Suara.com - Komunitas 'Sunda Empire' kini tengah berduka, sebab eks petingginya yakni Edi Raharjo yang dikenal dengan alias Rangga Sasana dan Lord Rangga resmi dikonfirmasi meninggal dunia oleh pihak keluarga.
Rangga mengembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Mutiara Bunda Tanjung Brebes karena sakit pada pukul 05.39 pagi, Rabu (7/12/2022).
Semasa hidupnya, mendiang politisi negara fiktif tersebut kerap menggelitik pikiran publik dengan pernyataan bombastisnya. Ia kerap melayangkan pernyataan yang mengklaim bahwa negara fiktif yang ia pimpin, yakni Sunda Empire memiliki segudang kehebatan dan koneksi dengan tokoh-tokoh dunia.
Mari mengenang segudang pernyataan menggelitik yang pernah dilontarkan oleh Lord Rangga.
Celetukan jadi ramalan: Sebut Bill Gates dan Jack Ma akan mundur
Semasa hidupnya, pernyataan bombastis Lord Rangga kerap dinilai gurauan hingga dipandang sebelah mata. Namun siapa sangka, bahwa beberapa pertanyaan menggelitiknya menjadi realita.
Salah satunya yakni saat Lord Rangga berkesempatan menjadi narasumber di acara Indonesia Lawyers Club atau ILC 2020 lalu.
Kala itu, Lord Rangga memprediksi bahwa Sunda Empire akan bertahan meskipun para orang besar seperti Bill Gates dan Jack Ma mundur dari jabatan masing-masing.
"Sunda Empire memiliki sebuah sistem di antara sistem-sistem atau raja-raja sistem yang ada di bumi. Maka Bill Gates mengundurkan diri, maka Jack Ma mengundurkan diri," kata Rangga Sasana dengan lantang.
Menjelang pertengahan tahun 2020, Bill Gates akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri, sehingga membenarkan pernyataan Rangga.
Jack Ma yang juga turut disebut oleh Rangga juga akhirnya memutuskan angkat kaki dari posisi petinggi Ali Baba beberapa bulan setelah Bill Gates.
Prediksi Perang Rusia-Ukraina hingga perang nuklir
Lord Rangga juga tak jarang menggelitik publik dengan pernyataan bombastis tentang kondisi geopolitik dunia.
Ia juga sempat memprediksi puncak ketegangan antara Rusia dan Ukraina yang berujung ke konflik bersenjata.
Hebatnya, Lord Rangga berhasil memprediksi kondisi percaturan konflik Rusia dan Ukraina dengan memetakan beberapa pendukung Rusia yang sempat diwacanakan akan menggunakan senjata nuklir.
"Siapa yang peduli itu nuklir diledakkan sementara istri dan anak mereka diselamatkan. Ada yang berani melawan 10 itu?," tanya Lord Rangga kepada publik
Klaim Sunda Empire akan selesaikan Perang Ukraina-Rusia
Bak politisi sungguhan, Lord Rangga juga kerap membahas situasi perang Rusia-Ukraina hingga sampai mengklaim akan mengambil langkah selaku petinggi Sunda Empire.
Rangga tak pernah bosan membahas soal Putin. Ia sempat berceletuk bahwa dunia tak bisa serta merta remehkan sosok presiden Federasi Rusia tersebut.
Bahkan Rangga pernah mengklaim bahwa kalimat seruan perang yang kerap dilontarkan oleh Putin yakni Ura! merupakan singkatan dari 'Untuk Rangga!'
"Nah terus kenapa Putin sekarang baru mengeluarkan kata 'Uraa'?," tanya Rangga kepada Uya Kuya saat diundang di acaranya.
"Uraa (artinya) untuk Rangga," sambungnya dilansir dari YouTube Uya Kuya TV.
Mampir ke DM Putin
Lord Rangga juga kembali menggelitik publik saat ia mengirimkan pesan pribadi atau DM kepada Putin melalui akun Instagram.
Hal tersebut juga tak terlepas dari upaya Sunda Empire untuk mengentaskan konflik antara Rusia dengan Ukraina.
"Lord Rangga bersama aliansi sedang berusaha menghubungi Putin melalui DM Instagram," tulis akun warganet mengutip video Rangga menghubungi Putin via Instagram.
Foto di kokpit pesawat, akan terbang ke Rusia
Demi menuntaskan konflik bersenjata Rusia-Ukraina, Lord Rangga juga mengaku akan terbang ke Rusia. Ia mengunggah sebuah foto yang menampilkan dirinya sedang duduk di kokpit sebuah pesawat dan duduk di kursi pilot.
"Apapun keadaannya, saya bela bangsa, bela negara dan bela bumi bersama untuk mewujudkan perdamaian," ujar Lord Rangga dalam video aksi di pesawat itu.
Pernyataan terakhir Rangga sebelum wafat
Bahkan menjelang hari-hari terakhirnya, Rangga sempat melontarkan pernyataan bombastis, yakni seputar Gedung Sate yang menjadi ikon masyarakat Bandung.
Ia mengklaim bahwa Gedung Sate merupakan pusat satelit dunia dan dilengkapi dengan berbagai teknologi dan fitur mutakhir.
"Gedung Sate adalah gedung sentra satelit yang pertama kali di dunia. Pos pertama di dunia yang menjadi kantor pos dan pusat telekomunikasi," tutur Lord Rangga di Instagram pada 6 Desember 2022, sehari sebelum ia menghembuskan nafas terakhir.
Kontributor : Armand Ilham
Berita Terkait
-
Fakta Lord Rangga, Petinggi Sunda Empire yang Meninggal di Usia 55 Tahun
-
Sebelum Meninggal, Istri Sebut Lord Rangga Kerap Latihan Tinju Malam Hari untuk Tanding Lawan Vicky Prasetyo
-
Mengenang Niat Mulia Lord Rangga Mau DM Instagram Vladimir Putin
-
6 Kontroversi Lord Rangga Sempat Bikin Heboh, Ada Ramalan yang Jadi Kenyataan?
-
Kronologi Lord Rangga Meninggal, Sempat Dilarikan ke Rumah Sakit karena Kelelahan
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Belum Teridentifikasi, 10 Jenazah Korban Longsor Cisarua Dimakamkan Secara Massal
-
KPK Tahan Kepala Seksi Intelijen Cukai Budiman Bayu Jadi Tersangka ke-7 Kasus Impor Barang KW
-
2 Tahun Penjara Menanti! Delpedro Cs Dituntut Jaksa Terkait Kerusuhan Demo Agustus 2025
-
Gubernur Kaltim Beli Mobil Dinas Mewah Rp 8,5 Miliar Di Tengah Efisiensi , Ini Respons Golkar!
-
Dissenting Opinion di Kasus Korupsi Minyak Pertamina: Hakim Mulyono Ragukan Unsur Kerugian Negara
-
KPK Pamerkan Barang Bukti Lima Koper Berisi Uang Rp5,19 Miliar Korupsi Bea Cukai
-
Pakistan Bombardir Kabul, Konflik dengan Afghanistan Memasuki Fase Perang Terbuka
-
Anggota DPR Minta Impor 105 Ribu Pickup India Dibatalkan: Ini Dirancang Diam-diam
-
Kronologi Penangkapan Koko Erwin, Diringkus Saat Hendak Menyeberang ke Malaysia
-
Golkar Tegaskan Anggaran MBG Disepakati Bulat di DPR: Tak Ada yang Menolak, Termasuk PDIP