Suara.com - Proses pencalonan presiden masih akan memiliki dinamika politik yang tinggi, kata Direktur Eksekutif Algoritma Aditya Perdana.
"Para aktor kunci dan penting yaitu Pak Jokowi, Bu Mega, Pak Surya Paloh dan para ketum parpol di Senayan masih terus melakukan pendekatan dan silaturahmi politik untuk memperkuat proses pencalonan presiden di tahun depan," kata Aditya Perdana, baru-baru ini.
Aditya Perdana mengatakan Prabowo Subianto sebagai ketua umum Partai Gerindra yang dapat dengan mudah memobilisasi dukungan terhadap dirinya sebagai capres atau calon lain.
Sama halnya dengan Agus Harimurti Yudhoyono yang juga dapat melakukan hal yang sama dalam kapasitas sebagai ketua umum Partai Demokrat untuk memobilisasi kadernya untuk mendukung capres pilihannya.
Sedangkan untuk Jokowi, kata Aditya, tentu akan menempatkan forum relawan ataupun KIB dalam diskursus pencalonan presiden mendatang dalam kerangka "kendaraan politik" lainnya.
Meskipun, di lain kesempatan tentu Jokowi merasa perlu dan patuh juga dari keputusan partai utama pendukungnya yaitu PDIP terkait calon presiden.
Presiden Jokowi memberikan pernyataan resmi dalam forum relawan pendukung Jokowi dalam pilpres terkait dukungan beliau dalam pilpres 2024 seperti apa. Dalam forum itu, Presiden Jokowi memberikan sinyal dan pernyataan yang jelas kepada capres yang mampu melanjutkan agenda pemerintahannya saat ini.
Secara khusus, yang menghebohkan adalah adanya simbol dukungan kepada capres berambut putih, yang kemudian diasosiasikan kepada Ganjar Pranowo, gubernur Jawa Tengah yang tengah populer di semua hasil survei nasional belakangan ini.
Berita Terkait
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi
-
Anggota Komisi III DPR Dukung RUU Polri Atur Jabatan Polisi di Luar Institusi Dibatasi: Supaya Jelas
-
Mahfud MD: KPRP Rekomendasikan Rangkap Jabatan Polri Dibatasi Lewat UU ASN
-
BSI Tunjuk Bos Besar MUI jadi Komisaris, Dulu Pernah Kritik Prabowo Agar Keluar dari BoP
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Gibran dan Teddy Indra Wijaya Jadi Magnet Pilres 2029, Hensa: Semua Bergantung Keputusan Prabowo
-
Rusia Minta Evakuasi Diplomat dari Ibu Kota Ukraina, Eropa Memanas
-
Gaza Kembali Membara! Serangan Israel Tewaskan Kolonel Polisi dan Lukai 17 Orang
-
Tulisan Tangan Terakhir Jeffrey Epstein Dipublikasikan, Isi Pesannya Bikin Geger
-
Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus
-
Kelicikan Zionis Israel, Beirut Selatan Dibombardir Saat Gencatan Senjata
-
Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate