Suara.com - Politikus Ruhut Sitompul dikenal langganan dalam menuai kontroversi. Terbaru, ia melalui akun Twitternya @ruhutsitompul, menyenggol Anies Baswedan dan Partai NasDem serta menghubungkan kekalahan Kroasia atas Maroko dalam Piala Dunia 2022 dengan kadrun.
"Tolong diingat etika harus dijunjung tinggi dalam berpolitik jadi tidak menghalalkan semua cara," tulis Ruhut melalui akun Twitternya pada Sabtu (17/12/2022).
"Oh akhirnya yg menang Kroasia, Aku kira Maroko yg menang kok bisa ya?" cuit Ruhut pada Minggu (18/12/2022).
"begitulah jgn sampai didukung, kadrun pasti kalah ini fakta ngeri ka’le MERDEKA," sambungnya.
Meski penuh dengan kontroversi, Ruhut Sitompul kerap eksis hingga kini. Profil dan rekam jejaknya pun kian membuat publik penasaran. Untuk itu, simak informasinya di bawah ini.
Profil Ruhut Sitompul
Pemilik nama lengkap Ruhut Poltak Hotparulian Sitompul ini merupakan anak kedua dari empat bersaudara pasangan Humala Sitompul dan Surtani Panggabean. Ia lahir pada 24 Maret 1954 di Medan, Sumatera Utara.
Ruhut Sitompul sempat menuntut ilmu di SMP Immanuel dan SMA WU Yosua Bersubsidi. Ia kemudian melanjutkan pendidikannya di Fakultas Hukum Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung dan lulus pada tahun 1979.
Meski namanya mulai dikenal publik setelah memerankan tokoh Poltak si Raja Minyak, sebenarnya Ruhut terlebih dahulu memulai karir sebagai seorang pengacara. Nah, saat menjadi kuasa hukum rumah produksi Starvision, ia ditawari untuk bermain sebagai pemeran pembantu di sinetron yang berjudul Gerhana.
Baca Juga: Celoteh Ruhut Sitompul Pasca Kekalahan Maroko Bikin Publik Geram: Bola Kok Dikaitkan Sama Kadrun?
Peran ikonik ‘Poltak si Raja Minyak’ itu rupanya berhasil menarik perhatian publik. Antusias penonton membuat Ruhut hadir sampai berpuluh-puluh episode. Padahal awalnya ia hanya bermain hingga episode ke 13 saja.
Setelahnya, ia semakin sering muncul di layar kaca dan tercatat pernah membintangi sejumlah sinetron dan beberapa acara televisi. Mulai dari Ngelaba, Ketoprak Humor, hingga James Bono. Ruhut bahkan sempat tampil di film layar lebar seperti Get Merried 2 dan Sajadah Ka’bah.
Rekam Jejak Ruhut Sitompul
Dalam dunia politik, Ruhut Sitompul mengawali kariernya dengan bergabung di Partai Golkar kemudian Partai Demokrat dan kini Partai PDI-P. Rekam jejaknya sebagai politikus memang kerap menuai kontroversi.
Meski begitu, ia justru tetap eksis. Adapun julukan ‘kutu loncat’ dan ‘penjilat’ pun tidak lepas dari Ruhut dalam kariernya sebagai politikus. Sebutan yang pertama diperolehnya karena ia sudah berpindah-pindah partai sampai tiga kali.
Sementara untuk julukan ‘penjilat’ karena ia dikenal sangat setia bahkan berlebihan dalam mendukung sosok yang menjadi pemimpinnya. Namun, keberuntungan nampaknya kerap mengiringi karier politik Ruhut.
Berita Terkait
-
Celoteh Ruhut Sitompul Pasca Kekalahan Maroko Bikin Publik Geram: Bola Kok Dikaitkan Sama Kadrun?
-
Kontroversi Restoran Judes Karen's Diner di Indonesia yang Disebut Salah Konsep, Harusnya Gimana Sih?
-
Ingatkan Anies dan NasDem Soal Etika Berpolitik, Ruhut Sitompul: Jangan Halalkan Semua Cara
-
Elit PDIP Gerah Lihat Anies Baswedan Curi Start Kampanye: Tolong Etikanya!
-
Profil Terbaru Gita Savitri dan Kasus Kontroversialnya
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
-
Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik
-
Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan
-
Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia
-
Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil
-
Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan
-
Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time
-
Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu
-
Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini
-
Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya