Suara.com - Sampai saat ini, polisi belum menyimpulkan motif pelaku bom bunuh diri di Polsek Astanaanyar, Kota Bandung.
Tim Polri dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme masih melakukan penyelidikan.
Temuan awal, pelaku datang ke Polsek Astanaanyar dengan menggunakan sepeda motor warna biru dengan plat AG (Surakarta).
Selain itu, pelaku membawa dua buah bom. Satu bom yang diledakkan dan satu lagi belum meledak.
Temuan yang sekarang menjadi perbincangan adalah tulisan di sepeda motornya. Tulisannya: KUHP=Hukum Syirik/Kafir.
Mengenai temuan tulisan di sepeda motor, anggota Komisi Hukum DPR Arteria Dahlan menilai terlalu dini jika langsung dikaitkan dengan motif serangan bom bunuh diri.
"Ya lebih nggak nyambung lagi dan terlalu dipaksakan," kata Arteria.
Arteria mengatakan KUHP yang baru disahkan DPR telah melewati proses yang panjang dan mengakomodir kearifan lokal serta memberikan penghormatan terhadap nilai-nilai religius.
"Justru KUHP yang baru lebih mengakomodir kearifan lokal dan memberikan penghormatan atas nilai-nilai yang bersifat religius," kata dia.
Baca Juga: Ada Dua Bom di Polsek Astana Anyar, Kapolda Jabar: Satu Diledakkan Pelaku, Satu oleh Kita
Tetapi Arteria tidak ingin terlalu jauh membahas soal itu karena bisa menimbulkan spekulasi. Dia yakin polisi dapat segera mengungkap.
"Makanya dari pada jadi polemik Polda Jabar harus mengusut tuntas secepatnya. Kan gampang banget itu," kata dia.
Berita Terkait
-
Bom Bunuh Diri Guncang Pakistan, Kereta Militer Hancur Tewaskan Lebih dari 20 Orang
-
Ini Deretan Kontroversi Arteria Dahlan, Terbaru Foto Bersama di Jalur Maut Sitinjau Lauik
-
Komisarisnya Narsis di Sitinjau Lauik, Ini Profil BUMN Pusri Palembang
-
Nekat Foto di Jalur Maut Sitinjau Lauik, Rombongan Arteria Dahlan Bikin Polisi Kena Getahnya!
-
Aksi Foto Arteria Dahlan di Tikungan Sintinjau Lauik Disorot, Polda Sumbar: Antrean Hanya 1 Menit
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi