News / Nasional
Senin, 12 Desember 2022 | 16:20 WIB
Wakil Ketua MPR dari Fraksi PPP Arsul Sani. (Dok: DPR)

Suara.com - Wakil Ketua MPR dari Fraksi PPP Arsul Sani menyatakan pimpinan MPR tak pernah membicarakan persoalan penundaan Pemilu 2024.

Bahkan, ia memastikan pihaknya tidak pernah melakukan pembahasan mengenai tersebut, menyusul kembali ramainya isu penundaan Pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden.

"Di MPR sendiri memang selama ini, jangankan formal saja, informal saja ngobrol-ngobrol saja tidak pernah kita itu membicarakan ya itu soal penundaan pemilu," kata Arsul di Bidakara, Jakarta, Senin (12/12/2022).

Arsul menyampaikan, alasan MPR tidak pernah membuka dialog mengenai penundaan Pemilu. Salah satu yang menjadi alasan ialah karena tahapan Pemilu sudah mulai berjalan.

"Semua kan sudah on the track. Kenapa itu tidak pernah kita bicarakan? Karena kan yang namanya Pemilu itu kan tahapannya sudah dimulai," kata Arsul.

Sebut Bamsoet Tak Sedang Inisiasi

Kolega Bambang Soesatyo di pimpinan MPR ini juga mengatakan, Ketua MPR itu tidak sedang menginisiasi penundaan Pemilu 2024. Hal itu sudah dikonfirmasi Arsul kepada Bamsoet.

Diketahui, Bamsoet ramai diberitakan usai pernyataannya yang menyinggung penundaan Pemilu dan isu tiga periode. Analis dan politikus ramai-ramai membaca pernyataan itu sebagai bentuk dukungan Bamsoet atas dua isu terkait.

"Sudah dapat penjelasan dari Mas Bamsoet, jadi beliau sebetulnya tidak sedang menginisiasi penundaan Pemilu atau perpanjangan masa jabatan presiden maupun anggota DPR, DPRD dan anggota DPD," kata Arsul.

Baca Juga: Ketua MPR Dengungkan Isu Penundaan Pemilu 2024, Masinton PDIP: Tidak Bisa Karena Kepuasan Publik Pada Kinerja Jokowi

Wakil Ketua MPR ini mengatakan, Bamsoet hanya ingin mengingatkan agar Pemilu dipersiapkan dengan baik, termasuk mengenai penandanaan Pemilu.

"Beliau sebenarnya pengen mengingatkan itu lebih banyak, daripada untuk mengatakan agar Pemilu itu ditunda, itu saja yang ingin disampaikan. Jadi saya sudah dapat WA dari beliau, yang beliau jelaskan panjang lebar soal ini," kata Arsul.

Bamsoet Singgung Tiga Periode

Bamsoet menilai, penyelenggaraan Pemilu pada 2024 perlu dihitung kembali. Sebab kata dia, agenda besar tersebut memiliki banyak potensi.

"Tentu kita juga mesti menghitung kembali karena kita tahu bahwa penyelenggaraan Pemilu selalu berpotensi memanaskan suhu politik nasional, baik menjelang, selama, hingga pasca penyelenggaraan Pemilu," kata Bamsoet secara daring dalam rilis survei Poltracking Indonesia, Kamis (8/12/2022).

Menurutnya, pelaksanaan Pemilu 2024 juga perlu dipertimbangan kembali dengan melihat kondisi Indonesia saat ini, yang dinilai Bamsoet masih dalam masa masa pemulihan pasca pandemi Covid-19.

Load More