Suara.com - Seorang Muslim yang merasa telah memiliki banyak kesalahan dan berdosa besar dianjurkan untuk mengerjakan sholat taubat. Seperti apa bacaan niat sholat taubat dan tata cara yang benar?
Sholat taubat adalah sholat sunnah yang dikerjakan oleh seseorang yang memohon ampunan atas segala dosa kepada Allah SWT. Sholat ini dianjurkan dikerjakan secara munfarid atau sendirian.
Dalil Sholat Taubat
Anjuran bertaubat memohon ampunan kepada Allah SWT tertuang dalam hadis riwayat Ibnu Majah yang artinya sebagai berikut.
"Setiap anak keturunan Adam adalah orang yang berbuat kesalahan, dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah orang yang bertaubat." (HR. Ibnu Majah)
Selain itu, anjuran untuk mendirikan sholat taubat juga telah difirmankan Allah SWT dalam Surat At-Tahrim ayat 8 yang artinya sebagai berikut.
"Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai." (QS At Tahrim:8)
Dalam mengerjakan sholat taubat tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Oleh karenanya, simak bacaan niat sholat taubat beserta tata cara yang benar.
Niat Sholat Taubat
Bacaan niat sholat taubat yang dibaca sebelum memulai sholat sebagai berikut.
"Ushalli sunnatat taubati rokaataini lillahi taala"
Artinya: “Saya niat shalat sunnah taubat dua rakaat karena Allah.”
Tata Cara Sholat Taubat yang Benar
Setelah membaca niat sholat taubat di atas, maka lanjutkan dengan mengikuti gerakan tata cara sholat taubat yang benar. Secara umum, tata cara sholat taubat sama seperti gerakan sholat pada umumnya, yakni sebagai berikut.
- Melakukan takbiratul ihram
- Baca doa iftitah
- Baca surat Al Fatihah dilanjutkan dengan membaca surat pendek A-Qur'an
- Rukuk
- I'tidal
- Duduk di antara dua sujud
- Sujud kedua
- Berdiri melanjutkan rakaat kedua kemudian mengulangi gerakan dari membaca surat Al Fatihah
- Tasyahud akhir
- Salam
Doa Sholat Taubat
Berita Terkait
-
Kumpulan Doa Agar Tidak Sakit dan Pola Hidup Sehat Ala Rasulullah
-
Doa Tahajud Latin dan Artinya, Bacalah Setelah Selesai Sholat Tahajud
-
Apakah Doa Buka Puasa Senin Kamis Sama Seperti Puasa Ramadan? Simak Jawabannya di Sini!
-
Kapan Waktu Membaca Doa Qunut yang Benar? Ini Tata Caranya saat Sholat Berjamaah dan Sendirian
-
Dalil Puasa Senin Kamis Lengkap dengan Niat dan Doanya
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
Terkini
-
Guru Besar UGM Soroti Penetapan Dadan sebagai Tersangka: Kenapa Baru Sekarang?
-
Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS, Ketua Banggar DPR: Sudah Lewati Batas Psikologis
-
Gara-Gara Bunyi Desis di Gardu PLN, 45 Kelurahan Jakarta Terancam Krisis Air Akhir Pekan Ini
-
Kenapa Perdamaian Perang AS - Iran Maju Mundur?
-
Pakar UGM Usul 3 Reformasi MBG: Fokus ke Siswa Miskin hingga Benahi Menu
-
Usai Dadan Terasangka, Prabowo Ultimatum Mitra Makan Bergizi Gratis: Yang Brengsek Segera Tobat!
-
Rudal Iran Hantam Bandara Kuwait, Teheran Klaim Eror Sistem Patriot AS
-
Kejati Jakarta Tetapkan Ko Xiong Tersangka Korupsi Kredit Rp600 Miliar di KoinWorks
-
Bom Waktu di Bawah Aspal Jakarta: Mengapa Jalan Amblas Bisa Terjadi Lagi?
-
Limbah Filter Rokok Picu Polusi Mikroplastik Global, Lebih Berbahaya?