Suara.com - Kementerian Kesehatan menyebut jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 pada Selasa (25/10/2022), bertambah 3.008 kasus dengan provinsi yang menyumbang penambahan kasus tertinggi, yakni DKI Jakarta sebanyak 889 kasus.
Siaran pers Kemenkes, memperlihatkan Jawa Timur dan Jawa Barat menempati urutan kedua dan ketiga dengan penambahan 461 dan 437 kasus.
Disusul Banten di posisi keempat dengan penambahan 250 kasus. Jawa Tengah di posisi kelima dengan penambahan 226 kasus.
Kemenkes juga menyampaikan ada 11 provinsi yang mencatatkan penambahan kasus Covid-19 di bawah 10 kasus pada hari ini. Selain itu terdapat dua provinsi yang tidak ada penambahan kasus Covid-19, yaitu Gorontalo dan Maluku.
Kemudian jumlah pasien yang berhasil sembuh dari penularan Covid-19 di Tanah Air pada hari ini mencapai 1.757 pasien dengan jumlah tertinggi disumbang DKI Jakarta dengan 490 pasien sembuh. Jawa Barat di posisi kedua dengan 267 pasien sembuh.
Jawa Timur dan Banten di posisi ketiga dan keempat dengan masing-masing 239 dan 227 pasien sembuh. Jawa Tengah di urutan kelima dengan mencatatkan 153 pasien sembuh.
Sementara jumlah pasien yang meninggal akibat penularan Covid-19 di Tanah Air tercatat ada 21 pasien.
Secara nasional, jumlah kasus aktif naik sebanyak 1.230 kasus menjadi 19.915 kasus aktif.
Jumlah spesimen yang diperiksa pada hari ini ada sebanyak 69.498 spesimen dengan positivity rate sebesar 8,5 persen.
Baca Juga: Larang Obat Sirop Anak, Tim Dinkes DKI Cek Faskes dan Apotek di Jakarta
Sementara Kepala Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Masdalina Pane mengingatkan masyarakat untuk tetap memperkuat protokol kesehatan guna mencegah risiko penularan Covid-19 varian XBB.
"Masyarakat perlu tetap memperkuat protokol kesehatan mengingat saat ini telah ditemukan varian XBB di Indonesia," kata Masdalina.
Dia menjelaskan bahwa varian XBB atau BA.2.10 mengingatkan perlunya disiplin menggunakan masker, mencuci tangan, dan menghindari kerumunan. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Perang Rusia-Ukraina Masuk Tahun Keempat, PBB Desak Gencatan Senjata Segera
-
Fakta Baru! Pegawai Rental yang Aniaya Petugas SPBU Ternyata Positif Sabu dan Ganja
-
Komisi III DPR RI Sayangkan Guru Honorer di Probolinggo Dipidanakan karena Rangkap Jabatan
-
Sebut Dakwaan Jaksa Tidak Terbukti, Kerry Riza Minta Pembebasan dan Pengembalian Aset
-
Tragedi NS dan Fenomena Filisida: Mengapa Rumah Jadi Ruang Berbahaya bagi Anak?
-
Kubu Kerry Riza Sebut Jaksa Paksakan Keputusan Bisnis Jadi Tindak Pidana Korupsi
-
Konflik Kartel Meksiko Geser Rantai Pasok Narkoba ke Indonesia, BNN Waspadai Jalur Alternatif
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
Jelang Vonis Korupsi Pertamina, Ketua Hakim Beri Peringatan Keras: Jangan Coba-coba Pengaruhi Kami!