News / Internasional
Jum'at, 11 November 2022 | 14:26 WIB
Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, dan Presiden China, Xi Jinping, saat melakukan pertemuan virtual pada 15 November 2021. (MANDEL NGAN / AFP)

Suara.com - Presiden Amerika Serikat dan China, Joe Biden dan Xi Jinping, diagendakan bertemu ketika keduanya menghadiri KTT G20 Bali, dan beberapa isu dipastikan menjadi topik pembahasan dalam pertemuan monumental itu.

Dalam keterangannya pada Kamis (10/11), Presiden Joe Biden mengatakan Taiwan akan menjadi salah satu isu utama ketika ia bertemu dengen Presiden Xi pekan depan.

"Saya yakin kami akan membahas Taiwan ... dan yang ingin saya lakukan ketika berbicara dengannya adalah menjabarkan apa saja batasan kami,” ujar Biden, dikutip dari BBC. Gedung Putih sebelumnya telah mengonfirmasi pertemuan kedua kepala negara.

Diharapkan, pembicaraan itu dapat menghasilkan pemahaman tentang apakah kedua negera saling berkonflik dengan satu sama lain serta menemukan solusi yang diperlukan.

Meski demikian, Biden menekankan dirinya tidak akan membuat perubahan mendasar terkait kebijakan AS atas Taiwan.

Sementara itu, China terus menggemakan wacana reunifikasi dengan Taiwan karena menganggap pulai itu sebagai bagian dari wilayahnya dan harus bergabung dengan China daratan.

Biden, di sisi lain, telah berulang kali menyatakan kesiapan AS untuk membela Taiwan jika China memutuskan mengambil langkah eskalasi seperti invasi.

Salah satunya adalah pada bulan Agustus, ketika ia mengatakan kepada stasiun ABC bahwa AS telah membuat "komitmen suci” untuk melindungi sekutu NATO, "termasuk Jepang, Korea Selatan dan Taiwan”.

Meski demikian, Gedung Putih kemudian merilis pernyataan bahwa AS mengadopsi doktrin "ambiguitas strategis” untuk menghindari konfrontasi langsung dengan Beijing.

Pemerintah Taiwan telah secara tegas menolak rencana reunifikasi dengan menyebut bahwa masa depannya hanya dapat diputuskan oleh rakyatnya. Taipei mengatakan klaim kedaulatan China tidak berlaku karena pulau itu tidak pernah dikuasi oleh Republik Rakyat China (RRC).

Hubungan China dan AS juga sempat memanas setelah Ketua DPR AS, Nancy Pelosi, melakukan kunjungan ke Taiwan pada Agustus.

Beberapa jam setelah kunjungan itu, Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China dikabarkan mengirim 27 jet tempur ke wilayah yang telah ditetapkan Taiwan sebagai Area Identifikasi Pertahanan Udara (ADIZ).

Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan di Twitter bahwa "27 pesawat PLA memasuki area sekitar R.O.C. pada 3 Agustus 2022," mengacu pada Republik China.

Load More