Suara.com - Presiden Jokowi berhasil menggelar pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT G20 di Bali, dengan hasil yang memuaskan. Pertemuan yang dilaksanakan selama dua hari tersebut masih jadi topik hangat publik.
Sejumlah momen menarik G20 atau Group of 20 kian beredar di jagat media sosial, salah satunya foto yang dibagikan oleh Sekretaris Departemen IV DPP Partai Demokrat, Hasbil M. Lubis.
Foto tersebut memperlihatkan momen Presiden Amerika Serikat Joe Biden saat bicara di pembukaan G20 pada Selasa, (15/11/2022).
Namun menariknya, foto yang dibagikan lewat akun Twitter @Hasbil_Lbs itu, justru menyoroti gestur Presiden Jokowi yang berada di sisi kanan Biden.
Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut diduga tidak memperhatikan Biden, di saat para peserta lainnya tertuju pada Biden serta fokus mendengarkan penjelasan Presiden Amerika.
Berdasarkan foto, tatapan mata Jokowi mengarah ke depan dan termenung.
"Bapak Jokowi kok malah menatap ke depan begitu. Ngeliat apa ya pak?" cuit akun Twitter Hasbil dikutip pada Kamis, (17/11/2022).
Hasbil bertanya-tanya apakah gestur Jokowi tersebut bertanda tengah menyimak penjelasan Biden atau sebaliknya.
"Menyimak kah apa yang dikatakan biden? Atau jangan-jangan malah gak ngerti apa yang disampaikan Biden?" tuturnya.
Baca Juga: Pengaturan Penerbangan Pada Puncak Kepulangan Delegasi KTT G20 di Bali Berjalan Lancar
Sebagaimana diketahui, G20 merupakan salah satu forum internasional paling berpengaruh di dunia. Pasalnya, semua anggota G20 merepresentasikan lebih dari dua pertiga penduduk di dunia. Tercatat sebesar 75 persen perdagangan global, dan 80 persen lainnya sebagai sumber produk domestik bruto (PDB) dunia.
Sebuah forum kerja sama multilateral yang beranggotakan 19 negara utama dan Uni Eropa (EU) ini mempunyai kelas pendapatan menengah hingga tinggi. G20 sendiri terdiri dari berbagai negara berkembang hingga maju.
Anggota G20 sendiri adalah Amerika Serikat (AS), Australia, Brasil, Argentina, Afrika Selatan, China, Kanada, Uni Eropa, Perancis, Jerman, Jepang, Italia, India, Indonesia, Meksiko, Arab Saudi, Rusia, Korea Selatan, Turki, dan Inggris. Sebanyak 17 Kepala Negara atau Pemerintahan turut hadir dalam KTT G20 yang tengah dilaksanakan di Bali.
Forum dunia KTT G20 di Nusa Dua Bali India akhirnya resmi ditutup pada, Rabu (16/11/2022). Kepemimpinan pun dialihkan dari Indonesia ke India.
India akan menjadi Presiden G20 ke-18 tahun depan.
Berita Terkait
-
Tangan Dingin Kreatif Wishnutama di KTT G20 Bali Panen Pujian, Warganet: Gak Ada Lawan
-
Pede Elite NasDem Sebut Anak Jokowi Cocok Jadi Cawapres Anies, Pasukan AHY Gerah: Fokus Saja Rencana Koalisi!
-
Namanya Juga Presiden, Jokowi Ngaku Menu Sarapannya Ekonomi Makro dan Mikro
-
'Waktu Tinggal 5 Menit', Momen Tegang Chef Arnold Disidak Jokowi saat Jadi Koki Dinner KTT G20
-
Kewalahan Diserang Netizen, YouTuber Inggris yang Hina Kain Bali Minta Maaf
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Kalau Dipaksa ke Peradilan Umum Bisa Berujung Impunitas
-
3 Bos KoinWorks Dijebloskan ke Bui, Skandal Korupsi Kredit Rp 600 Miliar
-
Soal Ketimpangan Personel Polri, Kapolri: Ada yang Harus Dirampingkan dan Diperkuat
-
Jangan Cuma Salahkan Sopir! DPR Soroti Kondisi Jalan Nasional di Balik Kecelakaan Maut Bus ALS
-
Resmi! Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Siap Pilih Ketum PBNU dan Rais Aam
-
Listyo Sigit Buka Suara soal Rekomendasi Calon Kapolri Harus Punya Sisa Masa Dinas 2-3 Tahun
-
Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama Muncul di Dakwaan Korupsi, Menkeu: Tak Dinonaktifkan
-
Gus Ipul Bantah Tahan SK Jelang Muktamar PBNU: Itu Kabar Menyesatkan
-
Motif 'Sakit Hati' Gugur di Persidangan! TAUD: Serangan ke Andrie Yunus Itu Operasi, Bukan Dendam
-
Hakim Nur Sari Semprot Dirjen Binwasnaker Fahrurozi: Saudara Lahir di Kemnaker, Masa Tidak Tahu?