Suara.com - Pihak kepolisian di India menembak mati seekor harimau yang menerkam sedikitnya sembilan orang hingga tewas di Champaran, di negara bagian Bihar.
Berdasarkan laporan BBC, binatang yang dijuluki “pemakan orang dari Champaran” itu dibunuh setelah sebelumnya diburu oleh sekitar 200 petugas polisi serta pejabat-pejabat distrik.
Beberapa petugas turut berpatroli dengan menaiki gajah dalam upaya pencarian itu.
Operasi tersebut dipimpin oleh kepolisian Bihar yang mengepung ladang tebu di dekat desa Sitaltola Baluwa untuk membunuh harimau berusia tiga tahun yang dikenal dengan nama T-104. Harimau jantan itu disebut telah meneror masyarakat di sekitar Cagar Alam Harimau Valmiki.
Kumar Gupta, kepala petugas satwa liar di wilayah tersebut, mengatakan kepada Times of India bahwa harimau itu telah diklasifikasikan sebagai hewan yang "berbahaya bagi kehidupan manusia".
Direktur Cagar Alam Harimau Valmiki, Nesamani K, mengatakan perburuan terakhir untuk menemukan T-104 dimulai pada Sabtu (8/10), tak lama setelah muncul kabar bahwa seorang ibu dan anaknya tewas diterkam harimau.
"Itu adalah malam yang panjang bagi seluruh penduduk desa," kata Paltu Mahato kepada Hindustan Times. "Beberapa dari kami terus membentur-benturkankan batu, sementara yang lain memukuli wadah kaleng untuk mengusir harimau itu."
Upaya untuk menenangkan hewan itu tidak berhasil, dan harimau itu menunjukkan "tidak adanya rasa takut" ketika dikelilingi oleh anggota operasi pencarian, tambah Gupta.
Dengan menaiki dua gajah, dua tim masuk ke dalam hutan, dan tim ketiga bersiaga di lokasi di mana harimau tersebut diperkirakan akan keluar.
T-104 ditembak pada pukul 15.15 waktu setempat pada hari Sabtu.
Penjaga satwa liar Bihar mengatakan tidak ada informasi yang menunjukkan penerkaman terhadap warga dilakukan oleh harimau lain.
India merupakan rumah bagi lebih dari 70 persen populasi harimau liar di dunia. Meski demikian, cagar alam yang ada di negara itu belum berkembang sesuai dengan tingkat perkembangan populasi harimau
Hewan ini kemudian terpaksa bermigrasi ke wilayah yang ditempati manusia agar dapat bertahan hidup, yang menyebabkan matinya ternak dan, terkadang, manusia.
Menurut data pemerintah tahun 2019, 40 hingga 50 orang tewas dibunuh oleh harimau setiap tahunnya.
Berita Terkait
-
Pacari Gadis dan Ibunya Sekaligus, Pemuda 21 Tahun Tewas Dikeroyok
-
Terinspirasi Money Heist, Altaf Bawa Kabur Rp 62 Miliar dari Lemari Besi Bank
-
Tak Diberi Uang Usai Kalah di Pasar Saham, Anak dan Menantu Aniaya Orangtua hingga Tewas
-
Lamarannya Ditolak, Surya Tikam Gadis 22 Tahun yang Baru Turun dari Motor
-
Gadis Diperkosa Tiga Orang, Ibu Pelaku Lalu Bakar Korban Hidup-hidup
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek
-
Potensi RI Punya 89 Ribu Ton Uranium, BRIN Paparkan Ambisi Nuklir ke Prabowo
-
Internal Golkar Wonosobo Bergolak, Mahkamah Partai Diminta Turun Tangan