- Paparan Kemenag menunjukkan posisi hilal Indonesia belum memenuhi kriteria MABIMS untuk awal Syawal 1447 Hijriah.
- Tinggi hilal berkisar 0,91 hingga 3,13 derajat, di bawah standar minimal 3 derajat yang disyaratkan MABIMS.
- Keputusan akhir tanggal 1 Syawal masih menunggu hasil rukyatul hilal di 117 titik pemantauan nasional.
Suara.com - Paparan awal Kementerian Agama (Kemenag) menunjukkan posisi hilal di Indonesia belum sepenuhnya memenuhi kriteria visibilitas yang disepakati negara-negara Asia Tenggara.
Anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag, Cecep Nurwendaya, mengungkapkan hal itu dalam seminar menjelang Sidang Isbat 1447 Hijriah di Kantor Kemenag, Jakarta, Kamis.
Ia memaparkan, tinggi hilal di seluruh wilayah Indonesia berada di rentang 0,91 derajat hingga 3,13 derajat. Sementara elongasi atau jarak sudut antara Bulan dan Matahari berkisar antara 4,54 derajat hingga 6,10 derajat.
Angka tersebut masih berada di bawah standar kriteria MABIMS, yang mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat agar dinyatakan berpotensi terlihat.
"Kalau kurva tadi digabungkan, di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak memenuhi kriteria awal bulan kamariah MABIMS," kata Cecep dalam seminar sidang isbat di Jakarta, Kamis (19/3/2026).
Berdasarkan perhitungan astronomi atau hisab, kondisi tersebut mengarah pada kemungkinan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.
Namun demikian, hasil hisab tersebut belum menjadi keputusan final. Pemerintah masih menunggu hasil rukyatul hilal yang dilakukan di 117 titik pemantauan di seluruh Indonesia sebelum menetapkan tanggal resmi melalui sidang isbat.
"Kesimpulannya, seluruh ibu kota provinsi di NKRI dan Sabang tidak memenuhi kriteria MABIMS (terkait) awal bulan Syawal 1447 Hijriah," ujarnya.
Cecep menekankan bahwa dalam kriteria MABIMS, dua parameter utama, ketinggian hilal dan elongasi, harus terpenuhi secara bersamaan.
Baca Juga: Hilal Tak Terlihat, Warga Iran Bakal Rayakan Lebaran 2026 pada Sabtu 21 Maret
Ia menjelaskan, ketinggian hilal sangat dipengaruhi oleh cahaya senja di ufuk barat yang dapat mengaburkan visibilitas Bulan jika posisinya terlalu rendah.
Ketinggian ini terpengaruhi oleh cahaya merah atau warna senja yang muncul di ufuk barat setelah matahari terbenam (maghrib) hingga menjelang malam atau syafaq.
Cecep menerangkan bila semakin rendah, maka cahaya senja akan mengaburkan, mengalahkan cahaya hilal yang lemah, semakin tinggi (posisi hilal) pengaruhnya semakin kecil. Kemudian, elongasi menyebabkan tebal dan tipisnya hilal.
"Kalau hilal itu sudah di atas 6,4 derajat memungkinkan hilal itu memasuki kriteria visibilitasnya," tutur Cecep.
Dengan kondisi tersebut, penentuan awal Syawal kini bergantung pada hasil pengamatan langsung di lapangan yang akan dibahas dalam sidang isbat Kemenag.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
Pilihan
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
Terkini
-
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Pemerintah Janjikan Perlindungan bagi Karyawan
-
DPRD DKI Dukung Sensus Ekonomi 2026, Data Akurat Kebijakan Pembangunan
-
Pembangunan 93 Sekolah Rakyat Permanen Hampir Tuntas, Gus Ipul Soroti Pentingnya Dukungan Pemda
-
PKB Singgung Sikap PDIP soal Aksi Tolak MBG: Jangan Bilang A, yang Dikerjakan B
-
Kemensos-PKP Terjun ke Pasuruan untuk Cek Rumah Orangtua Siswa Sekolah Rakyat Tak Layak Huni
-
Misteri Kakek 75 Tahun Tewas Tergantung di Taman Pramuka, Barang Berharga Masih Utuh
-
Mencekam! Eksekusi Hotel Sultan Berujung Hujan Batu, 119 Orang Digelandang Polisi
-
Stok Senjata AS Menipis, Donald Trump Paksa Industri Militer Genjot Produksi Rudal
-
Sekolah Rakyat Siap Beroperasi, Kemensos Hadapi Krisis Tenaga Pendidik
-
Ancaman El Nino Berpotensi Picu Krisis Ekonomi, Pemerintah Diminta Waspada