Suara.com - Sebuah video yang berisikan aksi sekelompok pelajar menendang seorang nenek di pinggir jalan viral di media sosial.
Dalam video itu, terlihat 6 orang pelajar yang memakai pakaian seragam pramuka dan menggunakan dua motor. Salah satu dari mereka lalu turun dari motor dan menendang perempuan paruh baya itu hingga jatuh tersungkur.
Adapun nenek tersebut belakangan diketahui merupakan orang dengan gangguan jiwa atau ODGJ. Setelah nenek tersebut terjatuh, 6 pelajar tersebut langsung meninggalkannya sambil tertawa puas.
Sedangkan sang nenek langsung berlari ketakutan dan menjauh dari gerombolan pelajar tersebut. Video viral itu langsung menuai kemarahan dari publik.
Seperti apa kejadian peristiwa tak terpuji itu? Berikut deretan faktanya.
Terjadi di Tapanuli Selatan
Awalnya peristiwa tersebut diduga terjadi di daerah Karawangatau Puwakarta, Jawa Barat. Sebab dalam video itu terlihat salah satu sepeda motor yang digunakan berpelat nomor T 3350 BK.
Adapun pelat nomor T merupakan kendaraan bermotor yang berada di daerah Karawang. Namun belakangan diketahui peristiwa itu terjadi di kawasan Angkola Timur, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.
Menko Polhukam berang sampai colek Polri
Aksi tak terpuji 6 siswa sekolah tersebut tak hanya membuat warganet geram. Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD pun ikut meradang melihat ulah siswa tersebut.
Hal tersebut terlihat dalam cuitan Mahfud MD di Twitter pada Minggu (20/11/2022). Ia turut melakukan quote retweet video tersebut dari akun @zoelfick.
Dalam cuitanya, Mahfud MD melaporkan 6 siswa tersebut dengan mencolek akun Divisi Humas Mabes Polri.
"Ini lagi @DivHumas_Polri --> Motornya T 3350 BK," tulis Mahfud MD dikutip dari Twitter @mohmahfudmd pada Minggu (21/11/2022).
Tak sampai di situ, Mahfud MD juga meradang dengan kelakuan para pelajar tersebut. Ia mengungkapkan pandangannya mengenai aksi mereka yang pantasnya diberi hukuman.
"Harus ada tindakan tegas secara hukum. Anak-anak itu sangat biadab! Masa nenek renta begitu diejek dan ditendang secara brutal. Untuk anak yang belum dewasa secara pidana ancaman hukumannya adalah 1/2 dari ancaman hukuman normal," kata Mahfud, Senin (21/11/2022).
Pelaku pelajar SMA di Tapanuli Selatan
Setelah Menko Polhukam mencolek Divisi Humas Mabes Polri melalui Twitter, kepolisian langsung bergerak cepat. Alhasil enam orang remaja salah satu sekolah menengah atas di Kabupaten Tapanuli Selatan berhasil ditangkap.
Mereka antara lain yang berinisial IH, ZA, VH, AR, RM dan ASH. Di antara 3 pelajar tersebut, ASH diketahui merupakan lulusan salah satu sekolah keagamaan di sana.
“Untuk barang bukti yang kami amankan antara lain, dua unit handphone milik ZA dan IH serta satu unit sepeda motor nomor polisi T 3350 BK milik RM,” kata Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Imam Zamroni dikutip dari Instagram @polres_padangsidimpuan.
Pelaku pernah lakukan hal yang sama
Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Imam Zamroni mengungkapkan, bahwa pelaku sudah pernah melakukan hal yang sama beberapa waktu lalu, dengan korban yang sama pula.
Menurut Imam, sebelum kejadian yang baru-baru ini,pelaku juga pernah melakukan perbuatan yang sama pada September 2022 lalu.
"Mereka memukul ibu itu dengan sebatang kayu. Pelakunya sama dan korbannya juga sama," kata Imam kepada awak media.
Motif pelaku hanya iseng
Selain diketahui pernah melakukan hal yang sama sebelumnya, Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Imam Zamroni juga mengungkapkan motif dari 6 pelajar tersebut.
Menurut dia, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari 6 siswa tersebut, motif mereka menganiaya nenek tersebut adalah hanya sekadar iseng.
Dan perbuatan itu dilakukan ketika mereka bolos sekolah pada Sabtu (19/11/2022) lalu.
"Sambil bolos sekolah di hari Sabtu itu, mereka iseng berhentilah mau beri rokok sama korban, lalu satu orang pelaku terlalu over sehingga menendang korban," jelas Imam.
Korban diduga ODGJ
Selain menangkap pelaku, kapolres Tapanuli Selatan AKBP Imam Zamroni juga mengungkapkan kalau anggotanya sudah menemui korban.
Dan diketahui bahwa korban merupakan diduga ODGJ. Namun untuk memastikan hal tersebut, pihak kepolisian sudah berkoordinasidengan Dinas Sosial setempat.
Kontributor : Damayanti Kahyangan
Berita Terkait
-
Nasib Pelajar Pelat T di Tapsel yang Tega Tendang Nenek di Jalan Sampai Tersungkur
-
Mahfud MD Akhirnya Angkat Bicara Terkait Pertemuannya dengan Ganjar Pranowo
-
Disunggung Pertemuan dengan Ganjar, Mahfud MD Sebut Nama Kandidat Capres Lain: Ayah dan Ibu Anies Senior Saya di Kampus!
-
Pelajar Ini Marah Hingga Lontarkan Makian Usai Ditegur Polisi Tak Pakai Helm Saat Berkendara
-
Sumsel Sepekan: Puluhan Pelajar Keracunan di Prabumulih, Anggota TNI AD Terduga Penimbun BBM Ilegal
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
Pilihan
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
Terkini
-
Dua Hari, Lima Bencana Beruntun: BNPB Catat Longsor hingga Karhutla di Sejumlah Daerah
-
Polri Akan Terbitkan Red Notice Buron Kasus Chromebook Jurist Tan, Lokasinya Sudah Dipetakan
-
Babak Baru Kasus Korupsi Minyak Pertamina, Polri Terbitkan Red Notice Riza Chalid
-
Resmi! Bahar Bin Smith Jadi Tersangka Kasus Penganiayaan Anggota Banser di Tangerang
-
Waspada Virus Nipah Mengintai! Kemenkes Ingatkan Jangan Konsumsi Nira Aren Segar dari Pohon
-
Epstein Files Sebut Donald Trump 'Dikooptasi' Israel, Singgung Dalang Proyek Gaza
-
Tak Berizin, KKP Musnahkan 796 Kg Kulit Hiu dan Pari Milik Perusahaan Asing di Banyuwangi
-
Registrasi Akun SNPMB Sekolah 2026 Diperpanjang, Cek Syarat-syaratnya!
-
Geger Penemuan Mayat Pria Tanpa Identitas di Tumpukan Sampah Kali Mookervart
-
Operasional RDF Rorotan Dilakukan Bertahap, Warga Diminta Tak Khawatir Bau