Suara.com - Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI) Kembali mengadakan Konferensi Regional Teknik Jalan (KRTJ) ke-15, tanggal 19-20 Desember 2022 di Jeep Station Indonesia (JSI) Resort Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kegiatan ini adalah ajang tukar diskusi terkait isu atau masalah pengembangan prasarana jalan dan transportasi yang sedang dihadapi dewasa ini.
Ketua Umum HPJI, Hedy Rahadian mengatakan tema KRTJ kali ini ialah Jalan yang Berkualitas, Berestetika dan Ramah Lingkungan. “Dengan tema ini, KRTJ lebih jauh mengeksplorasi peran infrastruktur jalan yang bercorak multi dimensi. Ada empat peran besar yang kita fokuskan,” katanya.
Keempat peran tersebut adalah, peran jalan sebagai infrastruktur konektivitas utama yang ditunjang dengan jalan yang berkualitas untuk menurunkan biaya logistik, meningkatkan waktu tempuh, dan membentuk seamless connectivity dalam rangka peningkatan daya saing. Kedua, peran jalan sebagai ruang publik yang dapat dinikmati oleh pengguna jalan memerlukan jalan yang berestika.
Ketiga, jalan berperan dalam pengurangan dampak lingkungan karena konsumsi terhadap material alam dan energi konstruksi yang besar. Terakhir, peran jalan akan semakin mengarah pada kesetaraan aksesibilitas bagi seluruh golongan masyarakat melalui paradigma gender equality, disability and social inclusion (GEDSI).
Dalam konferensi ini akan terdapat empat sidang makalah utama dan satu Special lectures, yaitu Kebijakan Penyelenggaraan Jalan dengan Memanfaatkan Teknologi Informasi oleh Hedy Rahadian selaku Direktur Jenderal Bina Marga, Kementerian PUPR. Kebijakan tentang Smart Transportation oleh Dirjen Perhubungan Darat, Kemenhub. Kebijakan tentang Penegakkan Hukum dan Berkeselamatan oleh Kepala Korps Lalu Lintas. Kebijakan Penyelenggaraan Jalan yang Ramah Lingkungan oleh Kepala Badan Standarisasi Instrumen, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Serta Special Lectures Digital twin services – an untapped opportunity for road infrastructures engineering and services providers oleh Jakub Wachocki dari Bentley System.
Selain special lectures, dalam konferensi juga diadakan Sidang Teknik dan Diskusi Teknin HPJI Muda. Workhsop dengan tema Workshop Rencana Aksi Percepatan Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi Di Bidang Jalan. Tiga seminar dengan tema masing-masing, Construction 4.0 berbasis IoT, Big Data dan Articial Intelligent, Lean Construction & Road Equipment Technology, dan Persepsi Masyarakat Terhadap Pelayanan Infrastruktur Jalan. Dialog Interaktif dengan topik Jalan yang Berestetika dan Responsif GEDSI.
Hedy menambahkan KRTJ ke 15 ini bisa menjadi bukti nyata upaya HPJI unutk mengembangkan kemampuan dan kebijakan dari seluruh komponen yang terkait dengan prasarana jalan dan transportasi di Indonesia dalam rangka memberikan kontribusi untuk kesejahteraan bangsa.
“Saya berharap para Insinyur jalan, ahli dari berbagai bidang, dan unsur pemangku kepentingan dapat bekerja sama dalam rangka mendukung dan mempercepat pembangunan jalan yang berkualitas, berestetika dan ramah lingkungan,” ujar Hedy.
Melengkapi konferensi selama dua hari, pada rabu, 21 Desember akan diadakan Kunjungan Teknik ke proyek pembangunan Jalan Tol Bogor- Ciawi-Sukabumi (Bocimi) dan Kawasan Geologi Geopark Ciletuh, Sukabumi.
Baca Juga: Kementerian PUPR Gelar Penandatanganan Nota Kesepakatan dengan Penerima Bantuan Rusun
Sementara itu, berbarengan dengan KRTJ Ke-15 tanggal 18-21 Desember 2022 di JSI Resort Megamendung Bogor, juga akan diselenggarakan Pameran Teknologi Jalan. DPP HPJI Jakarta & Jawa Barat memperkirakan KRTJ ke 15 ini akan menarik sekitar 1000 orang yang terdiri atas para ahli dan praktisi jalan, lalu lintas dan transportasi, baik dari instansi pemerintah maupun swasta, perguruan tinggi dan mitra kerja serta pemerhati lainnya.
Berita Terkait
-
Meryl Minta ke Menteri PUPR Perbaiki Jalan Rusak di Sumut Saat Acara Nikahan Kaesang, Ini Respons Pak Basuki
-
Kementerian PUPR Gelar Ekshibisi Kendaraan Listrik dan Latihan Bersama Mobil Listrik Antar Perguruan Tinggi
-
'Pokoknya Pak Basuki Jadi Saksi' Cerita Menteri PUPR Diminta Kaesang Jadi Saksi Nikah Tanpa Basa-basi
-
Intip Fasilitas Rumah Para Menteri di IKN, Masing-masing Luasnya 1.000 Meter
-
Kabar Gembira, Warga Korban Gempa Cianjur Bakal Tempati Rumah Baru
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT