News / Nasional
Senin, 12 Desember 2022 | 16:52 WIB
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, bakal capres Anies Baswedan dan elite Nassdem memotong tumpeng dalam Perayaan HUT ke-11 Partai NasDem di Jakarta, Jumat (11/11/2022). [ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/YU]

Suara.com - Pengamat komunikasi dan politik Jamiluddin Ritonga berpendapat mengenai manuver koalisi Partai NasDem, PKS, dan Partai Demokrat yang belum kunjung deklarasi hingga kini.

Sikap Partai NasDem dinilai menjadi salah satu hal yang menghambat. Ia menyebut NasDem ingin mendominasi koalisi.

"Belum sepakatnya tiga partai itu disinyalir karena NasDem ingin mendominasi koalisi yang akan dibentuk," ujar Jamiluddin dikutip dari Wartaekonomi.co.id -- jaringan Suara.com.

Menurutnya, NasDem terkesan ingin memaksakan cawapres pendamping Anies Baswedan dari partainya.

Jika NasDem memaksakan pendamping mantan Gubernur DKI Jakarta itu dari partainya, Jamaluddin menilai hal itu akan sulit diterima dua partai lain, yakni PKS dan Demokrat.

"Karena bagi dua partai ini, NasDem sudah mengusulkan capres dari partainya," lanjutnya.

Lebih lanjut, Jamaluddin menyarankan NasDem seharusnya memberikan jatah cawapres pada Partai Demokrat dan PKS selama sesuai dengan kriteria yang telah disepakati.

Jamaluddin secara terang-terangan menyebutkan bahwa nantinya koalisi yang diharapkan hanya sebuah mimpi apabila NasDem tetap ingin mendominasi dan tamak.

Apabila hal tersebut terjadi, akan ada bumerang untuk partai yang mengusung Anies Baswedan tersebut.

Baca Juga: Pengamat Ungkap Alasan Anak Buah Prabowo yang Kecewa Dengan Anies Baswedan Gegara Jadi Capres Nasdem

"Kemungkinan pendukung Anies akan marah kepada NasDem dan kiranya pantas direnungkan," tutup Jamiluddin.

Load More