Suara.com - Ketua DPR RI Puan Maharani mengunjungi lokasi Tragedi Itaewon di Seoul, Korea Selatan. Bersama dengan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dan Dubes RI untuk Korea Selatan Gandi Sulistiyanto, mereka memberi penghormatan untuk para korban.
Pada momen tersebut, Puan turut meletakan karangan bunga di Memorial korban Tragedi Itaewon yang berada di ujung jalan kawasan tersebut.
Kegiatan yang dilakukan oleh salah satu kader PDI Perjuangan ini pun lantas banyak disorot oleh banyak pihak. Salah satunya oleh band surf rock asal Jatinangor, The Panturas.
Melalui akun Twitter-nya, @thepanturas turut mengkritik kegiatan yang dilakukan oleh salah satu wakil rakyat ini.
Bukan mengunjungi lokasi Tragedi Kanjuruhan, Puan bersama rombongan justru mendatangi lokasi kejadian Itaewon. Padahal hari ini tepat 40 hari usai Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan nyawa.
"40 hari tragedi Kanjuruhan, Ketua DPR yang seharusnya berbicara paling lantang mewakili rakyat malah ke Itaewon," tulis The Panturas seperti dikutip Suara.com pada Jumat (11/11/22).
Dalam utasnya, band ini juga turut memberi kalimat sindiran untuk Puan. Jika Puan mendatangi Stadion Kanjuruhan tampaknya itu akan lebih bermanfaat karena bisa memperbaiki citra dirinya.
"Bu Puan, besok 40 hari Kanjuruhan, kita tabur bunga aja ke Malang yuk. Kita seharian di Malang, ikut berdoa di stadion terus abis makan siang ketemu Kapolda buat follow up kasusnya udah sampe mana. Malemnya kita ngobrol sama supporter bu. Ini bisa sedikit perbaiki citra Ibu," lanjutnya.
"Masa kudu gua jadi DPR. Huft," imbuhnya.
Utas yang dibuat oleh The Panturas ini sontak saja viral. Hingga kini, cuitan ini telah mendapatkan sejumlah 25 ribu suka dan 6 ribu retweet.
Unggahan ini pun banjir beragam komentar dari netizen. Netizen berkelakar bahwa tampaknya Puan ingin meraih simpati dari fans K-Pop.
"Malah kebaya merah diusut lebih cepat," ujar netizen.
"Rakyat mana yang mereka wakili," imbuh netizen lain.
"Doi mau nyapres di Uganda Timur. Di sana kan banyak masa kpopers," terang netizen lain.
"Kocak gaming memang beliau," tambah netizen lain.
Tag
Berita Terkait
-
Berduka dan Kunjungi Lokasi Tragedi Itaewon, Instagram Puan Maharani Diserbu, Warganet: Komen Positif Dibayar Berapa?
-
Kemarin Ramai Demo Aremania sampai Update Tragedi Kanjuruhan dan Bencana Banjir
-
Peringati 40 Hari Tragedi Kanjuruhan, Suporter Arema FC Gaungkan 3 Tuntutan Ini
-
Korban Kanjuruhan Pakai Kursi Roda Ikut Demo, Jauh-Jauh dari Sidoarjo ke Malang demi Keadilan
-
PDIP Sulit Dibaca, Jangan-jangan Isu Jegal Kader Untuk Menaikan Elektabilitas Ganjar?
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan
-
Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter
-
Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor
-
Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun
-
Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?