Suara.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian tampak panik saat merasakan guncangan gempa ketika sedang mengikuti rapat kerja dengan Komisi II di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan. Tito tiba-tiba menunjukan raut wajah kaget.
Hal itu tampak saat Tito sedang duduk mendengarkan penjelasan paparan dari Dirjen Bina Administrasi Wilayah Kementerian Dalam Negeri, Safrizal ZA.
Tito tampak celingak-celinguk atau melihat ke kiri-kanan serta ke atas ruangan, seperti memantau guncangan yang terjadi di ruangan. Hal itu dilakukannya sejenak. Tidak sampai 10 detik, Tito kemudian kembali tenang.
Adapun guncangan gempa itu terasa di ruangan Komisi II pada pukul 13.21 WIB.
"Interupsi ketua, izin, gempa," kata salah seorang anggota Komisi II.
Sementara itu, Safrizal yang berada di sisi kiri Tito tiba-tiba berzikir.
Ia beralih mengucapkan kalimat laa ilaaha illallah, saat sebelumnya sedang memaparkan materi di rapat.
Safrizal terdengar mengucapkan kalimat tahlil itu berulang kalli selama 10 detik.
"Laa ilaaha illallah, Laa ilaaha illallah, Laa ilaaha illallah," ucap Safrizal.
Baca Juga: Mengenal Sesar Cimandiri, Stuktur Sesar Tertua di Jabar yang Picu Gempa Cianjur
Sedangkan Ketua Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia yang memimpin jalannya rapat memutuskan menghentikan sementara atau skors rapat.
"Tiga menit kita lihat dulu situasinya, disetop dulu," kata Doli.
Masuk ke WC
Sementara itu, Tito tampak meninggalkan ruangan begitu rapat diskors.
Di luar ruangan, Tito terlihat masuk ke toilet. Tidak berselang lama, mantan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia itu kembali masuk ruang rapat Komisi II.
Sebelumnya, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati tiba-tiba keluar ruangan di sela-sela rapat yang baru dilangsungkan di Komisi V DPR di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Bukan tanpa alasan, ia beserta seluruh yang ada di ruangan keluar gedung lantaran merasakam guncangan gempa. Sontak, Dwikorita yang memahami situasi segera mengimbau agar gedung dikosongkan.
"Saya mohon agar gedung ini dikosongkan dulu menunggu di luar sambil menunggu perkembangan," kata Dwikorita, Senin (21/11/2022).
Dwikorita menyampaikan keterangan terkait gempanyang terjadi.
"Jadi yang baru saja terjadi pada posisi di sekitar Sukabumi, Cianjur di sekitar daerah tersebut dan merupakan gempa yang diakibatkan oleh patahan geser dengan magnitudo 5,6. Diduga ini merupakan pergerakan dari sesar Cimandiri, jadi bergerak kembali, kemudian kedalaman pusat gempa sekitar 10 kilometer," tutur Dwikorita.
Ia kembali mengimbau agar masyarakat dapat sejenak berada di luar ruang pasca gempa yang terjadi. Sebab, ia mengkhawatirkan adanya potensi gempa susulan.
"Dan kami mohon sebaiknya yang ada di dalam gedung sebaiknya keluar saja dulu menunggu karena gempa kemungkinan masih ada gempa susulan," kata Dwikorita.
Rapat Diskors Gegara Gempa
Sementara itu, rapat antara Komisi V dan BMKG terpaksa diskors untuk waktu yang belum ditentukan. Pihak Komisi V menyarankan agar Dwikorita beserta rombongan BMKG segera kembali ke kantor untuk memonitor gempa yang terjadi.
"Diskors. Jadi kami diberi waktu menuntaskan tugas kami ini nanti lihat situasi. Jadi ini diskors, mungkin ditunda juga tergantung perkembangannya. Semoga saja tidak berkembang lebih buruk," kata Dwikorita.
Diketahui, gempa bermagnitudo 5,6 baru saja mengguncang wilayah Jawa Barat hingga terasa kuat di Jakarta. Di sisi lain, warga sebagian Kabupaten Bekasi mengaku sampai panik keluar rumah.
Lewat akun Twitter resminya, BMKG melaporkan, pusat gempa di barat daya Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, Senin (21/11/2022) pukul 13.21 WIB. Gempa bumi itu terasa hingga Bekasi dan Jakarta.
BMKG merilis gempa berada pada kedalaman 10 kilometer dengan posisi 10 kilometer barat daya Kabupaten Cianjur.
"Tidak berpotensi tsunami," cuit BMKG.
Namun demikian belum diketahui secara pasti apakah ada dampak yang ditimbulkan dari gempa tersebut.
Terasa Kuat Di Jakarta
Di sisi lain, sejumlah warga di Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi mengaku merasakan gempa yang terjadi. Mereka tampak kaget dan sebagian ada yang panik keluar rumah.
"Ada gempa, goyang-goyang, lama," ucap Reni, salah seorang warga Tambun Selatan.
"Akuarium di rumah saya sampai goyang juga airnya, lama terasa," timpal Agung warga Tambun Selatan yang juga kaget hingga keluar rumah.
Sementara itu, warga lain di Jakarta juga merasakan hal sama. Gempa terjadi cukup lama ada beberapa detik.
Tag
Berita Terkait
-
Gempa Cianjur: Seorang Ibu dan Balita Sempat Tertibun Reruntuhan, Begini Kondisinya Saat Ini
-
Kapolres Cianjur Sebut 44 Orang Meninggal Dunia dan Ratusan Warga Alami Luka Pasca Cianjur Diguncang Gempa
-
Mengenal Sesar Cimandiri, Stuktur Sesar Tertua di Jabar yang Picu Gempa Cianjur
-
Kondisi Halaman RSUD Dipenuhi Korban Gempa Cianjur, Petugas Medis Berjibaku Bantu Warga
-
Nyaris Tertimbun, Ibu dan Balita Selamat dari Gempa Cianjur, Lima Meninggal Dunia
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak
-
Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo
-
Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional
-
Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan
-
Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan
-
Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir
-
Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah
-
Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia
-
Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'
-
Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah