Namun ternyata SBY tidak menuntaskan masa jabatannya sebagai Menkopolhukam. Ia mundur dari kabinet Megawati pada 11 maret 2004 atau sebulan sebelum Pilpres.
Beredar isu pengunduran diri tersebut dilakukan karena SBY merasa didzalimi oleh Megawati sehingga ia memilih untuk mundur.
Menjadi Rival di Pemilihan Presiden
Pada Pilpres 2004, SBY memutuskan untuk maju sebagai calon presiden berpasangan dengan Jusuf Kalla sebagai calon wakil presiden.
Pasangan itu berhadapan dengan Megawati yang juga maju sebagai calon wakil presiden dengan menggaet Hasyim Muzadi sebagai calon wakil presidennya.
Setelah melewati sejumlah tahapan pilpres, pasangan SBY-Kalla berhasil memenangkan pertarungan dengan meraup 39.838.184 atau 33,57 persen suara.
Sementara pasangan Megawati-Hasyim Muzadi harus puas hanya dengan 31.569.104 atau 26,61 persen suara.
Kekalahan ini membuat Megawati terpukul dan seakan tidak mau melepaskan kursi kepresidenannya kepada SBY yang notabene mantan anak buahnya.
Dua Kali Dikalahkan oleh SBY
Baca Juga: Kompak Pakai Baju Biru, Ekspresi Megawati dan SBY saat Semeja di G20 Sama-Sama Saling Menghindar?
Pada Pilpres 2009, Megawati kembali maju sebagai calon presiden berpasangan dengan Prabowo Subianto sebagai calon wakil presiden.
Dan kali ii ia kembali bertemu dengan SBY yang maju lagi sebagai calon presiden dengan Boediono sebagai calon wakil presidennya.
Tak disangka, Megawati harus menelan pil pahit untuk kedua kalinya. Ia kembali dikalahkan oleh SBY dalam pilpres.
Pada pilpres 2009 Megawati kalah telak dari SBY yang mendapatkan 73.874.562 atau 60,8 persen suara rakyat Indonesia. Sementara, Megawati hanya mengantongi 32.548.105 atau 26,79 suara.
Dua kali kekalahan itu membuat suhu politik Megawati dan SBY semakin memanas. Bahkan selama SBY menjadi presiden, Megawati memenuhi undangan SBY untuk hadir pada peringatan Hari kemerdekaan RI di istana Negara.
Megawati baru kembali hadir di Istana Negara dalam peringatan hari kemerdekaan RI pada 2015, ketika Joko Widodo menjadi presiden.
Sama halnya dengan SBY, sejak ia lengser dari kursi presiden, ia enggan memenuhi undangan Peringatan HUT RI di Istana Negara pada 2015-2016.
Ia baru hadir pada 2017 dan untuk pertama kalinya SBY merayakan HUT RI bersama Megawati sejak 2003. Keduanya bahkan sempat bersalaman ketika itu.
Ketegangan sedikit mencair
Meski sempat ‘perang dingin’ dengan SBY, nampaknya Megawati tak membawanya ke ranah pribadi. Ini terlihat ketika istri SBY, Ani Yudhoyono meninggal dunia pada 2019 silam.
Ketika itu Megawati memberikan ucapan belasungkawa pada SBY dan disambut hangat olehnya. Keduanya sempat bercengkrama dalam suasana yang cair. Sangat kontras dengan ketegangan politik yang terjadi pada keduanya selama ini.
Terakhir, keduanya sempat terlihat berada di satu meja di acara Gala Dinner Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Nusa Dua bali.
Kontributor : Damayanti Kahyangan
Berita Terkait
-
Kompak Pakai Baju Biru, Ekspresi Megawati dan SBY saat Semeja di G20 Sama-Sama Saling Menghindar?
-
'Rujuk Nasional!' Warganet Full Senyum Lihat Megawati-SBY Duduk Semeja di KTT G20 Bali
-
PM Inggris dan Kanada Nongkrong Hingga SBY-Mega Duduk Semeja, Ini Deretan Momen Unik Gala Dinner KTT G20
-
Kompaknya SBY dan Megawati di KTT G20 Bali, Sama-sama Pakai Baju Batik Biru dan Duduk Semeja, Netizen: Tumben
-
Kompak Berbaju Biru, SBY dan Megawati Satu Meja Makan Malam Bersama di GWK Bali
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek
-
Potensi RI Punya 89 Ribu Ton Uranium, BRIN Paparkan Ambisi Nuklir ke Prabowo
-
Internal Golkar Wonosobo Bergolak, Mahkamah Partai Diminta Turun Tangan
-
Rakyat Akan Marah! 470 Kepala Daerah Tak Mampu Bayar PPPK Tapi Minta Naik Gaji
-
Gunakan Uang Hasil Sikat Korupsi, Prabowo Janji Investasi Besar di Sektor Pendidikan dan Riset