Deddy kemudian menerangkan alasannya yang terkait dengan aksi pemberantasan terorisme. Sebab ayah Deddy rupanya pernah menjadi penyintas ledakan bom di Gereja Bunda Hati Kudus, Gambir, Jakarta Pusat.
"Jadi ketika gue melihat sebuah pemerintahan, siapapun presidennya, kebetulan sekarang Pak Jokowi. Kalau presidennya Pak Prabowo atau nanti presidennya siapapun, ketika mereka mau untuk menekan adanya terorisme atau apapun itu, gue pasti mendukung," jelas Deddy.
Aspek inilah yang membuatnya pro terhadap pemerintahan Jokowi. Kendati demikian, Deddy tidak menampik ada hal negatif dari pemerintahan Jokowi saat ini.
"Memang dalam pemerintahan, pasti Pak Jokowi tidak mungkin sempurna terus, dan saya menyayangkannya kadang-kadang apa yang mau disampaikan beliau tapi nyampenya suka beda," tutur Deddy.
Di sisi lain, Deddy telah aktif berpangkat Letkol Tituler. Disebutkan bahwa Deddy berhak mendapatkan tunjangan honorarium sebagaimana diatur di Pasal 9 Ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 1959.
Bukan hanya itu, Juru Bicara Menhan, Dahnil Anzar Simanjuntak, juga memastikan Deddy kehilangan hak pilihnya di Pemilihan Umum. Termasuk kehilangan hak pilih di Pemilu 2024 bila masih bertugas sebagai Letkol Tituler hingga tahun tersebut.
Berita Terkait
-
Letkol Tituler Deddy Corbuzier Bakal Terima Honor dari Negara
-
Berpangkat Letkol Tituler, Hak Pilih Deddy Corbuzier di Pemilu Otomatis Gugur
-
Pro dan Kontra Pemberian Pangkat Letkol Tituler ke Deddy Corbuzier
-
Akbar Faizal Kritik Keras Pemberian Letkol Tituler ke Deddy Corbuzier: Negeri Suka-suka
-
Deddy Corbuzier Kini Berpangkat Letkol Tituler, karena Jasa lewat Podcast?
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Jejak Pelarian Pengasuh Ponpes Ndolo Kusumo Pati Berakhir di Wonogiri, Muka Lesu Tangan Diborgol
-
Letjen Robi Herbawan Ditunjuk Jadi Kabais TNI
-
Isu Persija vs Persib Tergusur Acara GRIB Jaya, Pramono: Saya Tidak Mau Berspekulasi
-
Donald Trump: Ayolah Iran, Kibarkan Bendera Putih
-
Ade Armando Resmi Keluar dari PSI, Pengamat Sebut Demi Selamatkan Citra Partai
-
Mensos Gus Ipul Sambangi KPK Besok, Minta Nasihat Terkait Pengadaan Sekolah Rakyat yang Disorot
-
Gelandang Botafogo Danilo Incar Satu Slot Timnas Brasil di Piala Dunia 2026: Banyak Pemain Top
-
Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Intelijen Itu Alat Negara, Bukan Alat Emosi
-
Menkes Budi Waspadai Hantavirus Masuk Indonesia, Rapid Test hingga PCR Disiapkan
-
Akan Disampaikan di Forum Dunia, 3 Poin tentang Kekerasan Anak yang Tak Bisa Lagi Diabaikan