-
Serangan rudal dan drone Iran menghancurkan Terminal 1 Bandara Internasional Kuwait pada Rabu.
-
Seluruh aktivitas penerbangan domestik dan internasional di Kuwait resmi ditangguhkan akibat insiden tersebut.
-
Terminal 1 baru beroperasi dua hari setelah diperbaiki dari serangan Iran akhir Februari.
Suara.com - Operasional Bandara Internasional Kuwait lumpuh total setelah hantaman rudal dan drone Iran merusak Terminal 1 pada Rabu dini hari.
Otoritas setempat langsung menghentikan seluruh aktivitas penerbangan demi keselamatan menyusul kepanikan di area jalur udara tersebut.
Dilaporkan CNN, serangan udara fajar ini memicu kerusakan fisik yang masif pada infrastruktur utama serta menimbulkan korban luka di area publik.
Kementerian Pertahanan mengonfirmasi adanya korban dalam peristiwa ini yang segera dilarikan ke pusat layanan kesehatan terdekat.
Laporan resmi pemerintah menyatakan insiden tersebut telah melukai "sejumlah orang," yang telah menerima perawatan medis di rumah sakit.
Ledakan keras dari proyektil Iran menghancurkan sebagian bangunan Terminal 1 yang menjadi urat nadi penerbangan luar negeri.
Pihak berwenang mengambil tindakan darurat dengan membekukan lalu lintas udara demi menghindari risiko fatal bagi pesawat sipil.
Kantor berita resmi pemerintah, KUNA, melaporkan bahwa "penerbangan dan lalu lintas udara di Kuwait telah ditangguhkan" pasca-serangan tersebut.
Langkah isolasi udara ini diambil untuk mengantisipasi adanya gelombang serangan susulan di sekitar zona perimeter bandara.
Baca Juga: Syarat Gencatan Senjata Permanen Iran, Israel Wajib Angkat Kaki dari Lebanon
Pembersihan puing-puing bangunan dan evaluasi struktural kini segera dilakukan oleh tim ahli di lokasi kejadian.
Kehancuran Terminal 1 menjadi pukulan telak bagi manajemen penerbangan Kuwait yang baru saja melakukan pembenahan besar-besaran.
Fasilitas utama penerbangan internasional tersebut sebenarnya baru beroperasi kembali selama dua hari sebelum dihantam ledakan baru.
Berdasarkan laporan media lokal, "Terminal 1 –– hub utama bandara untuk penerbangan internasional –– baru dibuka kembali pada hari Senin," setelah diperbaiki.
Rekonstruksi fasilitas sebelumnya memakan waktu pasca-serangan udara Iran yang sempat melanda kawasan itu pada akhir Februari lalu.
Ketegangan geopolitik yang terus memanas di kawasan Teluk kini memicu kekhawatiran atas keselamatan jalur penerbangan sipil regional.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
Terkini
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Menembus Macet demi Langit Bersih: Catatan Acara Lintas Komunitas Kemenhub
-
Berawal dari Dapur Rumahan, Camilan BUNCY Kini Mendunia Bersama BRI
-
Terjaring OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba di KPK
-
Banyak Sekolah Rusak? Prabowo Janji Bereskan Semuanya Sebelum 2029
-
Gaji Bukan Hambatan, Pep Guardiola Berpeluang Tangani Timnas Italia
-
Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?
-
Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati
-
Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret
-
Kriminolog: TPPU Pintu Masuk untuk Kasus Eks Jampidsus