Suara.com - Produsen vaksin di India memusnahkan sebanyak 100 juta dosis vaksin COVID-19 yang telah kedaluwarsa, setelah sebelumnya menghentikan produksi vaksin pada bulan Desember tahun lalu.
Serum Institute of India (SII), yang merupakan produsen vaksin terbesar di dunia, mengatakan mereka terpaksa membuang hingga 100 juta dosis vaksin COVID-19 buatan mereka setelah kedaluwarsa.
Menurut BBC, perusahaan ini memproduksi versi lokal dari vaksin Vaxzevria buatan AstraZeneca, yang diberi nama Covishield. Vaksin ini sendiri menyumbang hingga 90 persen dari total dosis yang diberikan untuk warga India.
Meski demikian, SII berhenti memproduksi Covishield pada bulan Desember tahun lalu karena rendahnya permintaan, CEO Adar Poonawalla mengatakan pada hari Kamis (20/10).
"Vaksin booster tidak memiliki permintaan karena orang sekarang tampak muak dengan Covid," kata Poonawala kepada wartawan. "Jujur, saya juga muak. Kita semua [muak]."
Menurutnya, SII memiliki stok sekitar 100 juta dosis Covishield yang kedaluwarsa pada bulan September tahun ini.
"Ke depan, ketika orang mengambil vaksin flu setiap tahun, mereka mungkin turut mengambil vaksin COVID," ujar Poonawala. "Tapi di India, tidak ada budaya menerima vaksin flu setiap tahun seperti di Barat."
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, India telah memberikan lebih dari dua miliar dosis vaksin COVID-19, dan lebih dari 70 persen populasi di India telah mendapat setidaknya dua dosis.
Pada Januari 2022, India mulai memberikan dosis booster kepada petugas kesehatan dan petugas garis depan, serta warga berusia di atas 60 tahun yang memiliki penyakit penyerta. Booster kemudian diberikan ke semua orang dewasa.
Pada bulan Juli, dosis booster gratis diberikan kepada semua orang dewasa selama 75 hari untuk memperingati 75 tahun kemerdekaan India.
Meski demikin, Kemenkes mengatakan baru sebanyak 298 juta dosis booster telah berhasil diberikan kepada warga di India.
Berita Terkait
-
Aktris Serial TV "Sasural Simar Ka" Vaishali Takkar Bunuh Diri
-
Sulit Dapat Vaksin Covid-19 Booster? Ternyata Stoknya Tinggal 1 Juta Dosis!
-
6 Artis India yang Lahir di Luar Negeri, Sukses Jadi Bintang Bollywood
-
Obat Sirup India Jadi Biang Kerok Kematian 70 Anak, Aktivis: Kasus Serupa Rutin Terjadi
-
Miris! Kasta Dalit, Kasta Paling Rendah di India dan Diperlakukan Lebih Rendah dari Binatang
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Tak Hanya dengan Rudal, Begini Cara Bejat Tentara Zionis Usir Warga Palestina dari Tepi Barat
-
Siap-siap Nabung! Presiden Prabowo Berencana Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia
-
Harga BBM dan Sembako Naik, Puan Minta Pemerintah Lakukan Mitigasi Cepat
-
Kejagung Bongkar Perusahaan Bayangan Zarof Ricar, Dibuat Khusus untuk Pencucian Uang
-
Nasi Hambar dan Salah Jam Makan, Peneliti Celios Temukan Banyak Siswa Buang Jatah MBG
-
Terusir dari Rumah Sendiri, Kisah Suku Yanomami yang Tinggal di Paris Hutan Amazon
-
Dasco Wakili Presiden Prabowo Lepas Keberangkatan Kloter I Jemaah Haji ke Mekkah Hari Ini
-
Warga Yordania Usir Militer AS, Sadar Negaranya Cuma Dijadikan 'Boneka'
-
Penembakan Turis di Piramida Teotihuacan Meksiko Mengancam Keamanan Piala Dunia 2026
-
PM Terpilih Hungaria Ancam Tangkap Benjamin Netanyahu Jika Masuk Wilayahnya