Suara.com - Nama Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo sering kali disandingkan sebagai rival kuat untuk calon presiden (capres) 2024 mendatang.
Keduanya sering kali bersaing dalam survei elektabilitas bakal capres. Kembali disaingkan, Survei Nasional Populi Center menyebutkan bahwa Ganjar menduduki puncak elektabilitas Pilpres 2024.
Bahkan ketika dibandingkan soal kinerja, Ganjar masih ungguli Anies Baswedan.
Pada survei tersebut, pertanyaan yang muncu adalah soal sosok yang diharapkan jadi presiden. Hasilnya, Ganjar unggul dengan 27,5 persen, Anies Baswedan 26,3 persen, sementara Prabowo 23,5 persen.
"Untuk pertanyaan siapa tokoh yang diharapkan untuk menjadi presiden, dari beberapa nama itu kita melihat bahwa tiga nama yang moncer selalu baik di Maret, di Juli atau Oktober ada nama Ganjar Pranowo, ada Prabowo dan Pak Anies," ujar peneliti senior Populi Center, Usep S. Ahyar seperti yang dikutip dari Wartaekonomi--jaringan Suara.com.
"Satu sama lain mungkin akan bisa saling mengalahkan satu sama lain tergantung strateginya, termasuk dalam memilih wakilnya yang akan menjadi pembeda di antara ketiganya," tambahnya.
Menurut Usep munculnya tiga nama tersebut relevan dengan penilaian kinerja tiga tokoh di jabatannya masing-masing.
Ganjar Pranowo sebagai Gubernur Jawa Tengah mendapat angka 69,1 persen, Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan 76,1 persen paling tinggi dan dan Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta mendapat 70,9 persen.
"Ini juga saya kira relevan atau konsisten dengan penilaian masyarakat terhadap kinerja tiga tokoh di masing-masing jabatan. Diantara tiga tokoh itu kinerjanya dinilai baik oleh masyarakat."
Baca Juga: DPD Relawan Anies Sumatera Barat Dikukuhkan, Target 90 Persen Masyarakat Pilih Capres Anies Baswedan
Selain tiga tokoh di atas, beberapa nama lain yang diharapkan jadi capres yakni Panglima TNI Andika Perkasa dengan angka 5,3 persen, Puan Maharani dengan angka 2,8 persen, dan Airlangga Hartato dengan angka 1,3 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Indonesia Terpilih jadi Presiden Dewan HAM PBB, Amnesty International Indonesia: Kebanggaan Semu!
-
KPK Bongkar Alasan Jerat Eks Menag Yaqut: 'Permainan' Kuota Haji Tambahan Jadi Pemicu
-
Sinyal Keras KPK, Eks Menag Yaqut Secepatnya Ditahan di Kasus Korupsi Haji
-
Tanggapi Soal Pilkada Langsung dan Tidak Langsung, Menko Yusril: Keduanya Konstitusional