- Pemerintah Iran menyelenggarakan pemakaman mendiang Ayatollah Ali Khamenei di Teheran, Qom, dan Mashhad pada pertengahan Juni mendatang.
- Prosesi pemakaman selama tiga hari tersebut diperkirakan menjadi perhimpunan umat Islam terbesar yang dihadiri jutaan pelayat internasional.
- Pemimpin tertinggi Iran tersebut gugur akibat serangan militer Amerika Serikat dan Israel di Teheran pada akhir Februari.
Suara.com - Pemerintah Republik Islam Iran saat ini tengah mempersiapkan prosesi pemakaman berskala besar untuk melepas kepergian mendiang Pemimpin Tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei.
Upacara penghormatan terakhir bagi tokoh sentral negara tersebut rencananya akan diselenggarakan di tiga kota utama, yakni Teheran, Qom, dan Mashhad.
Rangkaian prosesi pemakaman ini diperkirakan menjadi salah satu perhimpunan umat Islam dan penganut Syiah terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah.
Wakil Wali Kota Teheran untuk Urusan Sosial dan Budaya, Mohammad-Amin Tavakolizadeh, memberikan rincian terkait rencana pemakaman tersebut pada Selasa.
Ia menjelaskan bahwa jenazah Ayatollah Ali Khamenei nantinya akan dikebumikan di dekat Makam Imam Reza di Kota Mashhad.
Terkait jadwal pelaksanaan, otoritas setempat telah menetapkan bahwa prosesi pemakaman akan berlangsung pada akhir Zulhijjah 1447 Hijriah hingga awal Muharram 1448 Hijriah, yang bertepatan dengan pertengahan Juni mendatang.
Tavakolizadeh memastikan rangkaian penghormatan terakhir akan dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut.
Khusus di Teheran, prosesi penghormatan dan doa bersama dijadwalkan berlangsung selama sedikitnya 24 jam penuh.
Diperkirakan Dihadiri Jutaan Pelayat
Baca Juga: Perundingan AS-Iran Alot, Harga Minyak Mentah Global Tertahan di Level Tinggi
Kota Mashhad, yang telah ditetapkan sebagai lokasi peristirahatan terakhir mendiang, kini bersiap menyambut gelombang besar pelayat dari berbagai penjuru.
Pemerintah setempat memperkirakan jutaan pelayat tidak hanya datang dari dalam negeri, tetapi juga dari sejumlah negara seperti Pakistan, Afghanistan, India, dan Bangladesh.
“Upacara pemakaman Ali Khamenei akan menjadi perhimpunan umat Islam dan Syiah terbesar sedunia,” ujar Tavakolizadeh dikutip dari Antara.
Ia juga menyoroti bagaimana suasana duka mendalam tersebut telah melampaui batas-batas Iran.
Menyusul penetapan masa berkabung resmi di Irak yang diikuti pelaksanaan upacara pemakaman simbolis di berbagai kota, ia meyakini gelombang duka serupa akan terjadi di negara-negara lain.
Tavakolizadeh menilai suasana berkabung juga akan menyelimuti negara-negara Islam yang memiliki ikatan kuat dengan Iran, seperti Pakistan, Afghanistan, dan Yaman.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 4 HP dengan Baterai 8000 mAh Plus Tahan Hingga 2 Hari, RAM 8 GB Cocok Buat Ojol
- 11 Pilihan HP Murah Bujet Rp1-2 Juta, Spek dan Performa Terbaik untuk Multitasking
- 6 Cara Membedakan Jam Tangan Seiko Asli atau Palsu, Biar Tidak Tertipu saat Beli
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Final Piala Dunia 2026 Lanjut Extra Time: Argentina Main 10 Orang, Messi Mandul
-
Wayne Rooney Sebut Penampilan BTS di Halftime Show Final Piala Dunia 2026 Sampah
-
Babak I Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina Tanpa Gol Kinerja Wasit Disorot
-
Dua Kata Trump untuk Messi, Kode buat Argentina Juara Piala Dunia 2026?
-
Alasan FIFA Tunjuk Wasit Kontroversial Slavko Vincic di Final Piala Dunia 2026
-
Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina, Juara Bakal Diguyur Rp800 Miliar
-
Kekacauan Final Piala Dunia 2026: Fans Argentina Nekat Nyebrang Jalan Tol karena Banjir
-
Dukung Free Palestina, Kiper Spanyol Ogah Jabat Tangan Trump Usai Final Piala Dunia 2026
-
Final Piala Dunia 2026: Jersey Spesial Argentina, Messi Kenakan Patch Legacy
-
Jelang Final Piala Dunia 2026, Lamine Yamal Unggah Pesan Menyentuh dari Masa Kecil