Suara.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi akan menyerahkan bantuan perbaikan rumah korban gempa Cianjur pada Senin (5/11/2022) depan. Setidaknya akan ada 8 ribu rumah warga yang masuk ke dalam daftar penerima bantuan tersebut.
"Ganti rugi nanti insyaAllah hari Senin bapak presiden akan menyerahkan bantuan. langsung," kata Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (1/12/2022).
Muhadjir menuturkan bahwa 8 ribu rumah itu sudah melalui proses verifikasi untuk diperbaiki. Sebanyak 8 ribu rumah itu nantinya akan diberikan bantuan sesuai dengan level kerusakannya.
"Mulai dari rusak rumah (rusak) ringan, sedang, berat yang sudah terverifikasi untuk rombongan pertama ini sekitar 8 ribu yang nanti akan diserahkan langsung oleh bapak presiden," ujarnya.
Muhadjir menyebut kalau Jokowi akan menyerahkan bantuan itu secara langsung di Cianjur. Ia mengungkapkan bahwa apabila Jokowi yang menyerahkan secara langsung, setidaknya bisa menyadarkan masyarakat untuk bisa bangkit dari kesedihan.
"Kita harapkan masyarakat segera tidak merasa kondisinya bencana lagi, tetapi sudah mulai hidup. Mulai bangkit kembali, terutama dari sektor ekonomi kan tidak boleh berlama-lama," tuturnya.
Adapun di lain kesempatan, Muhadjir mengungkap kalau gempa bumi Cianjur telah merusak 14.490 rumah. Nantinya, rumah-rumah warga yang rusak itu akan dibagi per kelompok untuk mendapatkan perbaikan dari pemerintah.
Berita Terkait
-
Gempa Susulan di Cianjur Terjadi 356 Kali, Terbesar 4,2 Magnitudo
-
12 Korban Gempa Cianjur Belum Ditemukan, Tim Gabungan Fokus Pencarian di Tiga Wilayah Ini
-
Komeng dan Caesar Asik Main Bersama Anak-anak Korban Gempa Cianjur
-
Hari Kesepuluh Gempa Cianjur, Rekayasa Arus Lalu-Lintas Buka Tutup Tidak Diberlakukan Lagi
-
BIN Gandeng Dukcapil Buka Posko Pembuatan KK dan KTP untuk Korban Gempa Cianjur
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Polisi Ungkap Jaringan TPPO Jual Beli Bayi Lintas Daerah, Beroperasi dari Jakarta hingga Papua
-
KPK Perluas Pemeriksaan Kasus Pemerasan di Pati, Mantan Pejabat hingga Kades Dipanggil
-
Pelajar 16 Tahun Pukul Kakak Kandung hingga Tewas di Kelapa Gading, Polisi Dalami Motif Pelaku
-
Selain Kades, KPK Seret Eks Wabup dan Eks Ketua DPRD Pati Jadi Saksi Kasus Pemerasan Sudewo
-
Usulan KSPI THR H-21 Ditolak! Ini Kata Menaker Soal Batas Waktu Pembayaran THR Idulfitri 2026
-
DPR Desak Pemerintah Sanksi Perusahaan Pelanggar THR: Jangan Jadi Pola Menahun
-
BEM SI Kritik Keras Polri, Soroti Dugaan Pembunuhan Arianto Tawwakal di Tual
-
Wajib Tutup Selama Ramadan? Ini Daftar Tempat Hiburan Malam di Jaksel yang Disegel Pemprov DKI
-
Said Didu Bongkar Sisi Lain Hambalang: Beda Kelas Pengusaha Industri vs Pengeruk Kekayaan Alam