Suara.com - Rencana deklarasi pembentukan koalisi Partai Nasional Demokrat, Partai Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera untuk mengusung Anies Baswedan menjadi calon presiden batal dihelat, hari ini.
Dibatalkannya deklarasi pembentukan koalisi, hari ini, menurut analisis Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Arifki Chaniago karena sejumlah faktor, di antaranya belum tercapainya kesepakatan siapa yang akan menjadi calon wakil presiden.
Arifki menyebut Partai Nasional Demokrat diuntungkan dengan mendeklarasikan Anies sebagai calon presiden lebih awal, tetapi Demokrat dan PKS masih harus berebut posisi calon wakil presiden.
Partai Demokrat mengajukan ketua umum mereka, Agus Harimurti Yudhoyono, sedangkan PKS menawarkan Ahmad Heryawan menjadi wakil Anies.
"Kesepakatan ini bisa terlaksana lebih cepat jika salah satu partai mengalah atau menerima tawaran lain sebagai pemimpin koalisi serta jumlah kursi menteri yang lebih besar jika Koalisi Perubahan menang," kata Arifki dalam keterangan tertulis, hari ini.
Pertimbangan lain dibatalkannya deklarasi, menurut Arifki, karena mereka ingin melakukan deklarasi dalam momentum yang tepat.
"Dengan belum munculnya capres dari PDI Perjuangan dan KIB (Koalisi Indonesia Baru), Koalisi Perubahan tentu menyimpan nama cawapres untuk dikeluarkan pada saat yang tepat sehingga tetap menjadi bahan percakapan pada momentum puncaknya," ujarnya.
Arifki mengatakan penentuan nama calon wakil presiden akan berhubungan dengan basis wilayah. Dari nama-nama yang muncul sebagai kandidat, seperti Ridwan Kamil, Ahmad Heryawan, Khofifah, Muhaimin Iskandar, dan AHY berasal dari Jawa Barat dan Jawa Timur sehingga dianggap menyulitkan calon presiden mencari figur pendamping yang tepat.
"Koalisi pendukung Anies masih mencari titik temu, terutama penentuan kursi cawapres. Paling tidak harus ada yang mengalah. Mungkin saja dengan adanya jaminan sebagai pemimpin koalisi atau jatah menteri yang lebih besar. Ya, deal-dealnya pasti berada di ranah itu."
Baca Juga: Tuntut Heru Budi Pakai PP 78 Naikkan Upah 13 Persen, Buruh Singgung Kebijakan Anies soal UMP DKI
Berita Terkait
-
[CEK FAKTA] Hoaks! Anies Baswedan Serukan Gulingkan Presiden Prabowo di Artikel Suara.com
-
Tanya TK, Bukan Kampus: Mengupas Gagasan Anies Baswedan soal Ketidakjujuran
-
Respons Seskab Teddy, Arifki Sebut Fenomena Inflasi Pengamat Jadi Cermin Oposisi Mandul
-
Asal-usul Meme 'Pokoknya Ada' yang Viral di Media Sosial
-
Momen Halalbihalal di Cikeas, Kedekatan Anies dan AHY Jadi Sorotan
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
Terkini
-
Warga Jakarta Wajib Simak! BMKG Prediksi Perubahan Cuaca Mulai Sore Ini
-
4 TNI Terdakwa Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Jalani Sidang Perdana, Intip Ancaman Hukumannya
-
Proaktif, BPJS Ketenagakerjaan Pastikan Perlindungan Korban Kecelakaan KRL Bekasi
-
Dinilai Kaburkan Nilai Yurisdiksi, Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU Peradilan Militer
-
Peta Kekuatan Jelang Muktamar NU, Muncul 5 Poros 'Paslon' Pimpinan, Siapa Terkuat?
-
Izin Terancam Dicabut? Kemenhub Bentuk Tim dan Panggil Manajemen Green SM Buntut Kecelakaan KRL
-
Heboh Video Tahanan di Bandara, Begini Penjelasan KPK
-
11 Tahun Mengabdi di Kompas TV, Nur Ainia Eka Rahmadyna Gugur Dalam Musibah Kereta Bekasi
-
Jadwal Kereta Masih Terdampak Insiden Bekasi Timur, KA Parahyangan Terhambat 6 Jam Lebih
-
Target Beres Hari Ini! KCI Kebut Evakuasi KRL yang Tabrakan di Bekasi dan Audit Ulang Jalur