- Pemprov DKI Jakarta menemukan penggunaan rekayasa AI pada bukti tindak lanjut pengaduan masyarakat di Kelurahan Kalisari pada April 2026.
- Tingginya volume aduan melalui sistem JAKI dan CRM menyebabkan celah verifikasi yang memicu tindakan manipulasi oleh oknum petugas.
- Pemerintah memberikan sanksi teguran, melarang penggunaan AI, serta memperketat proses validasi laporan demi menjaga integritas pelayanan publik.
Suara.com - Warganet sempat dihebohkan dengan temuan penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam bukti tindak lanjut pengaduan masyarakat di Jakarta. Menanggapi skandal yang viral tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta langsung bergerak mengambil langkah korektif demi menjaga integritas pelayanan publik.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta, Budi Awaluddin, menyatakan pihaknya telah berkoordinasi intensif dengan Biro Pemerintahan sebagai validator akhir.
“Biro Pemerintahan mengakui adanya kekeliruan dalam proses validasi. Selama ini belum pernah ditemukan bukti tindak lanjut pengaduan yang menggunakan foto hasil rekayasa AI,” ungkap Budi dalam keterangannya dikutip Senin (6/4/2026).
Berdasarkan data Januari hingga Maret 2026, sistem JAKI dan Cepat Respon Masyarakat (CRM) dibanjiri 62.571 aduan warga. Dengan rata-rata 20.857 laporan per bulan, tingginya volume aduan ini disinyalir menjadi celah dalam proses verifikasi manual.
“Dengan jumlah pengaduan yang sangat besar, Diskominfotik akan membantu Biro Pemerintahan untuk mengidentifikasi bukti tindak lanjut yang berpotensi menggunakan AI, agar proses verifikasi semakin akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” lanjut Budi.
Sebagai buntut dari aksi "tipu-tipu" oknum petugas tersebut, Kelurahan Kalisari yang terindikasi kuat memalsukan bukti tindak lanjut laporan telah dijatuhi sanksi berupa surat teguran tertulis.
Sementara laporan warga yang sempat dimanipulasi itu kini telah diinput ulang dan diserahkan ke Dinas Perhubungan untuk penanganan parkir yang sebenarnya.
Tak berhenti di sana, Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta pun akan menerbitkan Surat Edaran (SE) yang melarang keras seluruh jajaran OPD dan BUMD menggunakan AI dalam menyampaikan bukti pekerjaan.
Pihak Inspektorat bahkan tengah merancang skema sanksi berat bagi aparatur yang nekat bermain-main dengan integritas laporan di lapangan.
Baca Juga: Imbas Kasus Amsal Sitepu, Kajari dan Kasi Pidsus Karo Diboyong Intel Kejagung ke Jakarta!
Budi menegaskan bahwa kejujuran dalam melayani warga adalah harga mati. Ia menyesalkan tindakan oknum yang merusak citra ribuan petugas lain yang sudah bekerja keras.
“Kami sangat menyesalkan kejadian ini karena mencoreng nama baik dan kinerja para petugas di lapangan yang selama ini telah bekerja dengan dedikasi tinggi dan responsif,” tuturnya.
Pemprov DKI Jakarta memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat yang tetap kritis mengawasi kinerja aparat. Keaktifan warga dalam mengecek hasil tindak lanjut dianggap sebagai vitamin bagi perbaikan kualitas pelayanan di ibu kota.
“Kami mengimbau masyarakat untuk terus melaporkan permasalahan di wilayahnya. Kami juga sangat mengapresiasi apabila masyarakat turut mengecek hasil tindak lanjut dan memberikan masukan untuk perbaikan ke depan,” pungkas Budi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
4 Tinted Sunscreen Mengandung Niacinamide dan Ceramide sesuai Review dan Harga
-
Roberto Carlos: Saya Sangat menghormati Islam
-
Belasan Ribu Maba Datang ke Jogja, Ekosistem Kota Kembali Bergeliat
-
Digelar Serentak di 131 Lokasi, BRI KKB National Expo Sabet Rekor MURI
-
Perjalanan Cinta Roberto Carlos: Punya 11 Anak dari 7 Wanita Berbeda dan Menikah 4 Kali
-
Dendam yang Tak Pernah Selesai dalam Novel Peraih Nobel Beauty and Sadness
-
Perempuan dan Tren Solo Traveling yang Semakin Populer, Apa yang Dicari?
-
Gosho Aoyama Ungkap Draft Bab Terakhir Detective Conan, Benarkah Segera Tamat?
-
5 Bedak Transferproof yang Tidak Mudah Nempel di Masker dan Baju, Harga Mulai Rp84 Ribuan
-
Babak Baru Praperadilan Roy Suryo: Polda Metro Jaya Tak Hadirkan Ahli, Cuma Serahkan Berkas