Suara.com - Pengamat komunikasi dan politik Jamiluddin Ritonga berpendapat mengenai manuver koalisi Partai NasDem, PKS, dan Partai Demokrat yang belum kunjung deklarasi hingga kini.
Sikap Partai NasDem dinilai menjadi salah satu hal yang menghambat. Ia menyebut NasDem ingin mendominasi koalisi.
"Belum sepakatnya tiga partai itu disinyalir karena NasDem ingin mendominasi koalisi yang akan dibentuk," ujar Jamiluddin dikutip dari Wartaekonomi.co.id -- jaringan Suara.com.
Menurutnya, NasDem terkesan ingin memaksakan cawapres pendamping Anies Baswedan dari partainya.
Jika NasDem memaksakan pendamping mantan Gubernur DKI Jakarta itu dari partainya, Jamaluddin menilai hal itu akan sulit diterima dua partai lain, yakni PKS dan Demokrat.
"Karena bagi dua partai ini, NasDem sudah mengusulkan capres dari partainya," lanjutnya.
Lebih lanjut, Jamaluddin menyarankan NasDem seharusnya memberikan jatah cawapres pada Partai Demokrat dan PKS selama sesuai dengan kriteria yang telah disepakati.
Jamaluddin secara terang-terangan menyebutkan bahwa nantinya koalisi yang diharapkan hanya sebuah mimpi apabila NasDem tetap ingin mendominasi dan tamak.
Apabila hal tersebut terjadi, akan ada bumerang untuk partai yang mengusung Anies Baswedan tersebut.
Baca Juga: Pengamat Ungkap Alasan Anak Buah Prabowo yang Kecewa Dengan Anies Baswedan Gegara Jadi Capres Nasdem
"Kemungkinan pendukung Anies akan marah kepada NasDem dan kiranya pantas direnungkan," tutup Jamiluddin.
Berita Terkait
-
Pengamat Ungkap Alasan Anak Buah Prabowo yang Kecewa Dengan Anies Baswedan Gegara Jadi Capres Nasdem
-
Kesaksian Putra Pendeta di Papua Bantah Anies Baswedan Sosok Intoleran, Dia Jadi Saksi di Gereja dan Tak Absen Ucap Paskah
-
Yakin Pemprov DKI Tak Hapus Nama Anies di Lapangan Ingub, PDIP: Ada Upaya Playing Victim
-
Beda Cerita Anies Baswedan dan Ahok Saat Bertemu Jokowi di Nikahan Kaesang, Ada yang Ngobrol dan Ada yang Tak Sempat
-
Kubu Ganjar dan Erick Thohir Bersatu Jelang Pilpres 2024, Ancang-ancang Lawan Anies Baswedan yang Makin Tangguh?
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Kronologi BEM FH UBK Diinterogasi, Diduga Terima Uang Usai Bertemu Wapres Gibran
-
Tragis di Negeri Rantau, PMI Asal Aceh dan Bayinya Tewas Diduga Dibunuh di Malaysia
-
Iran vs Barat: Skema Asuransi Selat Hormuz Bisa Lumpuhkan Perdagangan Dunia
-
Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah
-
Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu
-
Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!
-
Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!
-
Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap
-
Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!
-
KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG