Suara.com - Terdakwa perkara penyerangan Pos Koramil Kisor Maybrat, Provinsi Papua Barat yang menewaskan empat orang prajurit TNI Angkatan Darat 2021, dikabarkan meninggal dunia di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Sorong, Kamis (3/11/2022).
Terdakwa bernama Abraham Mate yang merupakan tahanan titipan Kejaksaan Negeri Sorong dikabarkan meninggal dunia akibat sakit. Jenazah almarhum masih berada di ruang jenazah Rumah Sakit Umum Daerah Sele Be Solu menunggu kepastian autopsi.
Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Sorong, Eko Nuryanto saat dikonfirmasi, Kamis (3/11/2022), membenarkan kejadian tersebut dan turut berduka cita atas meninggalnya terdakwa Abraham Mate.
Menurut Eko, sebenarnya terdakwa hadir di persidangan dalam kondisi sehat. Namun hari ini pihaknya mendapat informasi dari pihak lapas terdakwa sakit dan dilarikan ke rumah sakit langsung meninggal dunia.
Ditanyakan tentang permohonan autopsi dari keluarga terdakwa, pihak kejaksaan tidak punya kewenangan untuk memutuskan diautopsi semua itu dikembalikan kepada keluarganya.
"Namun untuk kemanusiaan, pihaknya akan membantu proses pemakaman jenazah almarhum Abraham Mate," ujarnya pula.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sorong Gustaf NA Rumaikewi yang memberikan keterangan terpisah, mengatakan bahwa almarhum tiba-tiba jatuh di lapas dan langsung dilarikan ke rumah sakit.
Almarhum Abraham Mate sempat mendapat penanganan medis di Rumah Sakit Umum Daerah Sele Be Solu, namun nyawanya tidak tertolong, ia meninggal dunia.
Dikatakan bahwa tidak ada kekerasan terhadap almarhum selama kurang lebih sebulan berada di Lapas Sorong untuk menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Sorong.
Baca Juga: Lagi! Pekerja Proyek Trans Papua Ditembaki dan Dibantai Separatis OPM
"Sebelum jatuh meninggal dunia, almarhum di lapas terlihat baik-baik saja dan sehat-sehat saja," kata Gustaf. (Sumber: Antara)
Berita Terkait
-
Lagi! Pekerja Proyek Trans Papua Ditembaki dan Dibantai Separatis OPM
-
Viral Video Dugaan Pembantaian Warga di Papua Barat, Polisi Turun Tangan
-
Heboh Kabar Rombongan Pj Bupati Maybrat Diserang Teroris KKB Papua, Kodam Kasuari: Itu Hoaks!
-
Kios dan Rumah di Dogiyai Dibakar Orang Tak Dikenal, Ratusan Warga Mengungsi ke Pos TNI-Polri
-
Rumah dan Kios Dibakar Orang Tak Dikenal, 100 Perempuan dan Anak Mengungsi ke Pos TNI-Polri
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
Terkini
-
Kasus Dugaan Penghinaan Suku Toraja Naik Penyidikan, Status Hukum Pandji Tunggu Gelar Perkara
-
Semeru Erupsi Dini Hari, Kolom Abu Capai 700 Meter di Atas Puncak
-
Keluarga Habib Bahar Balik Lapor, Istri Anggota Banser Korban Penganiayaan Dituding Sebar Hoaks
-
Prabowo Minta Kepala Daerah Tertibkan Spanduk Semrawut: Mengganggu Keindahan!
-
Prakiraan BMKG: Awan Tebal dan Guyuran Hujan di Langit Jakarta Hari Ini
-
Apresiasi KLH, Shanty PDIP Ingatkan Pentingnya Investigasi Objektif dan Pemulihan Trauma Warga
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender