Suara.com - PPP disebut berpotensi gagal masuk parlemen di Pemilu 2024. Gara-garanya, di partai berlambang Kabah itu terjadi perbedaan pilihan politik di pengurus pusat atau DPP dengan basis pemilihnya.
Menurut analis yang juga Direktur Eksekutif Aljabar Strategic, Arifki Chaniago, bahwa PPP berpotensi gagal masuk parlemen di 2024 mendatang. Pasalnya kekinian, dinilai terjadi perbedaan pilihan politik pengurus DPP PPP dengan basis pemilihnya.
Arifki menyebut Plt Ketua Umum PPP, Mardiono kini sudah menyatakan dukungannya terhadap Ganjar Pranowo sebagai capres. Hal itu juga disambut dengan dukungan dari beberapa kader daerah yang ikut mendeklarasikan dukungannya terhadap Ganjar.
Namun di sisi lain, ada juga beberapa kader PPP di daerah yang menyatakan dukungan capres kepada Anies Baswedan.
Kondisi itu dinilai menunjukkan di tubuh PPP sedang terjadi upaya split ticket voting. Di mana terjadi perbedaan pilihan politik antara pengurus DPP PPP dengan basis pemilihnya.
Situasi ini, kata Arifki, mengulang peristiwa yang sama di Pemilu 2019, di mana PPP mendukung Jokowi, sedangkan basis pemilihnya lebih dekat dengan kelompok yang mendukung Prabowo.
"Ya, PPP dukung Ganjar sebagai capres pilihan realistis karena salah satu kandidat capres yang memiliki populeritas yang bagus untuk Pilpres 2024. Tetapi, apakah pemilih PPP lebih dekat Ganjar atau capres lainnya?. Pemilu yang dilaksanakan secara serentak, PPP tentu tidak hanya memperhatikan capres yang didukung, namun juga dampaknya terhadap suara partai," kata Arifki kepada wartawan, Rabu (2/11/2022).
Arifki menyebut, PPP memang berada dalam pilihan sulit, sebagai salah satu anggota partai koalisi pemerintahan yang kadernya ada di kabinet Jokowi. Menurutnya, mendukung capres di luar pemerintahan tentu menjadi pilihan yang dilematis, apalagi PPP juga sudah mendeklarasikan koalisi dengan Golkar dan PAN dalam naungan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).
Ia pun menjabarkan, beberapa kemungkinan yang terjadi dengan PPP di Pilpres 2024 terkait dukungan capres. Pertama, PPP mendukung kader potensial yang berasal dari KIB untuk maju sebagai capres dan cawapres.
Baca Juga: Salah Pilih Capres, PPP Berpotensi Gagal Masuk Parlemen di 2024
Kedua, PPP mendukung Ganjar sebagai capres, hal ini memperkuat KIB sebagai koalisi yang dipersiapkan untuk Ganjar. Ketiga, PPP masih berkemungkinan mencari figur lain yang sesuai dengan keinginan pemilihnya.
"Pilihan ini sedikit sulit diputuskan oleh elite PPP, karena posisi yang diambil ini akan merusak narasi KIB atau dukungan terhadap Ganjar di tahun 2024," tuturnya.
Untuk itu, ia menilai PPP di 2024 sangat dilematis, memperjuangkan capres yang didukung elite DPP PPP atau menghitung nasib partai jika salah mendukung capres.
"Pilihan-pilihan yang diambil oleh PPP akan berpengaruh dengan keberanian beberapa caleg untuk maju sebagai calon anggota DPR-RI. Risikonya lebih besar dari pada maju sebagai caleg DPRD Kabupaten/Kota/Provinsi, dibalik ketidakpastian PPP di tahun 2024 yang berpotensi tidak lolos parlemen. Semua itu lagi-lagi tergantung dari capres yang didukung PPP," imbuh dia.
Masih Seleksi
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum DPP PPP Arsul Sani, mengatakan, bahwa diinternalnya tidak hanya muncul nama Erick Thohir untuk dipertimbangkan diusung di Pilpres 2024, nama Sandiaga Uno, Ganjar Pranowo hingga Anies Baswedan juga banyak disuarakan oleh kader PPP.
Berita Terkait
-
Salah Pilih Capres, PPP Berpotensi Gagal Masuk Parlemen di 2024
-
Penyiksa ART di Bandung Barat Diduga Terlibat 303, Wacana Ganjar-Ridwan Kamil di Pilpres 2024
-
KIB Buka Peluang Gabung PDIP Jika Ganjar Jadi Capres Di 2024, Komarudin Watubun: Ya Terserah, Tunggu Saja Waktunya
-
PAN, Golkar dan PPP Buka Peluang Merapat, Elite PDIP: Ganjar kan Kader Kami, Tunggu Lah
-
Pendukung Prabowo Subianto di Sumsel Makin Tergerus, Beralih Dukung Anies Baswedan
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi