Suara.com - Suasana Jakarta Conventional Center Jakarta mendadak hening saat Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memberikan sambutan Dies Natalis ke-56 dan wisuda mahasiswa Universitas Pancasila Jakarta, Selasa (1/11). Ribuan wisudawan dibuat terharu dengan sambutan Ganjar, pagi itu.
Ganjar yang diundang memberikan orasi ilmiah mengawali sambutan dengan memberikan dua pesan. Ia meminta para wisudawan untuk sungkem pada dosen dan orang tua atas keberhasilan yang dicapai.
"Tentu hari ini semua berbahagia. Tapi saya ingatkan, di tengah kebahagiaan kalian semua, ada doa dan tangis dari orang tua panjenengan yang hari ini datang. Segeralah sungkem pada mereka dan ucapkan terimakasih atas perjuangan mereka selama ini," kata Ganjar.
Tepuk tangan langsung bergemuruh. Para mahasiswa terlihat banyak yang berkaca-kaca. Bahkan beberapa terlihat menangis sambil memandang orang tua mereka yang duduk di balkon tempat itu. Orang tua yang ada di atas balkon juga terlihat sedih sekaligus bangga.
Ganjar mengatakan, sehebat apapun para wisudawan saat ini, tak akan mungkin terwujud tanpa perjuangan orang tua. Mereka yang selama ini merawat sejak kecil hingga dewasa dan menjadi seorang sarjana bahkan doktor.
"Ingatlah bahwa mereka yang dulu merawat kalian, memandikan, mendidik penuh kasih sayang meskipun kalian nakalnya minta ampun. Mereka tetap mencintai kalian dan ingin kalian jadi yang terbaik. Saya yakin mereka orang yang paling bangga saat ini," imbuhnya.
Selain itu, Ganjar juga berpesan pada para alumni Universitas Pancasila untuk terus berjuang. Perjuangan mereka menurut Ganjar sangat berat. Apalagi saat ini, situasi global sedang tak menentu.
"Maka saya harap, lulusan Universitas Pancasila jangan hanya menjadi lulusan yang biasa saja. Kalian harus menjadi orang yang luar biasa. Jangan rela banting stir, karena anea punya modal cukup kuat untuk berdaya," tegasnya.
Ganjar menyinggung betapa tantangan ke depan sangat sulit. Di tengah perang yang berkecamuk saat ini, ada potensi krisis energi dan krisis pangan yang melanda dunia. Bahkan beberapa negara terancam bangkrut karena inflasi yang sangat tinggi.
Baca Juga: Pengamat Sebut Ada Kemungkinan Megawati Tersingkir dari PDIP, Puan Sudah Jadi Sasaran Tembak
Lulusan Universitas Pancasila ini lanjut Ganjar harus siap, optimis, terus mengembangkan ilmu dan inovasi serta kreasi.
"Membangun optimisme ini menjadi penting sekaligus menanamkan nasionalisme sehingga di tengah situasi global yang berubah ada spirit kebangsaan kita yang musti selalu kita pikirkan. Sehingga nanti kawan-kawan yang lulus ini betul-betul bisa menyesuaikan dengan kondisi, tapi ada satu tanggung jawab kebangsaan yang musti kita bereskan," pungkasnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Pancasila, Prof Edie Toet Hendratno mengatakan, pihaknya sengaja mengundang Ganjar untuk memberikan motivasi sekaligus orasi ilmiah pada para wisudawan. Sebab, Ganjar dianggap sebagai pemimpin yang pancasilais, nasionalis dan merakyat.
"Sehingga kami berharap, pak Ganjar bisa memberikan semangat sekaligus motivasi tentang keindonesiaan pada lulusan kami ini. Untuk menjawab tantangan masa depan dengan nilai-nilai pancasilais dan nasionalis," ucapnya.
Berita Terkait
-
Pengamat Sebut Ada Kemungkinan Megawati Tersingkir dari PDIP, Puan Sudah Jadi Sasaran Tembak
-
Tanggapi Isu Jokowi Bakal Jadi Ketum PDIP dan Geser Megawati, Gibran Rakabuming: Saya Gak Bisa Menjawab
-
Tersiar Isu Liar KIB Pertimbangkan Usung Ganjar dan Kang Emil dalam Pilpres 2024, Golkar Bantah: Itu PAN, Bukan Golkar
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?
-
Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027
-
Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!
-
Gudang Sekolah di Penjaringan Terbakar, 70 Petugas Dikerahkan
-
Review Almarhum: Sinematografi Thriller Misteri Bernyawa Kearifan Lokal