Suara.com - Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri sedang menelusuri siapa saja yang diduga membantu Agus Sujatno alias Agus Muslim melakukan serangan bom bunuh diri di Polsek Astanaanyar, Kota Bandung.
Saat ini, penyidik sedang meminta keterangan tiga anggota keluarga Agus Muslim untuk menghimpun informasi.
"Tentunya bila ketiga anggota keluarga pelaku ini tidak ada keterlibatan tentu setelah pemeriksaan akan kita kembalikan," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Ahmad Ramadhan, hari ini.
Penyidik juga meminta keterangan anggota polisi dan warga sipil yang mengetahui peristiwa bom bunuh diri itu.
Total orang yang diperiksa polisi setelah kejadian bom bunuh diri sebanyak 18 orang.
Serangan bom bunuh diri dilakukan Agus Muslim pada Rabu (7/12/2022), pagi, saat anggota Polsek Astanaanyar sedang apel pagi.
Bom yang diledakkan oleh Agus merupakan bom rakitan yang dimasukkan ke dalam panci atau dikenal sebagai bom panci.
Bom yang menewaskan pelaku dan seorang anggota polisi mengandung proyektil paku dan mengandung residu triaceton triperoxide (TATP) serta baterai yang diduga untuk pemantik.
Agus berhasil diidentifikasi penyidik melalui sidik jari. Dia terafiliasi dengan jaringan JAD.
Agus pernah terlibat kasus bom panci di Cicendo, Bandung, pada 2017 dan setelah itu dia divonis empat tahun penjara.
Agus dipenjara di Nusakambangan dan baru bebas bersyarat pada 2021.
Dia dikenal sebagai narapidana kasus terorisme yang menolak program deradikalisasi. [rangkuman laporan Suara.com]
Berita Terkait
-
Rusia Tangkap Empat Remaja Rencanakan Serangan Bom Bunuh Diri
-
Cerita Paus Fransiskus Pernah Jadi Target Bom Bunuh Diri di Irak: Seorang Wanita Dipenuhi Bahan Peledak!
-
Serangan Bom Bunuh Diri Sasar Pasukan Gabungan Irak-Kurd, Tiga Perwira Tewas
-
Bom Meledak di Stasiun Kereta Pakistan, Lebih dari 20 Warga Tewas, 50 Lainnya Luka-luka
-
Bom Bunuh Diri Meledak di Ibu Kota Afghanistan, 6 Tewas Belasan Terluka
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Sita Si Buruh Belia: Upah Minim dan Harapan yang Dijahit Perlahan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
-
Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan
Terkini
-
Kala Hakim Anwar Usman Jadi 'Juara' Absen di MK, Sanksi Hanya Sepucuk Surat?
-
TNI Akan Bentuk Batalion Olahraga, Atlet Emas Langsung Naik Pangkat Jadi Kapten
-
Suara dari Aksi Buruh: Hidup di Jakarta Butuh Rp6,4 Juta, Upah Saat Ini Tak Cukup
-
KPK Ultimatum Nyumarno, Politisi PDIP Bekasi Didesak Bersaksi di Kasus Suap Bupati
-
Susah Jadi Diktator di Era Medsos, Pengamat Nilai Tuduhan ke Prabowo Tak Tepat
-
4 Personel Brimob Diamankan Usai Insiden Penembakan di Tambang Ilegal Bombana
-
Merangkak Pulang dari Semak Belukar: Kisah Nenek Saudah Korban Perlawanan terhadap Mafia Tambang?
-
Tunjangan Hakim Karir Tembus Rp110 Juta, Hakim Ad Hoc Ancam Mogok Sidang 12-21 Januari
-
Respons Istana soal Beredar Perpres Tugas TNI Atasi Terorisme
-
Aceh Masih 'Lumpuh', Status Tanggap Darurat Bencana Diperpanjang Hingga 22 Januari