Suara.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mendesak pemerintah dan Polri mengusut tuntas peristiwa bom bunuh diri yang mengakibatkan korban meninggal dan luka yang terjadi di Polsek Astanaanyar Bandung pada Rabu (7/12/2022) pagi kemarin.
Ketua Komnas HAM, Atnike Nova Sigiro menyampaikan pihak mengutuk keras kejadian tersebut, serta turut berduka atas jatuhnya korban jiwa.
"Mendesak Pemerintah, Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) dan Institusi Negara lainnya untuk segera mengusut dengan tuntas peristiwa ini," kata Atnike dalam keteranganya, Rabu (7/11/2022) malam kemarin.
Guna mengantisipasi keberulangan Komnas HAM memintan pemerintah dengan lembaga terkaitnya melakukan sistem pencegahan yang ketat.
"Serta melakukan pencegahan yang efektif agar peristiwa serupa tidak terulang kembali, dengan tetap mengedepankan prinsip-prinsip hak asasi manusia," ujar Atnike.
Kepada para korban, pemerintah diminta melakukan penanganan medis yang intensif serta layanan kemanusiaan bagi korban baik yang meninggal dunia dan luka-luka.
"Serta menjamin perlindungan dan pemulihan sebagaimana dijamin dalam peraturan perundang-undangan," imbuh Atnike.
Di samping itu, masyakat diminta untuk tetap tenang dan menghormati proses hukum yang berlaku.
"Komnas HAM mengutuk segala bentuk tindakan kekerasan maupun terorisme yang dilakukan untuk menciptakan rasa takut dan ancaman kepada masyarakat," ujar Atnike.
Berita Terkait
-
Fakta Pelaku Bom Bunuh Diri di Polsek Astanaanyar dari Potongan Tubuh Berserakan hingga Tinggalkan Pesan soal KUHP
-
Buntut Bom Bunuh Diri di Polsek Astanaanyar, Mall Grand Indonesia Tingkatkan Pengamanan
-
Mengecek Harga Motor Suzuki Shogun, Yang Digunakan Teroris Bom Bunuh Diri di Polsek Astanaanyar
-
Bom Bunuh Diri Jelang Pernikahan Kaesang Pangarep, Gibran: Warga Solo dan Tamu Jangan Takut!
-
Namanya Terseret Bom Bunuh Diri di Polsek Astanaanyar Bandung, Ini Klarifikasi Warga Solo Boby Ari Setiawan
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Geger Siswa SD Akhiri Hidup Gegara Tak Mampu Beli Buku, Legislator NTT Minta Polisi Selidiki
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Rano Karno Mau Sulap Planetarium Jakarta Setara Las Vegas
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Klaim Sukses di Banyuwangi, Luhut Umumkan Digitalisasi Bansos Diperluas ke 40 Daerah
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Polisi Sebut Habib Bahar Ikut Lakukan Pemukulan di Kasus Penganiayaan Banser
-
Riza Chalid Diburu Interpol, Kerry Andrianto: Ayah Tak Tahu Apa-apa
-
Uji Coba Digitalisasi Bansos di Banyuwangi Diklaim Sukses, Angka Salah Sasaran Turun Drastis