Suara.com - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) kembali membuka pendaftaran Beasiswa Unggulan 2022. Beasiswa ini ditujukan untuk mahasiswa yang akan menempuh S1, S2, S3 serta calon mahasiswa yang telah memiliki surat keterangan diterima di perguruan tinggi. Lantas apa saja syarat Beasiswa Unggulan 2022? Ketahui informasi selengkapnya berikut ini.
Beasiswa ini akan mengutamakan program pembelajaran di dalam negeri atau kampus dalam negeri. Beasiswa Unggulan sendiri terdiri dari dua jenis, yaitu beasiswa Masyarakat Berprestasi dan juga beasiswa Pegawai Kemendikbudristek.
Beasiswa Unggulan akan diberikan secara penuh selama 4 tahun untuk mahasiswa jenjang S1 dan 2 tahun untuk mahasiswa jenjang S2. Selain biaya perkuliahan, nantinya para mahasiswa juga akan menerima biaya hidup serta sejumlah biaya pengembangan.
Sementara itu, untuk beasiswa Pegawai Kemendikbudristek rencananya akan diberikan kepada PNS di lingkungan kementerian itu sendiri untuk melanjutkan S2 ataupun S3 di dalam atau luar negeri melalui skema tugas belajar.
Syarat Beasiswa Unggulan 2022
Beasiswa Unggulan masyarakat berprestasiuntuk jenjang Sarjana, Magister dan Doktoral dapat diikuti oleh para calon mahasiswa yang telah memiliki surat diterima di perguruan tinggi ataupun mahasiswa yang sudah melangsungkan perkuliahan maksimal yakni semester 3 pada saat mendaftar (mulai perkuliahan yaitu semester gasal 2021/2022).
Beasiswa Unggulan masyarakat berprestasi akan diberikan kepada masyarakat yang berprestasi ditingkat internasional atau nasional serta berkontribusi kepada daya saing bangsa di dalam segala bidang.
Untuk mendapatkan beasiswa ini, calon peserta harus memenuhi beberapa syarat di bawah ini.
1. Beasiswa Masyarakat Berpestasi
Baca Juga: Pendaftaran Pelatihan Bangkit 2023 Dibuka! Ilmu Gratis dari Google, GoTo, dan Traveloka
• Diutamakan peserta yang memiliki sertifikat prestasi akademik atau non akademik ditingkat internasional dan/atau nasional
• Telah mendapatkan rekomendasi dari institusi terkait
• Tidak sedang menerima beasiswa sejenis yang bersumber dari APBN dan/atau APBD dengan komponen pembiayaan yang sama
• Sudah diterima di Perguruan Tinggi dalam negeri dibawah Kemendikbudristek dengan akreditasi institusi atau program studi paling rendah B Sangat Baik
• Mahasiswa aktif dan telah terdaftar di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti)
2. Beasiswa Pegawai Kemendikbudristek
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
-
Obsesi Epstein Bangun 'Pabrik Bayi' dengan Menghamili Banyak Perempuan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
Terkini
-
Geger Tragedi Siswa SD di NTT, Amnesty International: Ironi Kebijakan Anggaran Negara
-
Rute MRT Balaraja Dapat Restu Komisi D DPRD DKI: Gebrakan Baru Transportasi Aglomerasi
-
Wamensos Minta Kepala Daerah Kaltim & Mahakam Ulu Segera Rampungkan Dokumen Pendirian Sekolah Rakyat
-
Dukung 'Gentengisasi' Prabowo, Legislator Demokrat: Program Sangat Menyentuh Masyarakat
-
Pemulihan Pascabencana Sumatera Berlanjut: Pengungsi Terus Berkurang, Aktivitas Ekonomi Mulai Pulih
-
DPR Soroti Tragedi Siswa SD NTT, Dorong Evaluasi Sisdiknas dan Investigasi Menyeluruh
-
Dobrak Kemacetan Jakarta-Banten, Jalur MRT Bakal Tembus Sampai Balaraja
-
Pakar Soal Kasus Chromebook: Bukti Kejagung Bisa Gugurkan Dalih Niat Baik Nadiem Makarim
-
Benang yang Menjaga Hutan: Kisah Tenun Iban Sadap dari Jantung Kalimantan
-
Menpar Widiyanti Bantah Isu Bali Sepi Wisatawan, Ungkap Data 12,2 Juta Kunjungan di 2025