang terbuka ini melalui media sosial X, menandakan bahwa diplomasi kedua negara telah mencapai titik buntu.
Padahal, akar perselisihan ini sebenarnya sudah berlangsung sangat lama, berawal dari sengketa Garis Durand sepanjang 2.670 kilometer yang tidak pernah diakui sepenuhnya oleh Kabul sebagai perbatasan internasional.
Dampak dari “perang saudara” sesama negara Muslim ini langsung memukul masyarakat sipil di akar rumput secara telak.
Terancam Kelaparan, Minyak Langka
Badan pangan dunia, World Food Programme (WFP), melaporkan bahwa mereka terpaksa menghentikan sementara operasional distribusi bantuan pangan darurat akibat serangan udara dan kontak senjata yang terus meluas.
Kondisi ini menyebabkan sedikitnya 160.000 warga Afghanistan kini berada dalam bayang-bayang kelaparan akut tanpa akses bantuan.
WFP memperingatkan bahwa konflik ini memperparah krisis kemanusiaan di wilayah perbatasan, di mana lebih dari setengah distrik yang terjebak dalam zona pertempuran sudah berada pada level kelaparan darurat.
Provinsi seperti Kunar dan Nangarhar, yang tahun lalu baru saja luluh lantak akibat gempa bumi, kini harus kembali menghadapi penderitaan sebagai garis depan medan perang.
Di sisi lain perbatasan, Pakistan sendiri mulai didera krisis internal yang tak kalah hebat akibat terganggunya jalur pasokan energi global.
Perang yang terjadi di tengah memanasnya konflik Timur Tengah ini telah mengganggu lalu lintas maritim di Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital bagi pasokan minyak Pakistan.
Mengingat Pakistan bergantung pada impor untuk memenuhi lebih dari 80 persen kebutuhan minyaknya, ketersediaan BBM pun mulai langka dan menghantui stabilitas ekonomi negara tersebut.
Harga bahan bakar melonjak drastis hingga 20 persen dalam waktu singkat, dengan harga bensin menyentuh angka 1,15 dolar AS per liter.
Berita Terkait
-
Tampang Insinyur India Diduga Agen Mossad, Bocorkan Lokasi Strategis Negara Sekutu AS
-
Ratusan Prajurit Amerika Mulai Membelot, Muak dengan Pembantaian Siswi SD di Minab
-
The Economist Kritik Habis Trump: Perang Anda Melawan Iran Tak Akan Berhasil
-
Analis: Perang Iran Tak Kunjung Usai, Siapa yang Paling Untung?
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
Terpopuler
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Promo THR Alfamart Maret 2026: Sirup Marjan dan Biskuit Lebaran Diskon Gila-gilaan, Mulai 6 Ribuan
- 5 Mobil Bekas untuk Jangka Panjang: Awet, Irit, Pajak Ringan, dan Ramah Kantong
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
Terkini
-
Rem Blong Picu Kecelakaan Beruntun 7 Kendaraan di Tol JORR, Dua Orang Luka
-
Baru Bebas, Amnesty International Kecam Penangkapan Ulang Komar Terkait Tuduhan Penghasutan
-
Kapal Tangker Bermuatan Avtur Alami Kendala di Perairan Pantai Glagah, Distribusi Dipastikan Aman
-
Tampang Insinyur India Diduga Agen Mossad, Bocorkan Lokasi Strategis Negara Sekutu AS
-
Aturan Ganjil Genap Ditiadakan Selama Libur Lebaran dan Nyepi, Ini Tanggalnya
-
BGN Klarifikasi Video Viral Menu MBG di Pamekasan, Sebut Paket Makanan Sebenarnya Lengkap
-
Bantargebang Belum Pulih, Ini Kapasitas Baru RDF Rorotan yang Siap Olah Ribuan Ton Sampah Tiap Hari
-
Populasi Komodo Kian Terancam, Pemerintah Didesak Buat Aturan Baru Perlindungan Habitat
-
Jimly Asshiddiqie Usul 16 UU Kepemiluan Disatukan Lewat Omnibus Law
-
Adik Benjamin Netanyahu Dikabarkan Tewas Rumahnya Dibom Iran, Begini Kata Israel