Suara.com - Ki Sabdo Jagad Royo tengah menghebohkan jagat media sosial. Tepatnya setelah ia mengklaim bahwa Presiden Joko Widodo atau Jokowi mempunyai utang yang belum dibayarkan kepadanya. Siapakah dia?
Dalam momen tersebut, Ki Sabdo juga mengaku jika kemenangan Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta hingga kini mampu menduduki posisi orang nomor satu di Indonesia tidak lepas dari bantuannya.
Salah satu yang mengunggah video pernyataan itu adalah akun Twitter @Matinokhoirudi2. Terlihat pria lanjut usia yang mengaku bernama Ki Sabdo menuntut Jokowi agar segera membayar biaya jasa paranormalnya.
"Ki Sabdo Jagad Royo sekarang hadir lagi. Ki Sabdo Jagad Royo menyampaikan kepada Presiden RI, Joko Widodo, Ki Sabdo sudah sukses mengantar Joko Widodo jadi Gubernur DKI Jakarta, lanjut jadi Presiden RI 2014-2019, lanjut jadi Presiden RI lagi 2019-2024," katanya dalam video yang beredar.
"Sekarang saya menagih dan saya minta kepada Joko Widodo, mana bayaran saya, Jokowi?" sambungnya.
Siapa Ki Sabdo Jagad Royo?
Informasi pribadi Ki Sabdo Jagad Royo, seperti nama asli, usia, keluarga, hingga pendidikannya tidak diketahui. Namun, ia disebut berasal dari Surabaya. Ia sudah cukup lama dikenal publik sebagai paranormal.
Salah satunya di tahun 2014, Ki Sabdo pernah menyampaikan dukungannya kepada Prabowo Subianto dan Hatta di Pilpres 2014. Pria yang mengklaim dirinya sebagai Presiden Alam Gaib itu mengaku siap mati jika Prabowo tidak terpilih menjadi presiden.
Lebih lanjut, Ki Sabdo menyatakan siap disanksi pidana kurungan dan mati. Lalu, yang melakukannya harus Prabowo sendiri. Hal ini ia gaungkan di panggung deklarasi Rumah Polonia, Jumat (13/6/2014).
Baca Juga: Sidang Gugatan Dugaan Ijazah Palsu Jokowi Digelar PN Jakarta Pusat 18 Oktober
Aksi lainnya yang disorot publik, yakni menjelang pelantikan Joko Widodo sebagai presiden pada 20 Oktober 2019 lalu. Dalam sebuah video yang viral di media sosial, Ki Sabdo mengaku dapat memanggil bangsa jin untuk mengamankan acara itu.
Ki Sabdo bahkan mengklaim dirinya telah melakukan 'gladi bersih' secara spiritual dengan bangsa jin. Saat itu, ia juga mengaku membawa Ratu Pantai Selatan untuk menjaga pelantikan Jokowi agar bisa berjalan lancar.
Di awal masa pandemi Covid-19, Ki Sabdo juga kerap membuat publik geger. Ia mengaku telah menemukan obat penangkal corona yang didapatinya dari Allah SWT.
"Asal mula saya mendapat obat ini, semua saat saya memohon kepada Allah SWT untuk diberikan petunjuk dan akhirnya saya dikasih," kata Ki Sabdo kepada Kontributor Suara.com saat ditemui di Surabaya pada Selasa (11/2/2020).
Ia mengatakan jika penemuannya yang bernama Wu Corn itu sebagai obat paling ampuh untuk menangkal corona. Obat itu katanya bukan herbal melainkan berupa kapsul yang berasal dari racikan bahan kimia.
"Saya dapat ini bukan dari apotek. Ini semua saya terima saya dapatkan dari Allah SWT. Karena saya bukan dokter, jadi ditunjukkan. Obat ini sangat luar biasa menurut saya. Ini obat satu-satunya," ungkap Ki Sabdo.
"Obat ini bukan herbal tapi kimia. Semua saya memohon kepada Allah SWT saat minta petunjuk. Saya dikasih. Bukan sekadar saya meramu, bukan," imbuhnya.
Melanjutkan pernyataannya menagih Jokowi yang tengah viral, Ki Sabdo dalam video terlihat mengenakan berbagai perhiasan emas. Disitu, ia juga tampak mengulang tuntutan pembayaran jasa paranormal hingga tiga kali.
"Sampai hari ini saya tidak pernah menerima uang bayaran satu rupiah pun dari Joko Widodo," ungkap Ki Sabdo.
Ki Sabdo juga mengibaratkan Jokowi seperti kacang yang lupa kulit. Sebab, presiden seolah menghilangkan peran paranormal itu di balik karier politiknya yang mulus. Padahal, katanya, ia sudah meminta kesuksesan Jokowi kepada Sang Pencipta.
"Ibarat Joko Widodo itu kacang lupa dengan kulitnya. Jokowi... Anda saya ingatkan, Allah SWT tidak tidur, Jokowi!" kata Ki Sabdo tegas.
"Saya minta kesuksesanmu dari Allah SWT, saya kembalikan lagi kepada Allah SWT. Jokowi mana bayaran saya Jokowi?" tagihnya lagi.
Kontributor : Xandra Junia Indriasti
Tag
Berita Terkait
-
Sidang Gugatan Dugaan Ijazah Palsu Jokowi Digelar PN Jakarta Pusat 18 Oktober
-
PSSI Bantah Tak Dilibatkan dalam Kolaborasi Transformasi Sepak Bola Indonesia oleh Pemerintah dan FIFA
-
'Demokrat Harus Tunjukkan Warnanya', AHY Sentil Lagi soal Infrastruktur sampai Kenaikan Harga BBM Era Jokowi
-
PDIP Belum Kasih Kepastian Soal Pemilu 2024, Pengamat Nilai Ganjar Pranowo Pilih Jalan Sendiri
-
Isu Ijazah Palsu Jokowi Sudah 'Dibungkam' Rektor UGM, Penggugat Malah Balik Serang Gibran Rakabuming
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
Pilihan
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
Terkini
-
Aktifitas Sentul City Disetop Pascabanjir, Pemkab Bogor Selidiki Izin dan Drainase
-
Anggota MRP Tolak PSN di Merauke: Dinilai Ancam Ruang Hidup dan Hak Masyarakat Adat
-
Kemensos dan BPS Lakukan Groundcheck 11 Juta PBI-JKN yang Dinonaktifkan, Target Tuntas Dua Bulan
-
Bupati Buol Akui Terima Rp 160 Juta dan Tiket Konser BLACKPINK, KPK Siap Usut Tuntas!
-
KPK Dalami Hubungan Jabatan Mulyono di 12 Perusahaan dengan Kasus Restitusi Pajak
-
Saksi Ahli Berbalik Arah! Mohamad Sobary Dukung Roy Suryo Cs dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi
-
Gus Yaqut Praperadilan: Ini Tiga Alasan di Balik Gugatan Status Tersangka Korupsi Kuota Haji
-
Kampung Nelayan Merah Putih Diubah Jadi 'Mesin Ekonomi' Baru, Ini Rencananya
-
Jadi Saksi Ahli Dokter Tifa Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, Din Syamsuddin Diperiksa Selama 4 Jam
-
Israel Resmi Gabung BoP, Pakar UGM Sebut Indonesia Terjebak Diplomasi 'Coba-Coba' Berisiko Tinggi