Setelah dilakukan beberapa penelurusan ada beberapa barang yang tidak ter-scan dan tidak ada datanya di dalam hasil stock opname tersebut. Terbukti, hasil stock opname itu tidak maksimal.
Manajemen perusahaan menanyakan alasan stock opname yang tidak ter-scan. Karyawan menyebutkan permasalahan ada di faktor eksternal yakni sensor di bagian pintu keluar – masuk barang tidak berfungsi dengan optimal karena eror. Karyawan juga memberi solusi untuk melakukan stock opname ulang.
Karyawan juga membantah adanya kesalahan dari pihak internal seperti pencurian barang. Jika pencurian ini benar-benar dilakukan dalam setahun, untuk mencapai 1.000 barang setidaknya satu orang perlu mencuri 4-5 barang per hari. Hal tersebut jelas tidak mungkin karena akan ada petugas keamanan yang berjaga.
Alih-alih mencapai kesepakatan, manajemen perusahaan mengambil langkah sebaliknya. Toko pakaian tersebut memilih untuk memaksa resign 30 karyawannya.
Koordinator tim atau PIC juga dipaksa membuat pernyataan bahwa keputusan resign adalah murni keputusan pribadi tanpa paksaan. Jika tidak, dia harus membayar ganti rugi atas stock opname yang tidak terdata. Nilainya ratusan juta rupiah.
Perlu diketahui, sebenarnya bukan hanya The Goods Dept yang namanya terseret dan menjadi perbincangan warganet. Erigo juga mengalami hal serupa.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
Terkini
-
Bukan Merendahkan, Wamenaker Ungkap Alasan Batasi Aturan Outsourcing di 4 Jenis Pekerjaan
-
Sasar 5 Provinsi, Program Lanskap Berkelanjutan Targetkan Konservasi Jutaan Hektare Kawasan
-
Muktamar PBNU dan Gertakan Cak Imin: Siapa yang Dianggap 'Main-main'?
-
Hotel Sultan Bakal Dirobohkan! Prabowo Ingin Bangun Ikon Baru Berstandar Internasional
-
OPSI Desak Pemerintah Awasi Karir Hub, Cegah Perusahaan Manipulasi Loker Demi KPI HRD
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Usut Aliran Uang Pemerasan! KPK Perpanjang Penahanan Silmy Karim 40 Hari
-
Kemensos Kawal Sekolah Rakyat Bener Meriah, Bantuan Jadup Rp3,07 Miliar Segera Disalurkan
-
Kemensos Kawal Sekolah Rakyat Bener Meriah, Bantuan Jadup Rp3,07 Miliar Segera Disalurkan
-
Duka Masyarakat Adat di DPR: Tanah Warisan Leluhur Hilang, Anak Buta Huruf karena HGU